Meneladani Jejak Sang Perintis: Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid

Jurnalis: Ponirin
Editor: Fisca Tanjung

4 Jan 2026 12:47

Thumbnail Meneladani Jejak Sang Perintis: Haul Masyayikh dan Harlah ke-77 Pondok Pesantren Nurul Jadid
Pelaksanaan haul akan diselenggarakan pada 18 Januari 2025 (Foto:Ponirin Mika/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Menjelang usia ke-77 tahun, Pondok Pesantren Nurul Jadid bersiap menggelar hajatan spiritual akbar berupa Haul Masyayikh dan Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-77 yang dipusatkan di Paiton, Probolinggo, pada Minggu, 18 Januari 2026.

Momentum tersebut menjadi ruang kontemplasi bagi puluhan ribu santri dan alumni untuk mengenang dedikasi para tokoh yang meletakkan fondasi pendidikan Islam di tanah Paiton.

Didirikan pada 1948, Pesantren Nurul Jadid lahir dari tangan dingin KH. Zaini Mun’im, ulama pejuang yang hijrah dari Madura akibat agresi militer Belanda.

Baca Juga:
Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

Berawal dari sebidang hutan belantara, KH. Zaini menyulap kawasan tersebut menjadi oase ilmu pengetahuan yang kini berkembang sebagai salah satu pesantren terbesar di Jawa Timur.

Haul tahun ini didedikasikan untuk mengenang sanad perjuangan para masyayikh yang telah wafat, di antaranya KH. Zaini Mun’im selaku pendiri dan pengasuh pertama (1948–1976), KH. Hasyim Zaini sebagai pengasuh kedua (1976–1984), KH. Abdul Wahid Zaini sebagai pengasuh ketiga (1984–2000), KH. Hasan Abdul Wafi selaku pengawas pesantren sekaligus pencipta lirik Shalawat Nahdliyah, KH. Abdul Haq Zaini sebagai Ketua Yayasan dan Dewan Pengasuh periode 2000–2010, KH. Nur Chotim Zaini sebagai Ketua Yayasan dan Dewan Pengasuh periode 2010–2014, serta KH. Faqih Zawawi yang lama mendedikasikan hidupnya sebagai pengawas pesantren demi menjaga stabilitas dan mutu pendidikan.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Panitia pelaksana telah merancang rangkaian acara yang sarat nilai kepesantrenan, mulai dari pembacaan Tahlil bersama pada pagi hari yang dilanjutkan dengan pelantunan Qosidah karya KH. Zaini Mun’im.

Kegiatan juga diisi dengan pembacaan Manaqib para masyayikh sebagai sarana ibrah bagi generasi muda untuk meneladani keteguhan prinsip para pendahulu.

Puncak acara akan digelar pada malam hari melalui Pengajian Umum yang menghadirkan dua ulama kharismatik, yakni KH. Abdul Ghofur Maimun dari Sarang, Rembang, dan KH. Abdullah Syamsul Arifin dari Jember, yang diharapkan dapat memberikan pencerahan intelektual bagi seluruh jamaah.

Pesantren Nurul Jadid secara resmi berharap seluruh alumni, wali santri, serta para simpatisan untuk hadir dan meramaikan rangkaian acara ini.

"Haul dan Harlah ini adalah momentum penyambung sanad antara santri dengan para guru. Kami berharap kehadiran para alumni dan wali santri untuk bersama-sama mendoakan para Masyayikh sekaligus mempererat tali silaturahmi," ujar Thohiruddin, Sekretaris Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo.

Perayaan ke-77 ini bukan sekadar penanda usia, melainkan refleksi perjalanan sebuah institusi pendidikan Islam dalam menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur kepesantrenan, sejalan dengan tema yang diusung, Dari Tradisi ke Transformasi.

Baca Sebelumnya

Puncak Arus Balik Nataru, Cek Jalur Alternatif dan Rekayasa Lalu Lintas Satlantas Polres Batu Sore Ini!

Baca Selanjutnya

Tangis di Balik Pel RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar! Puluhan Tahun Mengabdi, Diputus dalam Hitungan Hari

Tags:

Haul Masyayikh Pesantren Nurul Jadid probolinggo

Berita lainnya oleh Ponirin

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

18 April 2026 13:06

Menag Nasaruddin Umar: Pesantren Nurul Jadid Salah Satu Pesantren Terbaik di Indonesia

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

17 April 2026 18:18

Kunjungi Ponpes Nurul Jadid, Menteri Agama Dorong Pesantren Bangkitkan Semangat Baitul Hikmah

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

16 April 2026 11:39

Arumi Bachsin Ajak Siswa SDN Randutatah Konsumsi Ikan, 'Superfood' Lokal Pencegah Stunting

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

29 Maret 2026 21:08

Ingatkan Pengurus Pesantren, KH Abdul Hamid Wahid Tekankan 5 Pilar Pesantren dan Geopolitik

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

29 Maret 2026 20:31

Ribuan Pengurus dan Dosen Pesantren Nurul Jadid Ikuti Halalbihalal

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

29 Maret 2026 19:21

Ribuan Pengurus Hadiri Halalbihalal di Ponpes Nurul Jadid Probolinggo, Ini Pesan Penting Kiai Zuhri Zaini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda