Masjid Tiban Babussalam Probolinggo, Antara Sejarah Lisan dan Ikhtiar Kesembuhan

Jurnalis: Eko Hardianto
Editor: Mustopa

29 Des 2025 11:06

Thumbnail Masjid Tiban Babussalam Probolinggo, Antara Sejarah Lisan dan Ikhtiar Kesembuhan
Madjid Tiban Babussalam Probolinggo (Foto: Eko/Ketik.com)

KETIK, PROBOLINGGO – Masjid Tiban Babussalam di Kota Probolinggo dikenal luas sebagai masjid tua yang sarat cerita. Masjid ini kerap disebut sebagai masjid yang tiba-tiba berdiri. Hingga kini, kisah itu tetap hidup di tengah masyarakat dan menjadi bagian dari identitas kawasan sekitarnya.

Masjid ini berada di Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Lokasinya berada di jalur utama Pantura yang ramai dilalui kendaraan antar kota dan antar provinsi. Meski berada di tepi jalan nasional yang padat, suasana di dalam masjid dikenal tenang.

Nama Babussalam sendiri.berarti pintu keselamatan dan keridhaan Allah Swt. Bagi warga, nama tersebut dimaknai sebagai harapan agar masjid menjadi tempat mencari ketenangan, baik bagi warga sekitar maupun para pendatang.

Sebutan ‘tiban’ muncul karena tidak adanya catatan tertulis tentang siapa pendiri dan kapan masjid ini pertama kali dibangun. Cerita yang berkembang, masjid ini seolah muncul dalam waktu singkat. Warga lalu menyebutnya sebagai masjid yang tiba-tiba ada.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan Sarana Air Bersih di Bromo, Dukung Wisata Berkelanjutan dan Kenyamanan Pengunjung

Samsul Arifin, warga setempat, mengatakan cerita itu sudah ia dengar sejak kecil. “Orang tua saya bilang masjid ini sudah ada sejak dulu. Tidak tahu siapa yang bangun,” ujarnya, Minggu, 28 Desember 2025.

Pendapat serupa disampaikan Siti Rohmah. Menurutnya, cerita masjid tiban sudah menjadi bagian dari keseharian warga. “Kalau orang luar heran itu biasa. Kami sudah terbiasa dengar ceritanya,” katanya.

Sebagian warga mengaitkan masjid ini dengan Syekh Maulana Ishaq, tokoh penyebar Islam di Jawa Timur. Cerita itu berkembang dari tradisi lisan. 

Di sekitar masjid juga terdapat sejumlah lokasi yang dipercaya sebagai petilasan. Ahmad Zaini, warga yang sering membantu kegiatan masjid, mengatakan cerita tersebut tidak pernah diklaim sebagai sejarah resmi.

Baca Juga:
Bismillah! Gubernur Khofifah Groundbreaking Jalur Lingkar Kaldera Tengger, Bromo Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

“Kami hanya meneruskan cerita orang-orang dulu. Soal benar atau tidak, itu urusan masing-masing,” ujarnya.

Masjid Babussalam memiliki dua bagian bangunan. Bangunan lama berukuran sekitar 9 × 9 meter. Materialnya dari kayu jati dan batu padas, disusun tanpa paku besi, melainkan pasak kayu. Empat saka guru di bangunan lama dipercaya tidak pernah diganti sejak awal berdiri.

Sebagian warga memaknai setiap saka guru dengan simbol tertentu. Ada yang dipercaya memberi ketenangan batin, ada pula yang dimaknai sebagai penguat doa. Namun pemaknaan tersebut dikembalikan pada keyakinan pribadi masing-masing jamaah.

Bangunan baru masjid dibangun pada 1993 untuk menampung jamaah yang semakin banyak. Perluasan dilakukan tanpa menghilangkan bangunan lama. Sejak itu masjid ini dikenal sebagai Masjid Jami’ Tiban Babussalam.

H. Mukhlis, tokoh masyarakat setempat, mengatakan bagian lama tetap dipertahankan. “Yang lama tidak diubah. Itu bagian sejarah menurut warga,” katanya.

Di sekitar masjid terdapat sejumlah elemen yang juga menjadi perhatian pengunjung. Salah satunya sumur tua di area masjid. Air sumur ini sering dikaitkan dengan cerita kesembuhan dan ketenangan batin. Warga menegaskan, keyakinan tersebut bukan bagian dari ajaran ibadah, melainkan tradisi lokal.

