Mas Mirdasy: Rendah Hati yang "Panjang Tangan"

Editor: Fiqih Arfani

8 Apr 2026 14:03

Thumbnail Mas Mirdasy: Rendah Hati yang "Panjang Tangan"
Ucapan duka dari PD Muhammadiyah Surabaya untuk Almarhum M Mirdasy

Oleh: Suyoto*

Saya mengenal Mas Mirdasy dalam sebuah proses yang panjang. Beliau adalah salah satu sosok kunci yang membawa saya aktif di lingkungan Pemuda Muhammadiyah hingga terjun ke dunia politik.

Kenangan saya terpaut pada masa ketika Mas Hajriyanto Y. Thohari menjabat sebagai Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah. Saat itu, ia menggulirkan isu pentingnya penguatan "ortodoksi" di tubuh Pemuda Muhammadiyah—sebuah semangat untuk menghadirkan nilai-nilai Islam dalam wilayah praksis. Baginya, mustahil memisahkan ajaran Islam dari pergumulan sosial di Indonesia.

Menjelang bergulirnya reformasi tahun 1996, Pemuda Muhammadiyah aktif mengambil peran. Pertanyaan mengenai bagaimana menghadirkan semangat berislam dalam wilayah politik serta menjawab ketimpangan sosial menjadi perbincangan hangat.

Baca Juga:
Muhammadiyah Berduka! Ketua LHKP PWM Jatim Sekaligus Politikus Senior Mirdasy Tutup Usia

Untuk menjawabnya, diperlukan literasi keagamaan sekaligus literasi sosial yang kuat. Wajah Pemuda Muhammadiyah tidak boleh hanya diisi oleh aktivis pergerakan yang gagap saat bicara teks keislaman dan kontekstualisasinya. Idenya, harus ada aktivis Pemuda Muhammadiyah yang fasih berbahasa arab, membaca kitab, namun paham dinamika sosial. 

Mas Mirdasy, sebagai salah satu unsur pimpinan PW Pemuda Muhammadiyah Jatim bersama Nanang, Najib, Tamhid, Nidhom Hidayatullah, dan kawan-kawan, menangkap kegelisahan ideologis tersebut. Dari sinilah "operasi pemburuan talenta" dimulai, dan para dosen Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi salah satu sasarannya.

Saat itu, saya menjabat sebagai Kepala Lembaga Studi Islam dan Kemuhammadiyahan (LSIK) UMM. Beberapa kali Mas Mirdasy dan kawan-kawan mengajak kami bergabung di Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur.

Akhirnya, saya didapuk sebagai Ketua Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat (LPAM). Saya kemudian mengajak rekan-rekan dosen UMM lainnya seperti Syamsul Arifin, Ahmad Juanda, Agus Purwadi, Katino, hingga melibatkan Mas Nazaruddin Malik.

Baca Juga:
Mayoritas Anak Muda Dukung KHGT Muhammadiyah, Edukasi Jadi Tantangan Utama

Menjelang Muktamar Pemuda Muhammadiyah, kami sangat intens menyiapkan draf usulan dari Jatim. Mas Mirdasy dan kawan-kawan dengan rendah hati rela "ngalahi" datang ke Malang untuk berdiskusi.

Kami sering berkumpul di kantor LSIK, lantai 1 Gedung Perpustakaan UMM Kampus 3. Masih segar dalam ingatan saya, almarhum Mas Nidhom dan Jainuri gemar mengajak kami semua mandi air hangat di Cangar, Batu, tengah malam, hingga beberapa kali mereka menginap di kediaman mungil saya.

Ada kesan mendalam yang saya tangkap dari Mas Mirdasy: Kerendahan hati, semangat merangkul, tangannya panjang menjangkau jauh ke berbagai lapisan dan penghargaan tinggi terhadap intelektualisme.

Meski beliau adalah putra Ketua PWM Jatim saat itu, Mas Mirdasy justru mendorong saya untuk maju di Muktamar PP Pemuda Muhammadiyah di Riau, alih-alih mengajukan dirinya sendiri. 

