Mencicipi Ronde Legendaris Pak Yanto, Isian Kacang Tanah Buat Ketagihan

Jurnalis: Fitra Herdian
Editor: Muhammad Faizin

15 Jul 2025 06:30

Thumbnail Mencicipi Ronde Legendaris Pak Yanto, Isian Kacang Tanah Buat Ketagihan
Nike Yulianda istri Pak Yanto, pemilik Ronde Semarang menunjukkan salah satu menu andalan, ronde campur, Senin, 14 Juli 2025. (Foto: Fitra/Ketik)

KETIK, SURABAYA – Sebuah gerobak, bertuliskan Ronde Semarang Pak Yanto di Jalan Dharmahusada, Surabaya ini tampak sangat sibuk. Pembeli antre untuk bisa mendapatkan satu mangkuk, kuliner tradisional bercita rasa khas.

Pembelinya dari berbagai kalangan, mulai anak-anak, orang dewasa, hingga orang tua. "Mulai ramai biasanya sore, pukul 20.00 WIB hingga 23.00 WIB. Ada yang bawa mobil dan motor juga," kata Pak Yanto, pemilik usaha Ronde Semarang, Senin, 14 Juli 2025.

Rata-rata pembeli ronde dan angsle, kata Pak Yanto merupakan langganan lamanya yang sudah mengetahui Ronde Semarang. Sebelum menempati Jalan Dharmahusada, di parkiran lama Pusat Oleh-oleh Bu Rudy, mereka berdagang di Jalan Manyar, Surabaya.

Pilihan Ronde Semarang Pak Yanto yang telah ada sejak 1975 ini sangat beragam, seperti ronde campur yang terdiri dari pacar cina, mutiara, parutan kelapa, dan ronde berukuran kecil dan besar.

Baca Juga:
Di Tengah Himpitan Lahan Sewa, Semanggi Otentik Bu Suwati Bertahan di Alas Malang

Loyalnya pembeli, dikatakan Pak Yanto karena mereka mempertahankan resep dan tidak pernah mengubahnya.

"Kami pakai cara tradisional, turun temurun. Sudah generasi ketiga sekarang," terang Nike, istri Pak Yanto yang saat itu ikut mendampingi suaminya.

Cita rasa khas ronde buatan Pak Yanto ada pada isiannya, yaitu kacang yang banyak. Selain itu balutan tepung beras, sebagai bahan ronde sangat kenyal ditambah hangatnya kuah ronde yang berasal dari jahe emprit, membuat pembeli menyukainya.

 

Baca Juga:
Mesin Waktu di Sudut Gubeng Surabaya, Menyelami Mini Museum Sambil Menyantap Hangatnya Steak

Foto Menu Ronde Semarang, seperti serabi, ronde balur kacang, dan ronde campur. Menu ini paling diminati pembeli. (Foto: Fitra/Ketik)Menu Ronde Semarang, seperti serabi, ronde balur kacang, dan ronde campur. Menu ini paling diminati pembeli. (Foto: Fitra/Ketik)

 

Nurika, salah satu pembeli mengatakan, dirinya mengetahui kuliner ini dari media sosial. Kendati demikian, ia langsung merasa cocok dengan rasanya karena berbeda dari ronde yang lain.

"Enak. Kenyal rondenya. Kuah ronde yang mengandung jahe juga pas. Cocok sekali ini apabila dinikmati ketika musim hujan atau berangin seperti saat ini. Badan menjadi hangat, terangnya kepada Ketik.

Selain menjual ronde, Pak Yanto juga menjual angsle, tauwa, wedang kacang tanah, wedang ronde balur, wedang ronde besar, serabi aren, wedang ronde kecil, dan menu baru ketan bubuk.

Sejarah Panjang Ronde 

Ronde merupakan makanan tradisional asal China yang berbuat dari tepung ketan atau beras berbentuk bulat. Melansir jurnal usai.ac.id, ronde mempunyai sejarah panjang.

Di China, tradisi makan ronde dilakukan ketika perayaan musim dingin (Dongzhi). Pada zaman dulu, masyarakat China percaya, jika makan ronde saat musim dingin dapat memberikan kehangatan dan energi.

Selain itu dari bentuknya yang bulat juga dianggap sebagai simbol harmoni dan kesatuan.

Di Indonesia, ronde menjadi salah satu jajanan populer, terutama di daerah seperti Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Sajian ini biasanya ditemukan di malam hari, karena dipercaya memberikan efek hangat bagi tubuh berkat kuah jahe yang pedas manis. (*)

Baca Sebelumnya

SDN Pakis III Surabaya Mulai MPLS, Didominasi Kehadiran Ayah Sesuai Program SEBAYA

Baca Selanjutnya

Sound Horeg Difatwa Haram, Pemkot Malang Masih Tunggu Regulasi dari Pemprov Jatim

Tags:

Ronde Kuliner Surabaya ronde Semarang Ronde pak Yanto China

Berita lainnya oleh Fitra Herdian

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

16 April 2026 05:31

Eksplorasi Rasa, Teh Lokal Jadi Minuman Berkelas di Tangan Mixologist Andal

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

15 April 2026 22:05

Samuel Kristianto Jalani Sidang Perdana Kasus Rumah Nenek Elina Surabaya

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

15 April 2026 16:11

Jumlah Penumpang Bandara Juanda Naik 4 Persen, 3 Negara Ini Jadi Favorit

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

14 April 2026 19:26

2 Kali Kalah, Langkah Brunei Darussalam Semakin Berat di ASEAN U-17 Boys Championship 2026

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

14 April 2026 15:43

Lengkap! Ini Jadwal Seleksi Lowongan Kerja BLUD RSUD Dr Soetomo

BLUD RSUD Dr Soetomo Buka 31 Lowongan Pekerjaan, Cek Daftarnya di Sini!

14 April 2026 14:30

BLUD RSUD Dr Soetomo Buka 31 Lowongan Pekerjaan, Cek Daftarnya di Sini!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H