Menelusuri Jejak Khalifah, Kajian Sirah di Raluna Coffee Paiton Masuki Babak Utsman bin Affan

Jurnalis: Ponirin
Editor: Rahmat Rifadin

27 Mei 2025 09:23

Thumbnail Menelusuri Jejak Khalifah, Kajian Sirah di Raluna Coffee Paiton Masuki Babak Utsman bin Affan
Suasana Kajian Sirah Nabawiyah di Raluna Coffe Paiton Probolinggo, 28 Mei 2025. (Foto: Ponirin Mika/Ketik.co.id)

KETIK, PROBOLINGGO – Raluna Coffee kembali menjadi saksi ruang ilmu yang menghangatkan jiwa, Rabu 26 Mei 2025. Di tengah aroma kopi yang khas dan suasana malam Paiton yang tenang, kajian Sirah Nabawiyah terus digelar secara konsisten. Dua kali dalam sepekan, malam Selasa dan malam Jumat, kaum muda, mahasiswa, hingga masyarakat umum berkumpul untuk menambah wawasan dan menelusuri jejak sejarah peradaban Islam.

Setelah menyelesaikan pembahasan mendalam mengenai Khalifah Umar bin Khattab, kajian kini melangkah ke fase berikutnya: mengkaji kehidupan dan kepemimpinan Utsman bin Affan. Sahabat Rasulullah yang dikenal dengan sifat pemalu dan kedermawanannya, namun memiliki peran besar dalam perluasan wilayah Islam dan pengkodifikasian mushaf Al-Qur’an.8 

Di bawah kepemimpinan Mohammad Nurkholis Muslim, kajian ini tidak hanya menjadi ruang kajian semata, tetapi juga menjadi medan tafakur dan dialog sejarah yang hidup. Nurkholis memilih karya besar Husein Haikal sebagai rujukan utama kajian ini, karena pendekatan yang digunakan—antropologis, sosiologis, dan historis—mampu menyajikan sejarah secara utuh dan bernyawa.

“Buku ini tidak sekadar bercerita, tetapi mengajak kita menyelami bagaimana para sahabat berpikir, mengambil keputusan, dan merespons tantangan zaman,” ungkap Nurkholis saat sambutan penutup kajian terakhir buku Sirah Umar bin Khattab, Senin malam 26 Mei 2025.

Baca Juga:
Nabi dalam Realita Kita

Peserta kajian pun bukan sekadar datang untuk mendengar. Mereka mencatat, bertanya, mendiskusikan, bahkan merefleksikan nilai-nilai yang ditemukan dalam sirah ke dalam konteks kekinian. Diskusi pun berlangsung hangat dan egaliter, menjadikan kajian ini sangat diminati.

Setiap pertemuan, jumlah peserta bertambah. Mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa yang haus akan ilmu dan narasi sejarah yang otentik. Sebagian lainnya adalah guru, aktivis mahasiswa, hingga pegiat literasi lokal. Suasana kajian terasa akrab dan dinamis, jauh dari kesan kaku dan formal.

Kajian Sirah Nabawiyah ini bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi juga membentuk cara pandang. Ia membuka kesadaran bahwa sejarah bukan untuk dikenang semata, melainkan untuk diteladani dan dijadikan pelajaran bagi masa kini dan masa depan.

Ponirin Mika, pembina kajian ini, menekankan pentingnya mengenal sosok Nabi dan para sahabat. Menurutnya, teladan yang agung tidak lahir dari ruang hampa, melainkan dari sejarah yang nyata dan perjuangan yang konkret.

Baca Juga:
Kedai Kopi di Paiton Probolinggo Jadi Wadah Kajian Sirah Nabawiyah

“Banyak umat Islam tidak mengenal siapa para sahabat. Padahal, dari mereka kita bisa belajar bagaimana bersikap jujur, adil, berani, sabar, dan ikhlas. Kajian ini penting agar umat tidak tercerabut dari akar sejarahnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketika umat Islam memahami siapa Utsman bin Affan, maka mereka akan mengenal sosok pemimpin yang lembut tapi tegas, kaya tapi dermawan, pemalu tapi bijaksana. Sosok yang mencintai Al-Qur’an, dan rela mengorbankan hartanya demi Islam.

Tidak hanya terpaku pada satu referensi, kajian ini terbuka untuk beragam literatur. Peserta didorong untuk membaca dari banyak sumber, termasuk kitab klasik maupun buku-buku sejarah kontemporer. Dengan begitu, kajian ini tidak hanya memperkaya pengetahuan, tetapi juga membentuk wawasan kritis.

Kegiatan ini pun menciptakan ekosistem belajar yang inklusif. Raluna Coffee bukan sekadar tempat ngopi, tetapi menjadi semacam "madrasah malam" yang terbuka bagi siapa pun yang ingin mendalami Islam dengan pendekatan yang ilmiah, reflektif, dan dialogis.

Peserta tidak dibatasi usia atau latar belakang. Semua duduk sejajar. Ada yang datang dengan kitab, ada pula yang membawa laptop atau ponsel untuk mencatat poin-poin penting. Tak jarang, suasana menjadi emosional ketika membahas perjuangan dan pengorbanan para sahabat dalam membela kebenaran.

Nurkholis berharap, dengan mendalami sirah para sahabat, umat Islam akan memiliki identitas sejarah yang kuat. Tidak mudah digoyahkan oleh narasi asing yang meminggirkan peran Islam dalam membangun peradaban dunia.

Lebih dari itu, ia ingin generasi muda menjadikan sejarah Islam sebagai sumber inspirasi dalam merespons tantangan zaman. Bukan nostalgia romantis, tapi energi untuk bergerak dan membangun peradaban yang bermartabat.

Kajian ini pun menjadi bukti bahwa sejarah Islam tidak mati. Ia hidup, dan terus memberi napas kepada mereka yang ingin meniti jalan kebaikan. Sejarah adalah guru kehidupan, dan para sahabat Nabi adalah contoh terbaik dari manusia yang menapaki jalan itu dengan penuh kesungguhan.

Dengan suasana yang penuh makna dan nilai, Kajian Sirah Nabawiyah di Raluna Coffee Paiton menjadi gerakan kecil yang membawa pengaruh besar. Ia tidak hanya menghidupkan sejarah, tetapi juga menanamkan harapan baru bahwa Islam yang tercerahkan lahir dari generasi yang paham akan akarnya. (*)

Baca Sebelumnya

Wujudkan Program Unggulan, Bupati Pemalang Serahkan Bantuan Ambulans untuk 16 Desa

Baca Selanjutnya

Pansus DPRD Trenggalek Harap Ada Evaluasi Sebelum Penyertaan Modal ke BPR Jwalita Terealisasi

Tags:

Sirah Nabawiyah Khalifah Utsman bin Affan Raluna Coffe Paiton

Berita lainnya oleh Ponirin

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

9 Maret 2026 19:21

Abu Bakar Rohim Tegaskan DPD Partai Gelora Kabupaten Probolinggo Diisi Generasi Muda yang Potensial

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

9 Maret 2026 09:32

Gebrakan Gelora Tapal Kuda: Kabupaten Probolinggo Sukses Jadi Episentrum Konsolidasi Jawa Timur

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

6 Maret 2026 21:15

Resmikan Kampung Kerren, Pesantren Nurul Jadid Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pesisir

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar