May Day, Buruh di Yogyakarta Turun ke Jalan, Sampaikan Ini untuk Prabowo-Gibran

Jurnalis: Fajar Rianto
Editor: M. Rifat

1 Mei 2024 10:09

Thumbnail May Day, Buruh di Yogyakarta Turun ke Jalan, Sampaikan Ini untuk Prabowo-Gibran
Peserta aksi saat berada di jalan Malioboro. Mereka long march dari Taman Parkir ABA menuju Titik Nol Yogyakarta (1/5/2024) (Foto: Via/Ketik.co.id)

KETIK, YOGYAKARTA – Di tengah panasnya terik matahari kota Yogyakarta Rabu siang (1/4/2024), aksi besar May Day memperingati hari buruh dilakukan sejumlah massa.

Mereka berkumpul di Tugu Yogyakarta dan Taman Parkir Abu Bakar Ali, dilanjutkan long march menuju Titik Nol Yogyakarta di Kawasan Malioboro.

Dalam aksi itu, massa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah utamanya presiden dan wakil presiden terpilih pada Pemilu 2024 yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Pertama, buruh di Yogyakarta kembali mendesak pemerintahan yang baru agar mencabut Undang-Undang (UU) Cipta Kerja kemudian langsung mengganti regulasi ketenagakerjaan tersebut.

Baca Juga:
Prabowo Puji Satgas PKH Selamatkan Aset Hutan Rp370 Triliun, Setara 10% APBN

"Kami minta kepada presiden yang baru, Prabowo Subianto untuk mencabut UU Cipta Kerja sehingga bisa menghapus sistem kontrak dan outsourching," ucap Irsyad Ade Irawan, Koordinator Majelis Pekerja Buruh Indonesia (MPBI) Yogyakarta kepada wartawan.

Selagi menunggu pengganti UU Cipta Kerja, Irsyad minta pemerintah kembali menerapkan UU Nomor 13 Tahun 2023 tentang ketenagakerjaan. Dengan begitu, pengaturan soal upah minimum dan pesangon diatur dalam regulasi lama tersebut.

Foto Para peserta aksi di Titik Nol Yogyakarta. (Foto: Via/Ketik.co.id)Para peserta aksi di Titik Nol Yogyakarta. (Foto: Via/Ketik.co.id)

Tuntutan lain adalah meminta Prabowo-Gibran untuk segera merealisasikan program reforma agraria, memecahkan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PRT) dan UU Kesejahteraan Ibu dan Anak serta buruh migran agar mendapatkan perlindungan lebih baik.

Baca Juga:
Pabrik Kendaraan Listrik PT VKTR di Magelang Diresmikan Prabowo Milik Siapa? Ini Profilnya

"Mewakili demonstran, kami juga ingin Kementerian Ketenagakerjaan segera mengadaptasi seiring berkembangnya ekonomi kreatif (ekraf), maka perlu ada sekian peraturan perundang-undangan yang bisa mengatur para pekerja ekraf terutama seniman atau pegawai seni," terangnya.

Sementara itu, Irsyad juga menuntut kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), agar segera merevisi Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2024 minimal 15 persen.

Dirinya menganggap, jika upah minimum di Yogyakarta jauh lebih rendah dari Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Berdasarkan survei yang ia lakukan bersama buruh lainnya, KHL di Yogyakarta sekitar Rp3,5-4 juta. Padahal yang terjadi, rata-rata upah minimum di Yogyakarta di angka Rp 2 juta.

Besaran upah itu, dianggap terlalu murah. Imbasnya, banyak buruh yang tidak bisa untuk membeli rumah.

"Jadi kami minta Pemda DIY harus melakukan pembangunan perumahan murah untuk buruh", tegasnya.

Selain itu, Pemda DIY diminta menyediakan transportasi buruh seperti menyediakan Trans Jogja dengan rute yang melewati kawasan pabrik serta bisa memberikan diskon kepada anggota pekerja serikat buruh.

"Tak kalah pentingnya juga, secara bertahap Pemda DIY juga harus bisa memberikan beasiswa pendidikan bagi buruh dan kekeluarganya", pintanya.

Terakhir, massa mendorong Pemda DIY agar segera melakukan penguatan bagi buruh untuk mendapatkan pendapatan di luar upah yakni melalui koperasi. (*)

Baca Sebelumnya

Masa Aliansi Bara Api Blokade Jalan Surabaya, Ini 27 Tuntutannya

Baca Selanjutnya

Inilah Sosok Nayunda Nabila, Biduan yang Disebut Terima Uang dari SYL

Tags:

May Day Hari Buruh Aksi Buruh Demo Buruh Kota Yogyakarta Titik nol prabowo Gibran Pemda DIY

Berita lainnya oleh Fajar Rianto

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

15 April 2026 12:27

Zulfikri Sofyan: Vonis Bebas di PN Ruteng NTT Adalah Lompatan Keadilan Substantif

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

14 April 2026 15:49

Strategi Bidang Cipta Karya DPUPKP Sleman Wujudkan Kedaulatan Air Desa: Menuju PAMdes yang Mandiri

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

13 April 2026 22:04

Pemkab Sleman dan Pengadilan Agama Perkuat Sinergi, Bidik Penurunan Pernikahan Dini

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

13 April 2026 15:21

Intip Perencanaan Sumber Daya Air (SDA) Sleman Tahun N+1: Fokus Rehabilitasi Irigasi dan Embung

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

9 April 2026 16:31

Pengamat Hukum Yogyakarta: Inkonsistensi Aktivis Ancam Kredibilitas Gerakan Anti-Korupsi

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

9 April 2026 16:18

Sleman Genjot Pemeliharaan Jalan, DPUPKP Targetkan Kemantapan Infrastruktur 80 Persen

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar