KETIK, SURABAYA – Sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi di Taman Apsari depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya pada Senin, 15 Juni 2026. Demonstrasi ini dilakukan oleh gabungan dari massa aksi kamisan, mahasiswa dan ratusan elemen sipil.

Mereka memakai pakaian dominan hitam, sambil membawa spanduk bertuliskan kekecewaan terhadap pemerintah, seperti ketidakstabilan ekonomi, kenaikan harga BBM dan lain sebagainya. 

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Kamisan Surabaya, Muhammad Ikhsan Aditya mengatakan demonstrasi ini diinisiasi oleh Aksi Kamisan Surabaya dan Aliansi Rakyat Surabaya Menggugat.

"Tujuan aksi ini adalah sebagai wadah sekaligus respons kami terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada rakyat, seperti UU TNI, program Makan Bergizi Gratis (MBG)," katanya.

Selain itu, mereka dalam demonstrasi ini juga merespons memburuknya stabilitas ekonomi, pelemahan rupiah yang diprediksi terus berlanjut. Mereka khawatir kejadian ini memicu kenaikan harga BBM dan kebutuhan pokok di masa mendatang.

Baca Juga:
3 KK Mengungsi Dampak Kebakaran di Tambak Segaran Wetan Surabaya

"Kondisi ekonomi kita hari ini semakin mencemaskan. Angka rupiah mendekati Rp18.000. Bahkan prediksi dari ekonom (nilai tukar rupiah) bisa sampai angka Rp22.000," ungkapnya.

Demonstrasi yang berlangsung mulai pukul 15.00 WIB ini terpantau berjalan aman dan lancar. Massa terlihat mulai meninggalkan lokasi mendekati pukul 17.30 WIB. 

Sementara itu dari pantauan Ketik.com, area depan Gedung Negara Grahadi dijaga oleh aparat kepolisian. Pagar kawat berduri sudah tampak dipasang sejak sore tadi, serta terdapat mobil water canon yang sudah terparkir. (*)

Baca Juga:
Industri Makanan dan Minuman Jatim Tumbuh 11,6 Persen, PDRB Tembus Rp451 Triliun