KETIK, BANYUWANGI – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 tingkat nasional yang dipusatkan di Lapangan Taman Blambangan, Banyuwangi, berlangsung semarak.
Agenda tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu'ti, bersama Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, serta jajaran Forkopimda setempat.
Salah satu daya tarik utama dalam perhelatan ini adalah Stand Bazar Double Track. Stand ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara SMAN 1 Muncar dengan empat sekolah penyelenggara program Double Track lainnya di Banyuwangi, yakni SMAN Tegaldlimo, SMAN Wongsorejo, SMAN Bangorejo, dan SMAN Pesanggaran.
Dalam kunjungannya, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para siswa dan guru pembimbing. Salah satu momen penting terjadi saat Parwati, guru pembimbing dari SMAN 1 Muncar, memberikan penjelasan detail mengenai mekanisme program Double Track di tingkat SMA.
Kepada Mendikdasmen, Parwati memaparkan bagaimana program ini berhasil mensinergikan kurikulum akademis SMA dengan pembekalan keterampilan vokasi (keterampilan kerja). Penjelasan tersebut mendapat tanggapan positif dari Menteri, yang mengapresiasi upaya sekolah dalam menyiapkan lulusan yang memiliki daya saing tinggi.
Baca Juga:
Peringati Hardiknas, Universitas Negeri Malang Resmi Luncurkan UM Satu DataKolaborasi lintas wilayah ini menampilkan berbagai produk unggulan dari beragam keahlian klaster, di antaranya: Tata Boga, Tata Rias dan Desain Grafis
Gabungan kekuatan dari SMAN 1 Muncar, SMAN Tegaldlimo, SMAN Wongsorejo, SMAN Bangorejo, dan SMAN Pesanggaran ini membuktikan bahwa sinergi antarlembaga pendidikan mampu menciptakan ekosistem belajar yang jauh lebih produktif.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan rasa bangganya atas kemandirian para siswa SMA di wilayahnya. Sementara itu, Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pola kolaborasi yang dibawakan oleh sekolah-sekolah di Banyuwangi ini patut menjadi referensi nasional dalam mengoptimalkan potensi lokal melalui jalur pendidikan non-formal di dalam sekolah formal.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak SMA tidak hanya jago teori, tapi juga punya produk nyata yang layak bersaing di pasar,” ujar salah satu perwakilan panitia dari pihak sekolah.
Baca Juga:
Momen Haru Pertemuan Bupati Situbondo Bertemu Gurunya saat Upacara HardiknasAcara yang dihadiri ribuan pengunjung ini menjadi momentum penting bagi keinginan program Double Track. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, daerah, dan jajaran Forkopimda, program ini diharapkan terus berkembang dalam mencetak generasi muda Banyuwangi yang mandiri, kreatif, dan siap menjawab tantangan dunia kerja.(*)