Mendagri: 25 Desa Hilang Akibat Banjir dan Longsor Sumatera

9 Januari 2026 04:15 9 Jan 2026 04:15

Thumbnail Mendagri: 25 Desa Hilang Akibat Banjir dan Longsor Sumatera

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. (Foto: Lutfia/ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang juga Ketua Satgas rehabilitasi pascabencana Sumatera, Tito Karnavian mengungkapan tercatat 25 desa hilang akibat diterjang banjir dan longsor dalam bencana Sumatera.

25 Desa yang hilang tersebut terdiri dari 17 desa di Provinsi Aceh dan 8 desa di Sumatera Utara.

“Aceh menyampaikan ada kampung yang lain yang hilang. Tadinya 13 jadi 17. Akan kita cross check lagi. Apakah hilang betul karena terbawa banjir, longsor, ataukah terisolasi,” kata Tito dalam Konferensi Pers di Kantor Kemendagri, Kamis 8 Januari 2026.

Dia lantas menyebut jumlah desa hilang di Sumut belum ada delapan."Jadi ada 25 kira-kira jumlah desa yang hilang per hari ini," tambahnya.

Tito menyebut lokasi desa-desa yang hilang ini secara geologis adalah daerah rawan bencana. Maka dari itu, pemerintah tidak menyarankan agar warga kembali membangun tempat tinggal di area yang sebelumnya hilang.

Tito menjelaskan pemerintah masih terus berupaya mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Salah satunya dengan pembangunan hunian tetap (huntap).

Ia juga menyebut bag masyarakat yang memilih membangun hunian secara mandiri akan diberi bantuan uang sebesar yang dialokasikan untuk pembangunan huntap. Sesuai keputusan pemerintah, Huntap ini diperuntukkan bagi masyarakat yang huniannya masuk kategori rusak berat.

"Bisa saja yang bersangkutan tidak ingin relokasi tapi pindah tempat yang dipilih sendiri. Kalau yang dipilih sendiri, otomatis akan diberikan biaya indeksnya kalau membangun sendiri ya Rp 60 juta diberikan,” jelas Tito. (*)

Tombol Google News

Tags:

Mendagri 25 desa hilang bencana sumatera