Manfaatkan Riset Kampus, Konsep Pentahelix Jadi Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

5 Okt 2023 06:07

Thumbnail Manfaatkan Riset Kampus, Konsep Pentahelix Jadi Strategi Pemberdayaan Ekonomi Desa
Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SN-PKM) 2023 yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya, Rabu (4/10/2023). (Foto : M.Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Hasil riset perguruan tinggi sangat diharapkan untuk bisa efektif diterapkan untuk meningkatkan kesejahteraan warga desa. Karena itu, kolaborasi dengan pihak swasta amat dibutuhkan. Sebab, upaya pemberdayaan ekonomi desa membutuhkan kaborasi tiga unsur yakni perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta perusahaan. 

Hal ktu dipaparkan Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Ekonomi Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Jawa Timur, Endah Binawati Muriandini, saat menjadi narasumber di acara Seminar Nasional Pengabdian kepada Masyarakat (SN-PKM) 2023 yang diadakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) di Auditorium Lantai 9 Tower Unusa Kampus B Jemursari Surabaya.

"Banyak penelitian yang mungkin belum diimplementasikan di masyarakat. Saatnya kampus bekerjasama dengan pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan perusahaan, melalui konsep Pentahelix untuk memberdayakan masyarakat," tutur Endah, Rabu (4/10/2023).

Salah satu tujuan utama kolaborasi ini adalah agar masyarakat di Jawa Timur dapat menjadi mandiri secara ekonomi. Dalam upaya untuk mencapai tujuan ini, Endah menggarisbawahi pentingnya pengabdian masyarakat oleh semua desa.

Baca Juga:
BUMDes Desa Serang Disorot, Pemdes Tegaskan Masalah Administratif dan Siap Benahi Tata Kelola

"Semua desa seharusnya telah melaksanakan pengabdian masyarakat. Kami juga telah berkolaborasi dengan perguruan tinggi negeri dan swasta di Jawa Timur untuk melakukan kolaborasi dengan masyarakat," ungkapnya.

Endah menambahkan, kolaborasi ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi yang telah memberikan ilmu dan sumber daya kepada desa. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas desa, terutama dalam hal kepemilikan badan hukum.

"Saat ini banyak desa yang belum memiliki status badan hukum, terkait Badan usaha Milik Desa (Bumdes), sehingga ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Ini merupakan peluang bagi perguruan tinggi untuk bekerja sama dengan meningkatkan kapasitas desa menjadi badan usaha yang memiliki kelembagaan yang kuat, modal yang kuat, dan sumber daya manusia yang handal," tambah Endah.

Sementara itu, Ketua Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Indonesia, Dr., Ing., Ir., Mahir Bayasut, MM., mengkaji potensi desa, terdapat beberapa pertanyaan yang dapat menjadi dasar pertimbangan. yakni, perlu dipertimbangkan sejauh mana nilai inovasi yang dapat ditemukan dalam beragam aspek potensi sumber daya yang dimiliki oleh desa tersebut.

Baca Juga:
Gandeng UiTM Malaysia, Unisma Intensifkan Kerja Sama Akademik hingga Pengabdian Global

“Perlu dilakukan identifikasi secara teliti untuk mengetahui apakah terdapat aspek-aspek inovatif yang dapat terlihat di dalam sektor-sektor seperti perikanan, pertanian, atau bahkan dalam bidang-bidang lainnya,” ungkapnya.

Mahir menambahkan, perlu difokuskan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran yang lebih aktif dalam meningkatkan tingkat inovasi di desa tersebut. Adanya keterlibatan perguruan tinggi dalam memfasilitasi pengembangan inovasi di tingkat desa, diharapkan bahwa hasilnya akan mengarah pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara keseluruhan.

"Adanya kolaborasi yang erat, penduduk lokal, dan perguruan tinggi dapat bersinergi, saling mendukung, dan bersama-sama berkontribusi dalam upaya pengembangan dan peningkatan kualitas hidup di desa mereka,” ungkapnya.

Terkait pemberdayaan desa, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie, M.Eng., berharap melalui desa-desa yang mandiri akan muncul berbagai kegiatan ekonomi yang dapat berkembang. Setiap desa di Jawa Timur dapat meningkatkan perekonomiannya secara mandiri, sebagai contoh, kita dapat membayangkan potensi ekonomi yang bisa tumbuh di sana.

“Walaupun tidak semua desa dapat mencapai 100% mandiri dalam hal ekonomi, inovasi adalah kunci. Sebagai contoh, kisah sukses dari desa-desa di Jawa Timur dapat direplikasikan di seluruh desa di Indonesia,” ungkapnya.

Jazidie menambahkan, penguatan keterampilan warga desa sangat penting karena ini adalah cara untuk meningkatkan ekonomi desa. Selain itu, pembelajaran dapat diambil dari industri yang dapat menghubungkan desa dengan kampus. Terlalu sering, industri tidak langsung terlibat dalam kegiatan mahasiswa.

“Perguruang Tinggi harus tanggap dengan situasi di masyarakat. Oleh karena itu, dalam mengelola proyek sosial atau pendidikan, penting untuk menggandeng industri dan lembaga pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Alumnus S2 dan S3 di Universitas Hiroshima Jepang ini menambahkan, dana yang disediakan oleh industri dan lembaga pendidikan adalah salah satu kunci keberhasilan dalam mengelola kegiatan yang dapat mendorong perkembangan masyarakat dan ekonomi. Di sini, penggalian potensi budaya juga sangat penting, seperti yang dilakukan oleh Korea dalam mengemas budaya mereka dengan inovasi.

“Melalui bantuan aplikasi dan teknologi informasi, potensi kuliner desa dapat diketahui oleh masyarakat lebih luas. Penggunaan teknologi informasi juga dapat mempermudah pencarian makanan khas daerah oleh mereka yang merantau, sehingga potensi ekonomi desa tetap terjaga,” ungkapnya. (*)

Baca Sebelumnya

Dibuka Bupati Halmahera Selatan, Turnamen Pemuda Khatulistiwa Cup I Kecamatan Kayoa Resmi Bergulir

Baca Selanjutnya

Jatim Fest 2023, KAI Daop 8 Turut Berpartisipasi Kenalkan Produknya

Tags:

Unusa LPPM Unusa Pengabdian Masyarakat masyarakat desa Ekonomi dan Pemberdayaan Desa DESA

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar