MBG di SMP Negeri 13 Surabaya Basi, Ini Catatan Ombudsman Jatim

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

28 Feb 2025 07:45

Thumbnail MBG di SMP Negeri 13 Surabaya Basi, Ini Catatan Ombudsman Jatim
Ombudsman Jatim melihat langsung mekanisme MBG di SMP Negeri 13 Surabaya, Kamis, 27 Februari 2025. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Ombudsman Jatim mendapati temuan bahwa ada menu dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 13 Surabaya basi. Temuan ini didapatkan dari uah dan sayur basi serta tidak ada pemetaan alergi yang dialami siswa.

"Kami memeroleh dari siswa ternyata menu MBG ada yang basi, lebih banyak menyentuh dua hal, buah dan sayur," ujar Kepala Keasistenan Pencegahan Mal Administrasi Ombudsman RI Perwakilan Jawa Timur, Ahmad Azmi, Kamis, 27 Februari 2025.

Azmi menjelaskan beberapa jenis buah yang basi adalah melon. Temuan ini pun menjadi catatan tersendiri oleh Ombudsman. Selain itu, juga ada permasalahan dalam pendataan dan pendistribusian yang tidak sesuai.

"Ada mekanisme pendataan yang dilakukan pihak Dispendik (Dinas Pendidikan) ke siswa. Masalahnya proses pendataan itu, terutama berkaitan dengan alergi makanan dilakukan inisiatif sekolah dan Dispendik, tapi tidak didorong oleh BGN (Badan Gizi Nasional) selaku penyelenggara program," ungkapnya.

Azmi mencatat pendistribusian MBG di Surabaya masih belum sesuao denbam UU 25 tahun 2009 terkait pelayanan publik. "Dimana salah satu komponen standar pelayanan itu memastikan unsur evaluasi kerja," jelasnya.

Menu pendistribusian makanan bergizi gratis itu diinformasikan kepada pengguna/penikmat MBG itu. Teknisnya adalah semua siswa diperkenankan memberikan masukan terkait dengan menu yang dia makan. "Hal ini dijadikan bahan evaluasi terhadap pembuatan menu pada MBG berikutnya," kata Azmi.

"Kami melihat di lapangan, beberapa siswa tidak diberikan instrumen jelas dari BGN untuk mengevaluasi yang dia nikmati. Lebih seringnya siswa menyampaikan umpan balik kepada sekolah dan sekolah baru menyampaikan kepada BGN. Inisiatif itu baru muncul dari sekolah," beber Azmi.

Catatan lainnya, MBG ini adalah treatment bagi pelaksanaan anak Indonesia yang lebih bergizi. Sehingga harusnya, mekanisme MBG dibarengi evaluasi bergizi atau tidak.

"MBG itu treatment, maka harus ada alat evaluasi untuk mengukur keberhasilan treatment tersebut, melihat ada pelaksanaan tersebut yang diinisiatifi oleh BGN. Inisiatif itu justru muncul dari pihak sekolah yang melakukan treatment dengan menu makanan yang mereka terima. Makanya dilakukan evaluasi terhadap gizi yang diterima siswa," ungkapnya.

"Kami dari Ombudsman akan melakukan memformulasikan temuan dan akan memberikan masukan dari beberapa pihak yang berkaitan dengan ini," tegas Azmi.

Sementara itu, Humas SMPN 13 Surabaya, Karyadi mengakui kalau memang ada beberapa keluhan dari siswa terkait menu MBG. "Memang ada beberapa kali makanan mengalami hambatan, mereka alergi dan ada yang tidak termakan. Kadang buahnya ada yang kecut," katanya.

Karyadi memastikan bahwa pihak sekolah sebenarnya telah menyampaikan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). "Kita sebagai user, kita hanya menyampaikan ke tim MBG bahwasannya hari ini ada buah yang misalnya asam dan keluhan anak-anak," kata dia.

"Kalau selama ini yang disampaikan anak-anak di awal, banyak keinginan. Awal-awal menyampaikan masakannya kurang empuk. Akhir-akhir ini buahnya, mungkin dikupas agak pagi dan dimakan siang hari rasanya kayak mau basi," pungkas Karyadi. (*)

Baca Juga:
Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah
Baca Juga:
Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang
Baca Sebelumnya

Wujud Nyata Ketahanan Pangan, Divif 2 Kostrad Panen Raya Bersama Masyarakat

Baca Selanjutnya

Program MBG Dapat Respons Positif dari Pelaku Usaha hingga Jurnalis

Tags:

MBG di SMPN 13 Surabaya Basi MBG Basi Makan bergizi gratis Ombudsman Jatim Jawa timur

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H