Malam Nuzulul Quran di Banda Aceh, Isa Alima dan Mensos Saifullah Yusuf Bahas Kesejahteraan Sosial

Jurnalis: Zailani Bako
Editor: Muhammad Faizin

8 Mar 2026 05:08

Thumbnail Malam Nuzulul Quran di Banda Aceh, Isa Alima dan Mensos Saifullah Yusuf Bahas Kesejahteraan Sosial
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Isa Alima berbincang membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan saat peringatan Nuzulul Quran di Banda Aceh. (Foto: Zaelani Bako/Ketik.com)

KETIK, ACEH SINGKIL – Malam ke-17 Ramadan di Kota Banda Aceh berlangsung lebih khidmat dari biasanya. Pada malam yang diperingati umat Islam sebagai peristiwa turunnya Al-Qur’an atau Nuzulul Quran tersebut, terjadi pertemuan hangat antara pemerhati sosial dan kebijakan publik Aceh, Drs. M. Isa Alima, dengan Menteri Sosial Republik Indonesia Saifullah Yusuf.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana akrab di sela kegiatan keagamaan dan silaturahmi masyarakat pada malam 17 Ramadan. Kedua tokoh tampak berbincang santai namun penuh makna, membahas berbagai persoalan sosial di Aceh, mulai dari isu kesejahteraan hingga penguatan nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.

Bagi Isa Alima, peringatan Nuzulul Quran tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan semata. Ia menilai momen tersebut juga menjadi waktu yang tepat untuk merefleksikan kembali nilai-nilai keadilan, kepedulian sosial, serta tanggung jawab terhadap sesama.

“Al-Qur’an turun sebagai petunjuk bagi manusia. Maka di dalamnya ada pesan besar tentang keadilan, tentang bagaimana manusia saling menjaga dan saling menguatkan,” ujar Isa Alima saat berbincang dalam suasana hangat bersama Menteri Sosial, Sabtu, 7 Maret 2026. 

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Ia menilai peringatan Nuzulul Quran harus menjadi pengingat bagi para pemimpin dan pengambil kebijakan agar tidak melupakan tujuan utama pembangunan, yaitu kesejahteraan manusia.

Dalam kesempatan tersebut, Isa Alima juga menyampaikan sejumlah pandangan mengenai kondisi sosial masyarakat Aceh yang masih membutuhkan perhatian serius, khususnya bagi kelompok rentan seperti anak yatim, lansia, dan masyarakat miskin di wilayah pedesaan.

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang dalam hal solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut, kata dia, harus terus dijaga dan diperkuat dalam kebijakan publik agar tidak sekadar menjadi romantisme sejarah.

“Orang Aceh sejak dulu dikenal kuat dalam kebersamaan. Ketika ada yang jatuh, yang lain datang mengangkat. Spirit ini harus menjadi ruh dalam kebijakan sosial kita,” kata Isa Alima.

Baca Juga:
Warga Sajira Tuntut Kejelasan Ganti Rugi Lahan Waduk Karian, Soroti Ketimpangan Proses Pengadaan Tanah

Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dikenal sebagai tokoh nasional dengan pengalaman panjang di pemerintahan menyambut baik berbagai pandangan yang disampaikan Isa Alima.

Saifullah Yusuf menegaskan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial terus berupaya memperkuat program perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk di Provinsi Aceh.

Menurutnya, Aceh memiliki potensi besar untuk berkembang, tidak hanya dari sisi ekonomi tetapi juga dari kekuatan nilai sosial dan religius yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat.

“Ramadhan adalah bulan yang mengajarkan kita tentang empati dan kepedulian. Pemerintah tentu tidak bisa bekerja sendiri, diperlukan sinergi dengan tokoh masyarakat, pemerhati sosial, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Saifullah Yusuf.

Dalam perbincangan yang berlangsung santai namun reflektif itu, kedua tokoh juga menyoroti pentingnya merumuskan kebijakan sosial yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat di lapisan paling bawah.

Isa Alima menegaskan Aceh memiliki berbagai potensi yang jika dikelola dengan baik dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Namun ia mengingatkan bahwa pembangunan tidak boleh melupakan kelompok masyarakat yang paling lemah.

“Sering kali kita berbicara tentang pembangunan besar, tentang proyek dan angka-angka. Tetapi jangan sampai kita lupa pada orang-orang kecil yang hidup di pinggir jalan sejarah,” katanya dengan nada reflektif.

Ia menambahkan bahwa kebijakan sosial yang baik tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan, tetapi juga tentang membangun harapan dan memberi ruang bagi masyarakat untuk bangkit dengan martabatnya sendiri.

Suasana malam di Banda Aceh saat itu terasa semakin syahdu. Lampu-lampu kota yang temaram berpadu dengan semilir angin Ramadan, sementara masyarakat terus berdatangan ke masjid-masjid untuk mengikuti peringatan Nuzulul Quran.

Dalam suasana spiritual tersebut, pertemuan Isa Alima dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjadi simbol pentingnya dialog antara pemerintah dan tokoh masyarakat dalam upaya membangun masa depan yang lebih baik.

Bagi Isa Alima, silaturahmi seperti ini merupakan bagian dari upaya menjaga jembatan komunikasi antara Aceh dan pemerintah pusat. Ia meyakini perubahan yang baik selalu berawal dari percakapan yang jujur dan penuh kepedulian.

“Malam Nuzulul Quran mengingatkan kita bahwa cahaya petunjuk pernah turun ke bumi. Tugas kita sekarang adalah menjaga agar cahaya itu tetap menyala dalam kehidupan sosial kita,” ujarnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan doa dan harapan agar bulan suci Ramadan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Aceh serta memperkuat semangat kebersamaan dalam membangun negeri yang lebih adil, berkeadaban, dan bermartabat.

Di bawah langit Ramadan Banda Aceh yang tenang, pertemuan dua tokoh itu seakan mengingatkan bahwa di balik setiap kebijakan selalu ada manusia yang menggantungkan harapan. Selama harapan itu tetap hidup, masa depan Aceh diyakini akan terus memiliki cahaya. (*)

Baca Sebelumnya

Maknai Ramadan Pendidikan Berdampak, Kadisdik Jatim Salurkan Santunan untuk 1.250 Siswa Kediri Raya

Baca Selanjutnya

MWC NU Manding Gelar Santunan Yatim, Khotmil Quran, dan Bagi Takjil Peringati Nuzulul Quran

Tags:

Mensos Saifullah Yusuf Isa Alima bahas hal sosial masyarakat Nuzulul Qur’an 2026

Berita lainnya oleh Zailani Bako

Dek Fad Turun Tangan, APBK Aceh Singkil Tahun 2026 Akhirnya Disepakati

19 April 2026 12:09

Dek Fad Turun Tangan, APBK Aceh Singkil Tahun 2026 Akhirnya Disepakati

DMI Aceh Singkil Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Jamsos bagi Pengurus Masjid

18 April 2026 20:21

DMI Aceh Singkil Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Jamsos bagi Pengurus Masjid

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

11 April 2026 08:59

SWI Jajaki Kerja Sama dengan BAZNAS RI, Dorong Sinergi Program Zakat dan Sosial Nasional

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

9 April 2026 01:43

Membanggakan! 23 Siswa MAN Aceh Singkil Lolos PTN 2026 via Jalur Prestasi

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

8 April 2026 19:28

SWI Soroti Ketimpangan Dana Hibah Media di Aceh Singkil

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

7 April 2026 23:19

Boyolali Siap Gelar HKPS dan Munas SWI 2026, Bupati Agus Irawan Dukung Penuh

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend