Mengenal Kokedama, Kesenian Tanaman Hias Unik Dari Jepang

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: Muhammad Faizin

13 Jul 2023 11:35

Thumbnail Mengenal Kokedama, Kesenian Tanaman Hias Unik Dari Jepang
Pegiat tanaman hias Kokedama asal Jember, Marita (kerudung coklat) (Foto: dokumentasi Marita)

KETIK, JEMBER – Pemanfaatan bahan-bahan alam sebagai media tanam mulai banyak diminati, tak terkecuali di Kabupaten Jember. 

Salah satunya Kokedama, teknik kesenian tanaman hias dari Negeri Sakura ini mulai banyak digemari lantaran bentuknya yang unik dan perawatan yang mudah.

Menurut salah satu penggiat tanaman hias, Marita, Kokedama sendiri berasal dari kata koke yang berarti lumut dan dama yang artinya bola. Tetapi karena media lumut sulit untuk didapat, dirinya melakukan beberapa modifikasi.

"Sebenarnya butuh lumut, tapi karena di Jember susah di cari dan kalaupun ada pasti mahal, jadi kita akali pakai sabut kelapa yang mudah ditemukan," katanya saat ditemui Ketik.co.id.

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Cara membuat kesenian kokedama terbilang mudah. Cukup dengan menyiapkan serabut kelapa sebagai pembungkus atau pengganti lumut, kompos dan tanah sebagai media tanam, serta benang sebagai perekat.

Dengan bahan sederhana yang mudah ditemui tersebut akan dibentuk menjadi seperti bola. Tidak ketinggalan tanaman hias yang akan menjadi primadona dalam kesenian ini. 

Kelebihan lain dari Kokedama adalah tanaman tidak perlu disiram setiap hari, cukup direndam air seminggu sekali selama 5-10 menit.

Lalu dapat kembali digunakan untuk menghiasi halaman serta rumah anda. Hal ini cocok bagi penggemar tanaman hias namun memiliki banyak kesibukan serta kegiatan diluar.

Baca Juga:
Polisi Selidiki Kasus Bullying Siswa SMA di Jember, Diduga Libatkan 10 Remaja

Meskipun cara membuat terbilang mudah, tapi usia tanaman yang ditanam dengan teknik ini bisa bertahan bertahun-tahun. Karena pertumbuhannya yang lambat dan selama akar masih tertanam dengan baik. 

"Teknik ini juga disebut teknik membonsai tapi tidak sepenuhnya," imbuhnya.

Disamping kesenian tanaman hias, kokedama juga menjadi salah satu bisnis yang cukup menjanjikan karena peluangnya yang luas. 

"Pengrajinnya sedikit tapi peminatnya banyak. Terlebih bentuknya unik jadi punya nilai jual. Tanaman murah pun jadi punya nilai jual akibat kokedama ini," pungkas Marita.(*)

Baca Sebelumnya

4 Makanan Khas Malang yang Wajib Dicoba, Dijamin Maknyus!

Baca Selanjutnya

IKM Go Digital, Bupati Bandung Launching Kabandungshop.com

Tags:

kokedama Tanaman Hias Jember Marita

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar