KETIK, SURABAYA – Gerakan Pramuka, Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Timur menggar Jamboree On The Air dan Jamboree On The Internet (JOTA-JOTI) tingkat daerah 2026.
Kegiatan ini berlangsung di Kantor Kwarda Jawa Timur, dibuka oleh Sekretaris Kwarda Jawa Timur, Kak Bambang Suyanto, S.H., S.Sos., M.Si., mewakili Ketua Kwarda Pramuka Jatim, H. M. Arum Sabil, S.P., S.H., M.KL, Jumat, 16 Oktober 2026.
Upacara pembukaan JOTA-JOTI berlangsung khidmat, dihadiri langsung oleh 76 perwakilan pandu terpilih dari berbagai Kwartir Cabang (Kwarcab) seluruh Jawa Timur.
Para delegasi ini memenuhi ruang utama pertemuan Kwarda. Hadirnya mereka menandai dimulainya operasi transmisi komunikasi stasiun amatir radio dan jaringan digital yang akan beroperasi hingga Minggu, 18 Oktober 2026.
Sebelum rangkaian pidato resmi dimulai, pembukaan ini ditandai dengan kekhidmatan prosesi Adat Brawijaya yang dipimpin langsung oleh Ketua Dewan Kerja Daerah (DKD) Jawa Timur, Yusya Giri Pangestu, S.I.Kom.
Baca Juga:
Pramuka Kwarda Jatim Gelar Makan Malam Kebersamaan di Atas KRI Makassar 590 Menuju Baksos SumenepKehadiran pusaka adat yang dihiasi ronce bunga melati di tengah ruangan menjadi simbol kuat pelestarian nilai-nilai luhur dan kearifan lokal. Prosesi ini mengirimkan pesan diplomatis bahwa di tengah pesatnya penetrasi teknologi global, pemuda Jawa Timur tetap berpijak teguh pada identitas budaya bangsa.
"Keterlibatan Pramuka tidak lagi terbatas pada kegiatan lapangan konvensional, melainkan harus mampu beradaptasi dan mendominasi ruang diplomatis digital," jelas Bambang.
Tahun ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui pengusungan tema sentral kegiatan, yakni “A Peaceful and Inclusive World: Youth Voices for SDGs” (Dunia yang Damai dan Inklusif: Suara Pemuda untuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan).
"Kami berharap, peserta tidak sekadar terhubung secara teknis memancarkan gelombang radio amatir atau bertukar pesan digital lintas benua. Infrastruktur teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai sarana kampanye perdamaian," lanjutnya.
Baca Juga:
Kak Achmad Maskurochman Kawal Rangkaian Aksi Bersih Pantai Slopeng dalam Pelayaran Hari Jadi ke-81 JatimIa juga mendorong para pandu untuk berani menyuarakan penolakan terhadap segala bentuk diskriminasi, serta mengambil peran kepemimpinan aktif untuk memastikan lingkungan masyarakat dan Gerakan Pramuka tetap aman dan inklusif bagi semua golongan.
Fase tatap muka yang tengah berlangsung ini sebenarnya merupakan puncak dari rangkaian agenda masif yang telah diinisiasi sebelumnya. Sebelum stasiun utama mengudara secara luring di Surabaya, penyelenggara telah sukses mengeksekusi sesi pra-kegiatan berskala nasional secara daring.
Berdasarkan data panitia pelaksana, sesi pembekalan daring yang dilangsungkan pada 12 hingga 14 Oktober 2026 tersebut berhasil mencatat rekor partisipasi spektakuler, menembus angka 1.211 peserta terdaftar.
Tingginya antusiasme pada sesi daring tersebut tidak hanya didominasi oleh perwakilan internal provinsi, tetapi juga melibatkan partisipan dari 16 Kwartir Daerah lain di seluruh Indonesia. Fakta ini menegaskan bahwa pedoman operasional dan silabus teknis yang dirancang oleh DKD Jawa Timur telah diakui dan menjadi standar referensi bagi penyelenggaraan komunikasi kepanduan di tingkat nasional.
Pembekalan tersebut dinilai krusial untuk memastikan kesiapan etika dan teknis peserta sebelum mereka benar-benar mengarungi frekuensi global.
Di lapangan, kelancaran transmisi sinyal radio internasional ini tidak lepas dari dukungan krusial pihak profesional. Kwarda Jawa Timur secara konsisten mempertahankan kemitraan teknis yang solid dengan Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Daerah Jawa Timur.
Sinergi lintas lembaga ini memastikan operasional callsign resmi stasiun Kwarda Jatim, YH3AAJ, mematuhi regulasi telekomunikasi nasional dan standar frekuensi internasional, menjamin agar pesan perdamaian pemuda Jawa Timur dapat membelah ruang udara secara legal dan menjangkau berbagai belahan dunia. (*)