Memulihkan "Wajah" Mereka yang Terpinggirkan di Sleman

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: Al Ahmadi

5 Feb 2026 21:21

Thumbnail Memulihkan "Wajah" Mereka yang Terpinggirkan di Sleman
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Sleman, Ludiyanta, memaparkan urgensi kepemilikan dokumen kependudukan bagi kelompok rentan dan marginal dalam acara sosialisasi Perlindungan Sosial Inklusif di Sleman, Kamis, 5 Februari 2026. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

KETIK, SLEMAN – Bagi sebagian besar warga, selembar Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau akta kelahiran mungkin hanya dianggap sebagai pelengkap dompet.

Namun, bagi kelompok marjinal mulai dari lansia yang dibuang keluarga hingga pengidap gangguan jiwa yang menggelandang di jalanan dokumen tersebut adalah "nyawa" kedua.

Tanpa identitas, negara menganggap mereka tidak ada, dan bantuan sosial pun mustahil mampir.

Urgensi inilah yang menjadi motor penggerak Dinas Sosial Kabupaten Sleman untuk terus memburu identitas bagi warga "tak kasat mata" di wilayahnya.

Baca Juga:
Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Sleman, Ludiyanta, mengungkapkan bahwa identitas kependudukan adalah prasyarat mutlak untuk memutus rantai keterasingan kelompok marginal dari layanan dasar pemerintah.

"Dokumen kependudukan adalah kunci aksesibilitas. Tanpa itu, mereka tidak bisa menyentuh jaminan kesehatan, pendidikan, apalagi bantuan sosial," ujar Ludiyanta dalam paparannya, Kamis, 5 Februari 2026.

Tembok Buntu Dokumen

Masalahnya, proses ini tak semudah membalik telapak tangan. Kelompok marginal sering kali terbentur tembok birokrasi karena sama sekali tidak memiliki dokumen dasar atau keluarga sebagai penjamin. Di sinilah peran "Laporan Sosial" menjadi krusial.

Laporan ini disusun oleh pekerja sosial melalui asesmen mendalam yang mencakup kondisi fisik, psikologis, hingga spiritual si subjek atau yang dalam istilah teknis disebut Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).

"Laporan sosial ini menjadi landasan bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk menerbitkan identitas baru bagi mereka yang benar-benar 'putus' sejarahnya," tambah Ludiyanta.

Melalui Uji Biometrik dan Rumah Klidon

Dinas Sosial Sleman menerapkan protokol ketat dalam menangani temuan di lapangan. Jika Satpol PP menjangkau gelandangan atau orang terlantar yang terindikasi gangguan jiwa (ODGJ), langkah pertama adalah stabilisasi medis di RS Grhasia atau merujuknya ke rumah penampungan sementara.

Langkah berikutnya adalah Tes Biometri. Melalui kerja sama dengan Disdukcapil, tim akan memindai sidik jari atau iris mata untuk mencari jejak di basis data nasional.

"Jika ditemukan: Tim akan melakukan upaya reunifikasi mengembalikan mereka ke pelukan keluarga sesuai alamat yang tertera. Namun jika nihil: Negara hadir dengan menerbitkan identitas baru," jelasnya.

Menariknya, bagi mereka yang tidak memiliki alamat, Dinsos kerap mengalamatkan dokumen mereka di Rumah Penampungan Sementara (RPS) Klidon sebagai basis domisili hukum agar mereka bisa mengakses layanan kesehatan.

Catatan Tahun Lalu dan Keberlanjutan

Sepanjang tahun 2025, Dinsos Sleman mencatat progres yang signifikan. Sebanyak 69 akta kelahiran bagi anak terlantar berhasil diterbitkan.

Selain itu, pengecekan biometri dilakukan terhadap 20 lansia, 35 ODGJ, dan 14 orang terlantar lainnya. Tujuh orang di antaranya telah berhasil mengantongi KTP baru setelah proses verifikasi yang panjang.

Upaya ini dipastikan tidak akan berhenti. Ludiyanta menegaskan bahwa pada tahun 2026, anggaran untuk fasilitasi identitas kelompok marginal tetap menjadi prioritas.

"Negara tidak boleh absen hanya karena seseorang tidak punya KTP. Kami akan terus memfasilitasi agar setiap warga negara, seburuk apa pun kondisinya, tetap mendapatkan haknya," pungkasnya. (*)

Baca Juga:
Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini
Baca Sebelumnya

Upaya Wakil Ketua Dewan Suyatno Perjuangkan Nasib Karyawan Rita Dapat Lampu Hijau Dari Sekda Cilacap

Baca Selanjutnya

Balongpanggang Bangga! Musrenbang Dihadiri Bupati, Empat Prioritas Pembangunan Jadi Sorotan

Tags:

Perlindungan Sosial Kelompok Marginal Dinas Sosial Sleman Identitas Kependudukan KTP Elektronik Rehabilitasi Sosial Hak Warga Negara ODGJ Lansia Terlantar Inklusi Sosial administrasi kependudukan Sleman kebijakan publik Biometrik Akses Kesehatan

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

15 April 2026 14:31

Digitalisasi Rusunawa Sleman: Dari SIMRUWA hingga Target Hunian Kelas Satu

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H