Manajemen PTPN IV Berangir Dinilai Buruk: Jalan Produksi Hancur, Areal Mirip Hutan

Jurnalis: Joko Gunawan
Editor: Muhammad Faizin

15 Mar 2025 21:45

Thumbnail Manajemen PTPN IV Berangir Dinilai Buruk: Jalan Produksi Hancur, Areal Mirip Hutan
Terlihat salah satu kondisi jalan produksi yang terbilang buruk di sekitaran Afdeling 1, PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Kecamatan NA IX – X, Kabupaten Labura. (Foto: Ishak for Ketik.co.id)

KETIK, LABUHAN BATU – Seorang warga selaku pemerhati sosial dan lingkungan, Ishak (58) menyoroti manajemen di PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Desa Perkebunan Berangir, Kecamatan Na IX – X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumut.

Pasalnya, sistem pengelolaan maupun pengendalian di perusahaan plat merah tersebut, dinilai sangat buruk dan berdampak kepada kerugian negara.

Indikasi itu jika melihat dibeberapa titik afdeling, masih ditemukannya areal perkebunan sekitaran tanaman kelapa sawit, ditumbuhi dengan semak belukar yang tebal dan tinggi.

Selain itu, jalan angkut hasil produksi tandan buah sawit di perusahaan milik plat merah itu, dinilai sangat buruk. Selain berlumpur, jalanan juga dipenuhi genangan air terbilang dalam.

Baca Juga:
Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Bahaya Modus Penipuan File APK

Demikian disampaikan pemerhati sosial dan lingkungan, Ishak di Rantauprapat, Sabtu, 15 Maret 2025.

 

Foto Ishak saat berada di salah satu kondisi Jalan Produksi yang terbilang buruk di sekitaran Afdeling 1, PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Kecamatan NA IX – X, Kabupaten Labura. (Foto: Ishak for Ketik.co.id)Ishak saat berada di salah satu kondisi Jalan Produksi yang terbilang buruk di sekitaran Afdeling 1, PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Kecamatan NA IX – X, Kabupaten Labura. (Foto: Ishak for Ketik.co.id)

 

Baca Juga:
Waspada Modus Penipuan File .APK Menjelang Libur Lebaran, BRI Imbau Nasabah Jaga Keamanan Rekening

Dijelaskan Ishak yang berdomisili di Desa Sungai Raja, Kecamatan NA IX-X atau sekitar 150 meter dari areal Afdeling I PTPN IV Kebun Berangir itu, kemarin dirinya melihat kondisi buruknya jalan produksi dan areal tanaman.

"Saya mendokumentasikan hal-hal itu, kondisi jalan produksi sangat miris dan buruk sekali. Bagaimanalah proses langsir tandan buah sawitnya dengan situasi jalan berlubang, berlumpur dan berair," sebutnya.

Tidak sampai di sana, kondisi lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu pun, diperparah dengan lebat serta tingginya semak belukar yang akhirnya menutupi areal batang kelapa sawit. 

Semak berupa tumbuhan anak kayu tersebut, diyakininya mengakibatkan sulitnya pemanen buah untuk mengambil tandan buah sawit di pohon yang juga masih terbilang sangat berproduksi. 

Dua pandangan kondisi miris dan seharusnya tidak seperti itu terhadap usaha milik negara, akan sangat berdampak terhadap penerimaan uang negara.

"Pasti, kerugian akan terus berlangsung. Karena, ada buah sawit yang tidak terangkut karena jalan rusak. Selain itu, ada pohon sawit yang tidak dipanen akibat tingginya semak belukar," papar Ishak.

