KETIK, JAKARTA – Tidak ada selebrasi besar. Tidak ada komentar soal kehilangan podium. Dan mungkin itu yang paling menggambarkan akhir pekan Marc Marquez di Assen.
Setelah finis keenam di Sprint dan ketujuh di balapan utama, ditambah penalti di lap terakhir, Marquez menutup MotoGP Belanda 2026 dengan nada yang cukup berbeda dari biasanya. Kali ini bukan soal mengejar kemenangan. Ini soal bertahan.
Sejak awal akhir pekan sebenarnya Marc sudah memberi sinyal bahwa Assen bukan trek yang ia incar untuk menyerang. Bahkan sebelum balapan dimulai, pembalap Ducati itu terang-terangan menyebut targetnya hanya satu: survive. Ia merasa karakter sirkuit dan kondisi fisiknya belum memungkinkan untuk memaksimalkan potensi sepanjang balapan.
Dan setelah race selesai, pernyataannya justru semakin jelas.
Dilansir dari Sky Sport, Marquez mengatakan: “Saya hanya mencoba menyelesaikan GP ini dan keluar dari sini tanpa cedera.”
Baca Juga:
Pecco Bagnaia Gagal Finis di Assen, Akhir Pekan Sulit Berakhir dengan Masalah TeknisKalimat yang terdengar sederhana, tapi cukup menjelaskan bagaimana ia menjalani Minggu di Assen. Bukan pendekatan ala Marc yang biasa kita lihat; agresif, menyerang, dan hidup di batas. Kali ini ia memilih menghitung risiko.
Marquez juga menyoroti soal area gravel di Assen yang menurutnya cukup berisiko akhir pekan ini. Ia menilai beberapa crash yang terjadi bisa berujung lebih serius dan menyebut transisi dari aspal ke gravel terasa terlalu agresif di beberapa titik.
Secara hasil memang ini bukan akhir pekan ideal.
Start dari posisi ketujuh, sulit menemukan ritme, lalu harus menerima penalti yang membuatnya turun posisi di balapan utama. Tapi di tengah semua itu, ada satu hal yang tetap ia lihat secara positif: kerusakan terhadap klasemen tidak sebesar yang dibayangkan. Dengan Bezzecchi gagal finis, jaraknya ke puncak tidak bertambah liar dan ia masih berada dalam perburuan gelar.
Baca Juga:
Jorge Martin Pulang dengan Hadiah Besar di Assen: Puncak KlasemenMenariknya, Marc juga sempat melontarkan komentar yang cukup khas setelah balapan.
Ia menyebut dengan kondisi musim sejauh ini, tetap berada dekat dengan papan atas klasemen terasa seperti “hadiah”, apalagi setelah melewati cedera dan beberapa balapan yang secara karakter tidak cocok untuknya.
Assen mungkin bukan akhir pekan yang akan diingat sebagai salah satu balapan terbaik Marc Marquez.
Tapi kalau melihat cara dia bicara setelah finis, mungkin memang bukan itu tujuannya.
Kadang dalam perebutan gelar, satu akhir pekan yang berhasil dilewati tanpa kerusakan besar bisa sama berharganya dengan kemenangan. (*)