Nur Aini, warga sekitar, mengatakan banyak pengunjung datang dengan berbagai niat. “Ada yang shalat, ada yang duduk lama, ada juga yang minum air sumur,” ujarnya.

Di sisi selatan kompleks masjid terdapat sebuah batu andesit berukuran sekitar satu meter panjangnya. Batu ini dikenal warga sebagai batu panjang. Batu tersebut berada di area makam kuno dan hampir setiap hari didatangi orang.

Sebagian masyarakat percaya batu panjang dapat menjadi sarana ikhtiar untuk mengatasi stres berat, depresi, hingga gangguan kejiwaan. Ada yang datang untuk duduk, berzikir, atau berwiritan dalam waktu lama. Kepercayaan ini berkembang secara turun-temurun.

Warga setempat menegaskan, praktik tersebut adalah pilihan pribadi. Tidak ada pengelolaan resmi atau anjuran dari pihak masjid terkait ritual tertentu di batu panjang.

Masjid Tiban Babussalam, juga kerap dikunjungi pejabat. Kedatangan mereka umumnya bersifat pribadi dan tidak dalam agenda kedinasan. Warga melihat pejabat datang tanpa pengawalan berlebihan.

H. Mukhlis, mengatakan pejabat yang datang biasanya ingin menenangkan diri. “Mereka datang seperti jamaah biasa. Shalat, duduk sebentar, lalu pulang,” katanya. Bagi warga, tidak ada perbedaan perlakuan. “Di sini semua sama,” kata Samsul Arifin.

Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi persinggahan musafir yang melintas di jalur Pantura. Pada bulan Ramadhan dan hari besar Islam, masjid menjadi lebih ramai. Warga sekitar aktif menjaga kebersihan dan kegiatan keagamaan.

Sebagian cerita tentang masjid ini juga berkembang melalui tokoh-tokoh spiritual setempat. Salah satunya Kamaludin, warga Probolinggo, yang dikenal membantu orang-orang yang mengalami gangguan batin. Ia menggunakan air sumur masjid sebagai sarana doa dan ikhtiar.

Kamaludin menegaskan, kesembuhan bukan berasal dari air atau tempat tertentu. “Semua dari Allah. Saya hanya membantu dengan doa,” ujarnya kepada warga yang datang.

Ia mengaku kebiasaannya bermula dari seringnya beritikaf di Masjid Babussalam, selama bertahun-tahun. 

Awalnya ia datang untuk mencari ketenangan hidup. Seiring waktu, banyak orang datang meminta doa dan pendampingan spiritual.

Hingga kini, Masjid Tiban Babussalam, tetap berdiri sebagai ruang ibadah, ruang sunyi, dan ruang harapan bagi banyak orang. Sebagian kisahnya berada di wilayah sejarah, sebagian lain hidup sebagai kepercayaan lokal.

Namun bagi warga sekitar, masjid ini adalah bagian dari kehidupan mereka, dijaga, dirawat, dan dimaknai sesuai keyakinan masing-masing.(*)

Baca Sebelumnya

Prakiraan Cuaca Kota Surabaya 29 Desember 2025 Hujan Ringan, Tulungagung Berawan

Baca Selanjutnya

Avatar: Fire and Ash Tembus 4 Juta Penonton di Indonesia, Raup Lebih dari US$217 Juta di Box Office Global

Tags:

Masjid Tiban Babussalam Probolinggo Antara Sejarah Lisan dan Ikhtiar Kesembuhan masjid tiban Probolinggo masjid tiban masjid Babussalam Masjid probolinggo berita terbaru Probolinggo

Berita lainnya oleh Eko Hardianto

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

14 April 2026 13:23

Kisah PMI Kota Probolinggo, dari Donor Darah hingga Jemput Jenazah

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

5 April 2026 16:37

Nasib Tragis Angkot Probolinggo: Dulu Jadi Raja Jalanan, Kini Tinggal Kenangan

Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, Menang

27 Maret 2026 05:20

Politik di Kota Probolinggo Tidak Rumit: Dekati, Dengar, Menang

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

26 Maret 2026 18:44

Rahasia Hemat BBM yang Sebenarnya Kota Probolinggo Punya

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

13 Maret 2026 16:20

PMR Probolinggo Bagikan Takjil di Tengah Ramainya Ngabuburit

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

11 Maret 2026 20:35

Mitra SPPG Ketapang 001 Kota Probolinggo Bantah Dapurnya Tak Ber-IPAL

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar