KETIK, MALANG – Pemanfaatan lahan kosong di lingkungan permukiman dinilai menjadi salah satu langkah sederhana namun efektif dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat. Hal itu disampaikan Bhabinkamtibmas Kelurahan Cemorokandang, Aiptu Kholil, saat menghadiri panen dan bazar ikan lele yang digelar Koperasi Merah Putih Kelurahan Cemorokandang, Senin, 6 Juli 2026. 

Menurut Kholil, masyarakat tidak harus memiliki lahan luas untuk mulai membangun kemandirian pangan. Pekarangan maupun lahan kosong di sekitar rumah dapat dimanfaatkan untuk budi daya ikan ataupun menanam berbagai tanaman pangan.

"Semoga ini bisa dicontoh oleh masyarakat lain. Lahan-lahan kosong di lingkungan rumah bisa dimanfaatkan. Kalau tidak untuk budi daya lele, bisa ditanami sayur-sayuran, umbi-umbian, atau tanaman pangan lainnya. Ketika membutuhkan sumber makanan, masyarakat sudah memiliki persediaan dari lingkungannya sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, budi daya lele yang dijalankan Koperasi Merah Putih merupakan bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah yang kini terus didorong hingga tingkat kelurahan. Selain menghasilkan sumber pangan, program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam kegiatan panen tersebut, hasil budi daya lele diprioritaskan terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan anggota koperasi. Selanjutnya, ikan lele dijual kepada masyarakat dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.

Baca Juga:
Bazar Lele Sukses, KKMP Cemorokandang Bakal Gelar Bazar Murah untuk Warga

Aiptu Kholil menyebutkan, harga lele di pasaran saat ini berkisar Rp23 ribu per kilogram. Sementara itu, lele hasil budi daya Koperasi Merah Putih dipasarkan seharga Rp18 ribu per kilogram atau lebih murah sekitar Rp5 ribu.

"Harapannya masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang terjangkau, sekaligus termotivasi untuk mulai memanfaatkan lahan yang belum produktif," katanya.

Program yang dijalankan Koperasi Merah Putih Kelurahan Cemorokandang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun ketahanan pangan berbasis masyarakat. Dengan mengoptimalkan potensi lingkungan sekitar, warga tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kemandirian ekonomi di tingkat kelurahan.

Baca Juga:
Warga Cemorokandang Berharap KKMP Rutin Gelar Bazar Murah, Usul Sediakan Sembako