 

Foto Ishak saat berada di salah satu kondisi semak belukar yang ada di sekitaran tanaman kelapa sawit di Afdeling 1, PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Kecamatan Na IX – X, Kabupaten Labura. (Foto: Ishak for Ketik.co.id)Ishak saat berada di salah satu kondisi semak belukar yang ada di sekitaran tanaman kelapa sawit di Afdeling 1, PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Kecamatan Na IX – X, Kabupaten Labura. (Foto: Ishak for Ketik.co.id)

 

Diakui Ishak, walau dapat dikatakan tidak semua areal kondisinya buruk, tetapi jalan produksi yang sulit dilalui maupun semak belukar menutupi areal pohon sawit, nyaris dilihatnya dibeberapa titik sekitaran Afdeling 1 dan lainnya.

Berbicara kerugian uang negara, lanjutnya, sangat berdasar. Sebab, perusahaan perkebunan itu memiliki pengelolaan uang yang bersumber dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) dan Corporate Social Responsibility (CSR).

"Penggunaan uang kan sesuai dengan kebutuhan areal. Nah, kalau ada yang tidak tersentuh, timbul pertanyaan ke mana dana peremajaan, perawatan atau pemeliharaannya. Misalnya, biaya pupuk, upah panen, upah babat belukar dan lainnya. Ini juga perlu ditelusuri," ujar Ishak lagi.

Sebab, sambungnya, khususnya perusahaan jelas memiliki suatu tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan, termasuk masalah berdampak pada lingkungan seperti polusi, limbah, keamanan produk dan tenaga kerja.

Jurnalis Ketik.co.id sudah berupaya melakukan konfirmasi kepada Manajer PTPN IV Regional II Kebun Berangir, Edwin Seto Kusbandi maupun Asisten Personalia Kebun (APK), M Aulia Pakpahan melalui pesan WhatsApp, Sabtu, 15 Maret 2025. Namun hingga berita ini dimuat, keduanya belum memberikan tanggapan.

Konfirmasi yang dilayangkan sekaligus berikut foto lokasi sekaitan kondisi jalan produksi yang buruk maupun semak belukar, hingga kini belum juga ditanggapi keduanya. (*)

Baca Sebelumnya

Oknum PKL di Pamekasan Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Intimidasi Terhadap Jurnalis TV

Baca Selanjutnya

Asyiknya Ikut Kelas Menulis Eksklusif Bareng Ketik, Materinya Daging!

Tags:

PTPN IV Regional II Kebun Berangir APK Manajer Ishak Pemerhati sosial dan lingkungan Jalan produksi Semak belukar Edwin Seto Kusbandi M Aulia Pakpahan

Berita lainnya oleh Joko Gunawan

Halalbihalal IPSI Labuhanbatu, Mimpi Nyata Tingkatkan Silaturahmi dan Prestasi

13 April 2026 22:16

Halalbihalal IPSI Labuhanbatu, Mimpi Nyata Tingkatkan Silaturahmi dan Prestasi

Maling Barang Senilai Rp100 Juta di Labuhanbatu Diringkus Saat Sarapan di Warung

9 April 2026 19:31

Maling Barang Senilai Rp100 Juta di Labuhanbatu Diringkus Saat Sarapan di Warung

Penggunaan BOSP SMAN 2 Rantau Selatan Disinyalir Kangkangi Permendikdasmen

8 April 2026 19:16

Penggunaan BOSP SMAN 2 Rantau Selatan Disinyalir Kangkangi Permendikdasmen

Sejumlah SPPG di Labuhanbatu Belum Daftarkan BPJS Pekerja MBG

2 April 2026 22:17

Sejumlah SPPG di Labuhanbatu Belum Daftarkan BPJS Pekerja MBG

SMAN 2 Ratu Labuhanbatu Terima Dana BOSP Rp627 Juta, Kepsek Siapkan Spanduk Info Pengelolaan

2 April 2026 19:01

SMAN 2 Ratu Labuhanbatu Terima Dana BOSP Rp627 Juta, Kepsek Siapkan Spanduk Info Pengelolaan

Jalan Panjang Siahaan CS Finis di MA, PT SMART Didenda Rp8,7 Miliar

29 Maret 2026 16:25

Jalan Panjang Siahaan CS Finis di MA, PT SMART Didenda Rp8,7 Miliar

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar