Mengenal 5 Ulama Perempuan Indonesia yang Berkontribusi dalam Peradaban Bangsa

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: M. Rifat

18 Okt 2023 05:10

Headline

Thumbnail Mengenal 5 Ulama Perempuan Indonesia yang Berkontribusi dalam Peradaban Bangsa
Potret salah satu ulama perempuan Indonesia, Sultanah Safiatuddin. (Foto: Wikipedia)

KETIK, MALANG – Perempuan memiliki peran yang sangat besar dalam membangun peradaban bangsa. Jika selama ini hanya dikenal laki-laki lah yang dapat menjadi ulama, rupanya anggapan tersebut keliru. Indonesia sendiri memiliki banyak ulama perempuan yang tak hanya berjuang mengisi kemerdekaan, namun terlibat dalam melawan penjajah.

Lebih dari itu, ulama perempuan juga memegang teguh nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan, khususnya untuk kemajuan perempuan. Berikut lima ulama perempuan yang dirangkum oleh Ketik.co.id

Sultanah Tajul Alam Safiatuddin (1641-1674 M)

Sultanah Safiatuddin merupakan perempuan pertama yang diangkat menjadi raja di Aceh Darussalam. Meskipun sempat mendapat pertentangan karena statusnya sebagai perempuan, namun selama 34 tahun pemerintahannya ia berhasil membawa kemajuan.

Baca Juga:
Perempuan Didorong Lebih Berdaya, 3 Hal Ini Jadi Fokus GOW Bojonegoro Dukung Pembangunan Daerah

Kecintaan Sultanah Safiatuddin terhadap ilmu pengetahuan membuat Aceh Darussalam berkembang pesat dalam ilmu pengetahuan, sastra, dan seni budaya. Ia bahkan membuat kebijakan untuk mengangkat kedudukan dan menciptakan perlindungan bagi para perempuan. Tak hanya itu ia berhasil menghadapi ancaman Belanda yang ingin menduduki Aceh Darussalam.

Ratu Sinuhun (w.1642 M)

Kitab Simbur Cahaya yang diciptakan oleh Ratu Sinuhun menjadi karya besar yang dimiliki oleh Palembang. Istri Raja Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Sida Ing Kenayan tersebut memadukan hukum adat dan hukum Islam. Dalam kitab tersebut memuat aturan yang menyetarakan kedudukan laki-laki dan perempuan, hingga memberikan perlindungan yang tegas bagi perempuan. Ia tak segan memberikan sanksi berupa denda hukuman yang berat bagi laki-laki yang menggoda perempuan.

Fatimah al-Banjary (Abad ke-18 M)

Baca Juga:
Dorong Dampak Nyata, Bupati Situbondo Resmikan Program Inovatif untuk Perempuan dan Anak

Fatimah al-Banjary merupakan cucu pertama dari Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari (w 1710 M), ulama besar dari Kerajaan Banjar di Martapura, Kalimantan Selatan. Fatimah al-Banjary menjadi guru besar perempuan pada masanya.

Dilansir dari Kupipedia milik Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI), terdapat kitab Perukunan Besar yang populer di Banjar dan Melayu. Meskipun dalam cover kitab seakan menisbahkan tulisan tersebut pada pamannya yakni Syaikh Jamaluddin namun penelitian Martin van Bruinessen, kitab ini ditulis oleh Syaikhah Fatimah. Hal ini terjadi lantaran dalam tradisi, masih menganggap menulis kitab adalah pekerjaan laki-laki.

Siti Walidah atau Nyai Ahmad Dahlan (1872-1946 M)

Siti Walidah memainkan peran penting dalam memajukan peradaban perempuan melalui Sopo Tresno yang menjadi cikal bakal organisasi Aisyiyah. Nyai Walidah mengajarkan agama kepada perempuan untuk membentuk kesadaran atas hak dan kekuatan perempuan.

Nyai Walidah terus aktif berdakwah, meningkatkan iman, ilmu dan keterampilan anggota Aisyiyah. Ia menaruh perhatian terhadap burih perempuan di unit usaha batik di Kauman, Yogyakarta. Setiap selesai Maghrib, Nyai Walidah memberikan pengajian agama, cara membaca, dan menulis kepada para buruh perempuan.

Nyai Khoiriyah Hasyim (1908-1983)

Nyai Khoiriyah Hasyim merupakan seorang ulama perempuan dari Jombang, Jawa Timur. Ia satu-satunya perempuan yang mampu duduk di jajaran Bahtsul Masail Nadhlatul Ulama.

Saat tinggal di Makkah, Nyai Khoiriyah madrasah lil banat yang menjadi madrasah perempuan pertama di Makkah pada 1942 Masehi. Sementara di Indonesia ia juga memimpin Madrasah dan Pondok Pesantren Seblak yang banyak menerima santri putri untuk kemajuan pendidikan perempuan. 

Dalam memperjuangkan hak perempuan, Nyai Khoiriyah tak segan menolak mengajarkan kitab Uqud Al-Lunain yang membahas hubungan suami istri serta hak dan kewajiban perempuan. Menurutnya kitab tersebut terlalu bias terhadap perempuan sebab ditulis oleh laki-laki.

Para ulama perempuan ini adalah bukti bahwa perempuan memiliki peran dalam perkembangan peradaban dan ilmu pengetahuan. Masih banyak ulama perempuan Indonesia dengan kontribusi yang luar biasa dan patut diabaikan. Sayangnya nama-nama mereka tidak banyak terekam dalam sejarah peradaban. (*)

Baca Sebelumnya

Komisioner Bawaslu Sidoarjo Datangi PN Sidoarjo, Ada Apa?

Baca Selanjutnya

Alasan Relawan di Tuban Dukung Gibran: Sosok Idaman Pemimpin Kaum Milenial

Tags:

Ulama Perempuan Indonesia perempuan kontribusi perempuan peradaban Islam ulama perempuan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

13 April 2026 19:05

DPRD Kota Malang Soroti Krisis Guru dan Ribuan Anak Tidak Sekolah di LKPJ Wali Kota

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

13 April 2026 17:45

Tembok Pasar Besar Retak, Wali Kota Malang Instruksikan Perbaikan Sementara

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

13 April 2026 17:43

Wakil Wali Kota Malang Ajak Pemuda Pancasila Kawal Pembangunan, Tekankan Persatuan Jadi Kunci

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

13 April 2026 17:14

Waspada Bahaya Ambruk, Area Timur Pasar Besar Malang Disterilkan dari Aktivitas

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

12 April 2026 19:13

Sapa Penggemar di Matos, Pemeran Film 'Ku Pilih Jalur Langit' Ceritakan Tantangan Syuting di Malang

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

12 April 2026 18:25

Komitmen Bangun Kembali Gaza, LMI dan LAZ Yasa Targetkan Galang Donasi Rp1 Miliar di Malang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar