Mengapa Oposisi Penting untuk Demokrasi, Ini Pandangan Ahli Politik Unair

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Muhammad Faizin

30 Agt 2024 08:45

Thumbnail Mengapa Oposisi Penting untuk Demokrasi, Ini Pandangan Ahli Politik Unair
Pakar Politik Unair, Irfa’i Afham (Foto: Humas Unair)

KETIK, SURABAYA – Dalam demokrasi, keberagaman adalah hal yang penting, baik itu keberagaman politisi, ideologi, partai, dan identitas. Termasuk juga adanya oposisi, keberadaannya sangat penting untuk menjaga keseimbangan dalam sistem demokrasi.

Seperti yang kita tahu Presiden Terpilih Prabowo Subianto pernah berkata jika oposisi merupakan budaya barat. Oleh sebab itu dirinya ingin menghilangkan oposisi dengan mengajak seluruh padtai bergabung di dalam kabinetnya.

"Oposisi sangat penting untuk checks and balances. Upaya penyeragaman politik total ini mengancam masa depan demokrasi Indonesia,” ujar Pakar politik Universitas Airlangga (Unair) Irfa’i Afham SIP MSi, Jumat 30 Agustus 2024.

Lebih lanjut, dengan adanya berbagai keberagaman dalam demokrasi maka akan muncul kritikan. Hal ini sangat penting untuk mengawasi jalannya pemerintahan. Tanpa kritik, pemegang kekuasaan akan berbuat sesuka hati. 

Baca Juga:
SPPG Lajolor Diresmikan, Layani 800 Penerima Manfaat di Singgahan Tuban

Apalagi Indonesia pernah punya sejarah kelam dimana kritikan pernah dikekang oleh pemangku jabatan pada masa silam. Oleh sebab pada saat itu pemerintah berbuat hal-hal dengan sesuka hati.

"Kritik terhadap kekuasaan juga dianggap sebagai ancaman terhadap negara. Padahal justru kritik itu begitu diperlukan untuk mengoreksi bagaimana penguasa menjalankan kekuasaannya,” tambahnya.

Menurut dosen ilmu politik itu, demokrasi di Indonesia dapat berjalan sebab adanya keberagaman politik, bukan penyeragaman total politik tanpa oposisi. 

Pada masa silam pembentukan dan perjuangan bangsa Indonesia sudah diwarnai oleh keberagaman. Apalagi saat sudah meraih kemerdekaan, konstitusi negara dibuat untuk merangkul semua perbedaan yang ada di bumi pertiwi mulai dari suku, ras, bahasa, agama dan masih banyak lagi.

Baca Juga:
Bupati Tegal Jadi Wisudawan Magister Manajemen UPS

Dinamika tersebut membuat proses politik menjadi bermakna sehingga dapat membentuk Republik Indonesia yang demokratis. Meski saat ini oposisi politik di Indonesia masih lemah karena bersifat sementara.

“Meski demikian budaya oposisi pasca reformasi masih lemah karena oposisi seringkali hanya temporer, tidak permanen," tambahnya.

Irfa’i menegaskan bahwa Indonesia memerlukan oposisi politik yang berjangka panjang, yang dapat beradu gagasan, kritik, dan ideologi melalui proses demokratis. Dengan begitu akan menghasilkan politik demokratis yang sehat dan mampu pengoreksi jalannya pemerintahan.

“Oposisi-oposisi yang humanis, yang memiliki gagasan kebangsaan kuat dan mempertimbangkan pentingnya masyarakat sipil dalam merawat kehidupan politik sangat diperlukan," pungkasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Arogan! Pj Bupati Abdya Sunawardi Diduga Tendang Petugas Pemadam

Baca Selanjutnya

Fenomena Tiga Cagub Perempuan Pilkada Jatim, Bukti Kesetaraan Gender Terliterasi dengan Baik di Tanah Majapahit

Tags:

Pendidikan Unair Pakar Politik Unair Oposisi Irfa’i Afham Keberagaman Prabowo Subianto

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar