Makna Hujan Saat Imlek: Simbol Keberuntungan atau Sekadar Tradisi

Jurnalis: Husni Habib
Editor: Aziz Mahrizal

9 Jan 2025 16:00

Thumbnail Makna Hujan Saat Imlek: Simbol Keberuntungan atau Sekadar Tradisi
Momen masyarakat Tionghoa yang melakukan sembahyang saat Tahun Baru Imlek. (Foto: Husni Habib/Ketik.co.id)

KETIK, JAKARTA – Perayaan tahun baru Imlek tinggal beberapa hari lagi. Momen tersebut ditunggu-tunggu oleh masyarakat Tionghoa dari berbagai dunia, tidak terkecuali di Indonesia.

Bagi masyarakat Tionghoa, turunnya hujan saat perayaan Tahun Baru Imlek memiliki makna tersendiri. Bukan suatu kebetulan turunnya hujan pada perayaan Tahun Baru Imlek menandakan keberuntungan dan rejeki yang berlimpah.

Kepercayaan ini berakar dari tradisi agraris masyarakat Tiongkok kuno, yang sebagian besar bergantung pada pertanian. Turunnya hujan bagi masyarakat Tionghoa merupakan simbol keberuntungan. Namun, jika Imlek tidak hujan pertanda apa?

Pada zaman dahulu, hujan dianggap sebagai berkah bagi para petani, karena memastikan tanaman mereka mendapatkan pasokan air yang cukup untuk tumbuh dengan baik.

Baca Juga:
Playlist Wajib Saat Hujan, Ini Rekomendasi Musik Indonesia yang Menenangkan Hati

Dalam pandangan Feng Shui, hujan adalah simbol Dewi Kwan Im yang sedang menyirami bunga Mei Hwa, sebuah bunga yang dianggap membawa berkah menjelang Tahun Baru Imlek.

Namun jika hujan tidak turun saat momen perayaan Tahun Baru Imlek apakah pertanda sesuatu yang buruk akan terjadi?

Dilansir dari Suara.com jaringan media nasional Ketik.co.id, walaupun hujan merupakan simbol keberuntungan dan rejeki dari langit, akan tetapi tidak turunnya hujan bukan berarti selalu menjadi pertanda buruk.

Hal ini tak lain karena anggapan tersebut adalah kepercayaan semata dan berakar pada budaya masyarakat Tionghoa. Turunnya hujan pada saat perayaan Tahun Baru Imlek disebabkan karena musim dan cuaca yang terjadi pada periode tersebut.

Baca Juga:
Kota Pahlawan Dalam Layar Lebar, Ini Deretan Film Bernuansa Sejarah dan Budaya Surabaya

Perayaan Tahun Baru Imlek umumnya berlangsung antara akhir Januari dan awal Februari, yang bersamaan dengan puncak musim hujan di berbagai daerah, termasuk Indonesia. 

Seiring berjalannya waktu, pandangan tentang hujan saat Imlek lebih dilihat sebagai tradisi budaya yang mengingatkan pada masa lalu ketika masyarakat Tionghoa mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian utama.

Namun, di era modern ini, tidak ada hujan pada Imlek tidak mempengaruhi semangat atau kebahagiaan pada perayaan tersebut. Perayaan Imlek di zaman sekarang semakin berkembang dan tidak lagi terbatas pada keyakinan lama saja.

Meski masih ada yang mengaitkan hujan dengan keberuntungan, banyak orang kini lebih fokus pada arti kebersamaan dan semangat positif dalam menghadapi tahun baru.

Tahun baru adalah kesempatan untuk memulai dengan semangat baru, menjalani hidup dengan positif, dan memanfaatkan setiap peluang yang datang. Perayaan Tahun Baru Imlek lebih menekankan pada refleksi diri, merayakan pencapaian yang telah diperoleh, dan menghadapinya dengan rasa syukur. (*)

Baca Sebelumnya

Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah Komitmen Dorong Hilirisasi Pangan di Jawa Lewat JREF 2024

Baca Selanjutnya

Partisipasi Mahasiswa Unisma dalam Organisasi dan UKM Terus Dipacu

Tags:

Tahun Baru Imlek Hujan Keberuntungan Rejeki kepercayaan budaya tionghoa imlek makna hujan

Berita lainnya oleh Husni Habib

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

29 Juli 2025 11:08

Kolaborasi SMAN 19 Surabaya dan BKKBN Jatim Edukasi Siswa Soal Kesehatan Mental

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

28 Juli 2025 20:20

Awas Screen Time Berlebihan dapat Mengganggu Tumbuh Kembang Anak

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

25 Juli 2025 22:00

Laviere Bar & Lounge Tampilkan Eksplorasi Rasa Berkelas Lewat Bar Takeover Spesial

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

25 Juli 2025 13:48

Kumpul Kenyang di Favehotel Rungkut, Makan Enak Bareng Keluarga dengan Beragam Menu Favorit

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

25 Juli 2025 12:32

Pelindo Tambah X-Ray di Terminal GSN, Tingkatkan Keamanan Pelayaran Laut

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

24 Juli 2025 13:36

ITS Gelar Workshop Gender Action Plan, Dorong Inklusivitas dan Kesetaraan di Kampus

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H