Kami bergaul tanpa jarak. Sepertinya beliau sadar tidak memiliki latar belakang tradisi pendidikan keagamaan formal yang kental, karena itu kami diundang dan diberi jalan seluas-luasnya untuk berkontribusi hingga ke tingkat pusat.

Saya ingat betapa tingginya apresiasi beliau saat LPAM menerbitkan Jurnal El-Pam sebagai wadah pemikiran keislaman dan kemasyarakatan. 

Mas Mirdasy seolah mengamalkan pesan dalam kitab Ta’limul Muta’allim: Jadilah pengajar ilmu, pencari ilmu, pendengar, atau pendukung kajian. Jangan jadi yang kelima (yang membenci ilmu, atau tidak termasuk satu diantara keempatnya) maka kamu akan celaka.

Beliau memilih menjadi pembelajar, Pengajar, pendengar yang baik sekaligus pendukung setia bagi tumbuhnya gagasan.

Itulah Mas Mirdasy yang saya kenal: rendah hati, tahu posisi, merangkul, dan selalu menggairahkan pergerakan. Selamat jalan, Mas Mirdasy. Saya yakin kematianmu adalah hadiah terbaik dari Allah SWT, sebagaimana sabda Rasulullah: “Al-mautu hadiyyatun lil-mu’minin”—Kematian adalah hadiah bagi orang yang beriman. (*)

 

*) Suyoto merupakan Ketua Lembaga Pengkajian Agama dan Masyarakat PW Pemuda Muhammadiyah Jatim 1996–1998)

**) Isi tulisan di atas menjadi tanggung jawab penulis

***) Ketentuan pengiriman naskah opini:

Naskah dikirim ke alamat email redaksi@ketik.com

Berikan keterangan OPINI di kolom subjek

Panjang naskah maksimal 800 kata

Sertakan identitas diri, foto, dan nomor HP

Hak muat redaksi.

Baca Sebelumnya

Dorong Cegah Stunting Sejak Dini, Ketua Tim Pembina Posyandu Asahan Tinjau Dua Posyandu

Baca Selanjutnya

Tekanan Fiskal Menguat, TPP Bondowoso Diminta Jadi Motor Inovasi Desa

Tags:

mirdasy Muhammadiyah pwm pemuda muhammadiyah mas mirdas

Berita lainnya oleh Fiqih Arfani

Program CKG di Jatim Tertinggi Kedua Nasional, Capaian JKN Tembus 97,71 Persen

15 April 2026 09:05

Program CKG di Jatim Tertinggi Kedua Nasional, Capaian JKN Tembus 97,71 Persen

Musrenbang Tak Sekadar Forum Tahunan! Gubernur Khofifah Ingatkan Perencanaan Pembangunan Harus Semakin Presisi  dan Kolaboratif

15 April 2026 07:57

Musrenbang Tak Sekadar Forum Tahunan! Gubernur Khofifah Ingatkan Perencanaan Pembangunan Harus Semakin Presisi dan Kolaboratif

BYE-BYE JUARA! Peluang Persebaya Angkat Trofi BRI Super League Musim ini Tertutup

14 April 2026 06:17

BYE-BYE JUARA! Peluang Persebaya Angkat Trofi BRI Super League Musim ini Tertutup

Beranggotakan Profesor Perempuan Terbanyak se-Tanah Air, Muslimat NU Pecahkan 2 Rekor MURI

12 April 2026 14:32

Beranggotakan Profesor Perempuan Terbanyak se-Tanah Air, Muslimat NU Pecahkan 2 Rekor MURI

Ramah di Kantong Emak-Emak! Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Murah ala Gubernur Khofifah

12 April 2026 13:55

Ramah di Kantong Emak-Emak! Ini Daftar Harga Bahan Pokok di Pasar Murah ala Gubernur Khofifah

Terbaik! Gubernur Khofifah Sudah 59 Kali Gelar Pasar Murah Jaga Stabilitas Harga Pangan

12 April 2026 13:20

Terbaik! Gubernur Khofifah Sudah 59 Kali Gelar Pasar Murah Jaga Stabilitas Harga Pangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar