KETIK, JAKARTA – Nama H. Abdullah Nurawi semakin dikenal di kalangan umat Islam Jawa Timur (Jatim) setelah dikukuhkan sebagai Bendahara Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim periode 2025-2030.
Sosok yang akrab disapa Haji Alwi ini memiliki perjalanan hidup yang penuh inspirasi. Lahir dari keluarga keturunan Tionghoa asal China, ia merupakan seorang mualaf yang kini aktif dalam berbagai bidang, mulai dari dakwah, sosial kemasyarakatan, hingga pengembangan syiar Islam.
Jauh sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Bendahara MUI Jatim, Haji Alwi telah dikenal sebagai salah satu tokoh penting di balik keberadaan Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya. Ia ditunjuk sebagai Ketua Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia.
Di bawah kepemimpinannya, Masjid Cheng Hoo tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan pembinaan umat.
Karena bagi Haji Alwi, Islam tidak hanya dimaknai sebagai ajaran tentang ibadah, tetapi juga sebagai nilai yang mengajarkan kepedulian sosial, persaudaraan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.
Baca Juga:
Kukuhkan 168 Pengurus, MUI Kota Probolinggo Siap Rumuskan Program Strategis 5 Tahun ke DepanBerbagai program kemanusiaan, bantuan masyarakat, hingga penyaluran zakat telah dilakukan untuk membantu ribuan penerima manfaat.
Selain itu, ia juga dikenal sebagai sosok yang konsisten menjaga semangat toleransi dan keharmonisan antar umat beragama.
Melalui Masjid Cheng Hoo, ia turut memperkuat pesan bahwa keberagaman etnis dan budaya dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai keislaman.
Kali ini, ia sudah dikukuhkan sebagai Bendahara MUI Jatim. Pengukuhan sebagai Bendahara MUI Jawa Timur menjadi babak baru dalam perjalanan Haji Alwi.
Baca Juga:
HSN 2025: Ulama Probolinggo Ingatkan Santri Tetap Jaga PersatuanAmanah tersebut menjadi bentuk kepercayaan atas pengalaman dan kontribusinya dalam membangun kehidupan umat yang harmonis dan inklusif di Jawa Timur.
Sosok Haji Alwi membawa pesan bahwa Islam hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai ruang persatuan, kepedulian, dan kebersamaan bagi seluruh elemen masyarakat. (*)