Masih 83 Desa Masuk Kategori Mandiri! Kepala DPMD Lumajang Sebut Pemberdayaan Masyarakatnya Bukan Fisik Semata

Jurnalis: Bahrusyofan Hasanudin
Editor: Fiqih Arfani

10 Jan 2026 14:33

Thumbnail Masih 83 Desa Masuk Kategori Mandiri! Kepala DPMD Lumajang Sebut Pemberdayaan Masyarakatnya Bukan Fisik Semata
Bayu Ruswantoro, Kepala Dinas PMD Kabupaten Lumajang saat diwawancarai wartawan beberapa waktu lalu. (Foto: Bahrus Sofyah/Ketik.com)

KETIK, LUMAJANG – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang Bayu Ruswantoro menegaskan bahwa keberhasilan pemberdayaan masyarakat desa tidak bisa dilihat dari pembangunan fisik semata, melainkan dari sejauh mana masyarakat benar-benar berdaya dan mandiri.

“Kalau saya melihat, indikatornya bisa terlihat sendiri. Apakah kepala desa itu lebih banyak membangun fisik atau lebih banyak melakukan kegiatan untuk membantu perekonomian warga? Misalnya, membantu gerobak usaha, pembinaan atau pelatihan untuk masyarakat,” ujarnya di Lumajang, Jumat, 9 Januari 2026.

Menurutnya, ketika berbicara tentang pemberdayaan, fokus utama bukan sekadar kegiatan yang dilaksanakan, tetapi keterlibatan masyarakat dalam program desa.

“Kalau  bicara pemberdayaan, jangan hanya menanyakan kegiatannya. Tetapi sejauh mana program di desa itu melibatkan banyak masyarakat,” saran dia.

Baca Juga:
Empat Raperda Dibahas di DPRD Lumajang, Salah Satunya Raperda Soal Irigasi

Terkait adanya indikator atau standar khusus untuk mengukur keberhasilan pemberdayaan masyarakat, Kepala DPMD Lumajang menyebut bahwa standar tersebut sebenarnya sudah ada, meskipun secara teknis tidak seluruhnya dihafal.

Ia menegaskan bahwa makna berdaya pada dasarnya adalah mampu, yaitu secara ekonomi dan secara sumber daya manusia (SDM).

“Kalau berdaya berarti mampu. Mampu secara ekonomi berarti BUMDes-nya jalan. Mampu secara SDM berarti pendidikan masyarakatnya tinggi. Kami melihatnya ke sana,” terangnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa persoalan pendidikan tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah desa. Jika masih ditemukan anak putus sekolah, lanjut dia, hal tersebut tidak serta-merta menjadi indikator kegagalan pemberdayaan desa.

Baca Juga:
Pertumbuhan Ekonomi Lumajang Naik Dibandingkan Tahun 2024, Ini Angkanya

“Kalau masih banyak anak yang putus sekolah, itu tidak bisa langsung dibilang salah kepala desa. Karena urusan SDM, khususnya pendidikan, bukan sepenuhnya kewenangan desa,” tandasnya.

Lebih lanjut, Kepala DPMD Lumajang menyebut bahwa klasifikasi desa mandiri dapat dijadikan tolok ukur umum bahwa pemberdayaan masyarakat telah berjalan. Pada tahun 2025, Lumajang tercatat memiliki 83 desa yang masuk kategori desa mandiri.

“Saya yakin dengan indikator yang digunakan. Kalau desa itu sudah masuk kategori desa mandiri, berarti sebenarnya kegiatan pemberdayaannya sudah berjalan,” pungkasnya.

Pernyataan ini menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pembangunan desa tidak hanya dilihat dari infrastruktur, tetapi dari kemandirian ekonomi, keberlangsungan BUMDes, serta peningkatan kapasitas masyarakat desa secara berkelanjutan. (*)

Baca Sebelumnya

Era Baru Penataan Kayutangan Heritage, Wali Kota Malang Tegaskan Tak Ada Toleransi Bagi Parkir Liar!

Baca Selanjutnya

Ikuti 40 Grup Baru, Khofifah Kaget Bahas "Seolah-olah" Merah Putih dan NKRI! Ini Langkah Antisipatif Gubernur

Tags:

DPMD Lumajang desa mandiri berita lumajang hari ini

Berita lainnya oleh Bahrusyofan Hasanudin

Jelang Terjun ke Desa, Mahasiswa STIH Jenderal Sudirman Lumajang Dibekali KKN Tematik Berdampak

10 Januari 2026 20:36

Jelang Terjun ke Desa, Mahasiswa STIH Jenderal Sudirman Lumajang Dibekali KKN Tematik Berdampak

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar