Mengenal Mbah Honggo, Sesepuh Pendiri Kampung Kayutangan Heritage di Kota Malang

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Gumilang

28 Nov 2025 06:15

Headline

Thumbnail Mengenal Mbah Honggo, Sesepuh Pendiri Kampung Kayutangan Heritage di Kota Malang
Makam Mbah Honggo yang berada di Kampung Heritage Kayutangan. (Foto: Aliyah/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Mbah Honggo, salah satu tokoh sepuh yang dihormati warga Kampung Heritage Kayutangan, menjadi titik bersejarah yang masih terjaga di tengah kawasan wisata Kota Malang yang terkenal. 

Terletak di dekat pintu masuk, Makam ini memberikan jejak sejarah perjalanan awal mula adanya Kampung Kayutangan. Selain menjadi petuah yang dihormati, Makam Mbah Honggo menjadi destinasi budaya sakral dari kampung tersebut. 

Lokasi Makam Mbah Honggo terletak di Jalan Basuki Rahmat Gang 4 RT 01 RW 09, Kelurahan Kauman, Malang.

Bedasarkan papan informasi di makam tersebut, dulunya, kawasan ini adalah komplek besar para sesepuh keturunan Adipati Malang, dan juga menjadi pemakaman yang luas hingga belakang Masjid Jami' Kota Malang.

Baca Juga:
Usai Visum, Jenazah Yai Mim Dimakamkan di Blitar

Mbah Honggo sebagai sesepuh Kampung Kayutangan ini memiliki sejarah hingga sampai bersemayam di kampung ini. 

Mbah Honggo dulunya adalah Pangeran Honggo Koesoemo. Beliau merupakan guru spiritual Bupati Malang pertama, yakni R. A. A Notodiningrat. Beliau dikenal sebagai ulama yang digemari banyak orang dan hidup pada abad ke-8 Masehi.

Berdasarkan buku yang berjudul "Wawancarita Kesejarahan Desa-Desa Kuno di Kota Malang" yang ditulis oleh sejarawan M. Dwi Cahyono (2013) bahwa Mbah Honggo berada di Jawa Timur sejak tahun 1830-an.

Pada tahun 1518 dan 1521 terjadi penyerangan oleh Kerajaan Demak kepada Kerajaan Majapahit yang Adipati Unus menjadi pemimpin. 

Baca Juga:
DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Kerajaan Majapahit kala itu dipimpin oleh Prabu Brawijaya. Serangan dari Kerajaan Demak ini membuat seluruh keluarga Kerajaan Majapahit diharuskan mundur ke Sangguruh dan lanjut mengungsi ke Pulau Bali.

Setelah serangan tersebut, anggota Kerajaan Majapahit melarikan diri ke daerah yang berbeda-beda. Salah satunya Batoro Kantong, Putra Prabu Brawijaya yang pergi ke Ponorogo pada tahun 1535 dan diangkat menjadi Adipati Ponorogo.

Adipati Ponorogo memiliki keturunan yang dikenal Kandjeng Soero Adimerto sebagai nama turun menurun dan hidup pada masa perjuangan Pangeran Haryo (BPH) Diponegoro serta menyamar untuk menyelamatkan diri dari Belanda. 

Sejak saat itu, Pangeran Soero Adimerto mengganti nama menjadi Ki Ageng Peroet, Pangeran Honggo Koesoemo menjadi Mbah Honggo, dan Ulama besar Kandjeng Kyai Zakaria II menjadi Mbah Djogo (Kuning kawi, keturunan langsung Pangeran Diponegoro).

"Setelah Pangeran Diponegoro wafat, Senopatinya atau anak buah istilahnya disebar di Jawa Timur, ada 7 orang, salah satunya yang di Kota Malang itu Mbah Honggo jadi satu golongan sama Mbah Gribig sama Mbah Batu," jelas Mila Kurniawati selaku Ketua Pokdarwis Kampung Heritage Kayutangan.

"Setelah itu Mbah Honggo yang membuka lahan di sini ya otomatis kalau meninggal pun juga tetap tinggal di sini sehingga dimakamkan ya juga di sini," imbuhnya.

Bagi wisatawan yang ingin mengetahui makam Mbah Honggo, bisa berkunjung ke Kampung Heritage Kayutangan. Destinasi wisata ini ternyata memiliki peninggalan sejarah yang sangat menarik.(*)

Baca Sebelumnya

Menelisik 28 November 760 Sebagai Hari Jadi Kabupaten Malang, Bermula dari Kerajaan Kanjuruhan

Baca Selanjutnya

Prasasti Turryan, Bukti Pembangunan Mega Infrastruktur Pertama di Kabupaten Malang

Tags:

mbah honggo kampung heritage kayutangan Wisata Malang Kota Malang

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

13 April 2026 16:18

BREAKING NEWS: Eks Dosen Pascasarjana UIN Malang Yai Mim Meninggal Dunia

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

13 April 2026 15:43

Sekda Kabupaten Malang Terpukau Graha Ketik, Dikelilingi UMKM hingga Ketagihan Pempek Palembang Khas Cemorokandang

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

13 April 2026 07:00

Skyroom Cafe HOTEL THE 1O1 Malang OJ Luncurkan Paket "Work and Chill", Sensasi WFH di Rooftop Tertinggi Kota Malang

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

12 April 2026 16:45

Area Barat Cafe Batu, Tempat Ngopi di Tengah Hutan dengan Suasana Healing yang Menenangkan

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

12 April 2026 16:38

De Access Malang Buka PPDB Batch 6 Gelombang II TA Juli 2026-Juli 2027, Siapkan SDM Hospitality Siap Kerja

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

12 April 2026 15:38

Haraku Ramen Hadir di Kota Malang, Sajikan Ramen Halal dengan Cita Rasa Jepang yang Medok di Lidah Lokal

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar