Menawarkan Harga Terlampau Murah, Model Bisnis Temu Jadi Kontroversi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: M. Rifat

24 Jun 2024 01:31

Thumbnail Menawarkan Harga Terlampau Murah, Model Bisnis Temu Jadi Kontroversi
Ilustrasi aplikasi Temu. (Foto: Adobe Stock)

KETIK, JAKARTA – Aplikasi e-commerce Temu belakangan ini menjadi bahan perbincangan masyarakat. Hal ini tak lain karena model bisnis dari aplikasi asal Tiongkok ini yang bisa mengancam keberadaan UMKM di Indonesia.

Pasalnya, Temu menyediakan penjualan barang secara crossborder yang mempertemukan pembeli langsung dengan pabrik selaku produsen barang. Dengan model bisnis seperti ini sudah barang tentu harga yang ditawarkan akan semakin murah, bahkan jauh di bawah harga UMKM di Indonesia.

Praktik bisnis dari Temu ini sudah berjalan di beberapa negara. Salah satunya Amerika Serikat. Bahkan di negeri Paman Sam tersebut Temu menuai sejumlah kontroversi yang berkaitan dengan regulator setempat.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Isy Karim menegaskan belum ada izin atas aplikasi Temu beroperasi di Indonesia. Namun, pengawasan tetap dilakukan. Dirinya bahkan sudah mengecek ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terkait keberadaan aplikasi tersebut.

Baca Juga:
Dilema Pedagang Kecil Saat Harga Plastik Naik, Harga Jual Tak Berani Ikut

"Itu bertentangan dengan PP 29 Tahun 2021. Jadi kalau setiap kegiatan dari factory ke consumer harus ada perantaranya, ada harus distributor. Jadi tidak bisa dari pabrik langsung ke konsumen," jelas Isy.

Dilansir dari berbagai sumber berikut ini kami ulas beberapa fakta terkait aplikasi Temu.

1. Berkantor pusat di Boston, Amerika

Walaupun merupakan aplikasi E-commerce asal Tiongkok, namun Temu berkantor pusat di Boston. Perusahaan ini berada di bawah China PDD Holdings.

Baca Juga:
Imbas Konflik Timur Tengah, Harga Plastik Melejit Bikin Pedagang Menjerit

Temu mengklaim bahwa harga murah dari produk yang mereka tawarkan adalah berkat "jaringan luas perusahaan induk PDD Holdings yang terdiri lebih dari 11 juta pemasok", demikian dilansir Tom’s Guide.

2. Menyediakan berbagai macam kebutuhan

Sama seperti e-commerce lain, Temu tentu saja menyediakan berbagai macam barang dan kebutuhan yang dicari oleh konsumen. Barang yang dijual mulai dari produk fashion, peralatan rumah tangga, skin care, makanan, minuman dan masih banyak lagi.

3. Pernah mendapat tuduhan jual produk kerja paksa

Karena menjual produk dengan harga yang murah, Temu pernah dituduh menjual barang hasil kerja paksa pada tahun 2002. Harga yang ditawarkan tergolong sangat rendah bahkan masih di bawah Shein dan pengecer lainnya, perusahaan tersebut tidak mempublikasikan audit fasilitas manufakturnya untuk memastikan mereka tidak melakukan hal tersebut.

4. Kecurigaan dalam penggunaan data pelanggan

Seperti banyak aplikasi lainnya, Temu juga mengumpulkan data dan informasi dari ponsel Anda. Namun, pengumpulan data ini tentu saja menjadi salah kontroversi karena Temu memiliki kedekatan dengan partai komunis china (PKC)

Kedekatan ini tentu menjadi permasalahan tersendiri karena Temu juga beroperasi di Amerika Serikat. Seperti yang kita tahu jika hubungan antara PKC dengan Amerika Serikat tidak begitu baik.

Selain itu, mereka juga mengumpulkan lebih banyak informasi tentang Anda dari sumber pihak ketiga, termasuk penjual Temu, catatan publik, media sosial, pialang data, biro kredit, dan mitra pemasaran.(*)

Baca Sebelumnya

PDI Perjuangan Tugaskan Hengky Kurniawan Jadi Calon Wali Kota Blitar

Baca Selanjutnya

Operasi Katarak Bakti Kesehatan Polda DIY Sambut Hari Bhayangkara ke-78

Tags:

teknologi e commerce Temu aplikasi Harga Murah Pabrikan ancaman UMKM

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar