Mengenal Konsumerisme, Saat Keinginan Mulai Menggeser Kebutuhan

Jurnalis: Athaya Khaisyah Azira
Editor: Muhammad Faizin

12 Des 2025 12:58

Thumbnail Mengenal Konsumerisme, Saat Keinginan Mulai Menggeser Kebutuhan
Ilustrasi orang belanja (Foto: freepik)

KETIK, SURABAYA – Pernah nggak sih, kalian membeli sesuatu karena lapar mata, bukan karena kebutuhan? Atau hanya karena promo… bahkan gaya hidup? 

Jika pernah, hal tersebut berkaitan dengan konsumerisme.

Berbeda dengan hedonisme yang menghambur-hamburkan uang demi kesenangan, konsumerisme adalah sebuah fenomena dimana seseorang ingin membeli atau mengonsumsi suatu barang bukan karena butuh, melainkan ingin. 

Namun ‘ingin’ di sini bukan semata-mata ‘ingin’, ada faktor lain di baliknya. Bisa dari promo menggiurkan, gaya hidup, tuntutan status sosial, bahkan FOMO (Fear of Missing Out; atau ketakutan saat tertinggal sesuatu yang tren) saat melihat orang lain membeli barang tersebut. 

Baca Juga:
Usai Liburan, Malas Mau Kerja Lagi? Bisa Jadi Kamu Kena Post-Holiday Blues

Gimana sih contoh dari konsumerisme ini? Salah satu yang paling sering ditemui sekarang adalah kegiatan thrifting.

Banyak orang yang melakukan thrifting bukan karena membutuhkan pakaian yang dibeli, namun untuk memuaskan keinginan akan gaya hidupnya. Bahkan, beberapa pakaian bekas kini dijual dengan harga yang setara, atau bahkan lebih tinggi, dari pakaian baru.

Contoh lainnya bisa dilihat saat orang-orang membeli sesuatu dalam jumlah besar di marketplace saat promo tanggal kembar. 

Banyak pengguna yang cenderung check-out hanya karena harganya turun, bukan karena mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut.

Baca Juga:
Fenomena FOMO Kerap Terjadi di Malam Tahun Baru, Yuk Kenali Pemicunya!

Menurut sosiolog Jean Baudrillad, dalam bukunya The Consumer Society; Myths and Structures, konsumsi telah menjadi faktor mendasar dalam ekologi spesies manusia. Barang bukan hanya benda fungsional, tetapi penanda status, gaya hidup, dan kelas sosial.

Artinya, yang kita konsumsi bukan sekadar produknya, tetapi makna yang menempel pada produk tersebut, dan makna itu dibentuk oleh media, kapitalisme, dan struktur sosial.

Apakah konsumerisme berbahaya bagi kita? In this economy, cukup berbahaya, lho!

Karena perusahaan kapitalis dapat membaca perilaku masyarakat konsumen dan cenderung memanfaatkan situasi ini untuk keuntungan mereka. 

Contoh nyatanya bisa dilihat dari tren blind box, yang awalnya hanya beberapa, kini merajalela karena banyak perusahaan turut memproduksi blind box. Bahkan beberapa merchandise resmi dari perusahaan besar juga ikut menggunakan skema blind box untuk produk mereka. 

Hal tersebut dipengaruhi dengan tingginya minat blind box di pasar, padahal harga yang ditawarkan sangat tinggi yang tanpa sadar merugikan konsumen dan hanya menguntungkan perusahaan sebagai produsen.

Jadi, jangan mudah tergiur promo besar, iklan produk atau tren yang didasari atas FOMO, karena selain boros untuk diri sendiri, hal itu juga dapat mempengaruhi perekonomian kita. 

Bijak-bijaklah dalam membeli dan mengonsumsi barang ya, sobat Ketikers!

Baca Sebelumnya

Gubernur Khofifah Gaungkan Harmony With Disaster, Galakkan Menanam Pohon dan Sedekah Oksigen

Baca Selanjutnya

Bupati Jombang Warsubi Lepas Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Sumatera

Tags:

Konsumerisme Sosiologi Jean Baudrillard Fenomena konsumerisme FOMO

Berita lainnya oleh Athaya Khaisyah Azira

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

4 Januari 2026 15:01

Oshogatsu-asobi: Saat Karuta dan Gasing Menjadi Jembatan Tradisi di Tengah Modernitas Jepang

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

1 Januari 2026 23:01

Osechi Ryōri: Menumpuk Doa dan Harapan dalam Kotak Tradisi Tahun Baru Jepang

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

1 Januari 2026 11:01

Filosofi di Balik Kenyalnya Mochi, Benang Merah Tradisi Tahun Baru di Negeri Sakura

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

1 Januari 2026 10:02

Mengintip Tradisi Hatsumode, Kunjungan Pertama ke Kuil Saat Tahun Baru di Jepang

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

31 Desember 2025 23:01

Mengenal Bōnenkai dan Shinnenkai, Tradisi Pesta Menutup dan Membuka Tahun dengan Kebersamaan di Jepang

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

31 Desember 2025 11:32

Kota Surabaya dan Lamongan Diprediksi Hujan Ringan Hari Ini! Cek Daerahmu Sekarang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H