Makna Dibalik Lepet, Jajanan Tradisional yang Hadir Tujuh Hari Setelah Idul Fitri

Jurnalis: Nurul Aliyah
Editor: Gumilang

25 Mar 2026 18:00

Thumbnail Makna Dibalik Lepet, Jajanan Tradisional yang Hadir Tujuh Hari Setelah Idul Fitri
Lepet menjadi sajian tradisional Jawa penuh makna yang disuguhkan saat Lebaran. (Foto: Cookpad)

KETIK, MALANG – Lepet menjadi kuliner tradisional Jawa yang wajib ada saat badha Syawal atau tujuh hari setelag Hari Raya Idulfitri. Sehingga, banyak orang yang penasaran filosofi dari jajanan tradisional ini.

Lepet sendiri merupakan sajian yang disuguhkan di setiap lebaran. Kata lepet berasal dari kata "silep" yang bermakna "kubur atau simpan" sedangkan "rapet" dengan makna "rapat". Salah satu peribahasa terkenal tentang lepet adalah "mangga dipun silep ingkang rapet" yang bermakna "mari kita kubur yang rapat".

Tak hanya itu, lepet juga memiliki simbol kesucian dan kebersihan. Sehingga, banyak masyarakat suku Jawa yang memanfaatkannya sebagai gantungan di depan rumah (atap, pintu, dan lainnya) dengan tujuan mengusir hal-hal negatif.

Jajanan lepet sendiri terbuat dari beras ketan yang ditambah dengan kelapa muda parut dan sedikit garam. Kemudian dibungkus dengan daun kelapa muda atau janur, setelah itu direbus hingga matang. 

Baca Juga:
Inflasi Kota Malang 0,34 Persen, Kenaikan Harga Komoditas Pangan Selama Lebaran jadi Pemicu

Bentuk lepet sendiri mirip dengan lemper dan lontong, meski perbedaannya ada pada teksturnya yang lebih liat dan lengket. Jajanan lepet memiliki bentuk yang sangat unik menyerupai mayat.

Lepet juga diberi tali tiga melingkar seperti pembungkus jenazah. Hal tersebut yang mempertegas bentuknya yang semakin menyerupai mayat. Secara filosofis, ditali tiga seperti mayat ini memberikan makna bahwa kesalahan sebaiknya tak menjadi dendam sampai mati.

Selain itu, teksturnya yang lengket juga menjadi simbol bahwa manusia tak luput dari kesalahan dan dengan adanya lepet, sifat saling memaklumi dan memaafkan kesalahan satu sama lain.

Berikut cara membuat jajanan lepet yang simpel untuk sajian Lebaran.

Baca Juga:
Tinjau Pasar Legi Ponorogo, Gubernur Khofifah Pastikan Harga dan Stok Kebutuhan Pokok Stabil Usai Lebaran

Resep

• 500 gram beras ketan putih, rendam 1 jam, kemudian tiriskan

• 100 gram kacang tolo/kacang tunggak, rendan 1 jam dan tiriskan

• 300 gram kelapa parut setengah tua 

• 1 sdt garam

• Daun kelapa muda secukupnya untuk membungkus 

• Tali secukupnya untuk mengikat

Cara membuat lepet ketan:

1. Campur beras ketan dengangaram, kelapa parut, dan kacang tolo.

2. Buka setiap helai daun kelapa, gulung hingga membentuk cerobong dengan ukuran 10 x 3 cm, tusuk lidi pada salah satu ujungnya agar tertutup dan ikat rapst dengan tali supaya isinya tidak keluar.

3. Masak pada air mendidih satu hingga dua jam sampai matang, tambahkan air panas jika air rebusan berkurang.

4. Angkat dan tiriskan, kemudian buka talinya saat dingin.

Itu tadi beberapa informasi penting yang bisa menambah wawasan terkait kuliner tradisional Jawa lepet yang menjadi suguhan Lebaran.(*)

Baca Sebelumnya

Usai OTT KPK, Waka DPRD Cilacap Angkat Bicara! Kasus Bupati Syamsul Disebut Jadi Pelajaran Besar

Baca Selanjutnya

Program ASA BISA, Gubernur Banten Andra Soni Dorong Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak bagi Warga

Tags:

lepet Makanan Tradisional Jawa lebaran

Berita lainnya oleh Nurul Aliyah

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

15 April 2026 16:25

Oneflow Wellness Bar Warnai Industri Kafe Malang, Usung Konsep Nongkrong ala Healthy Lifestyle

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

15 April 2026 09:50

Calon Pengantin Wajib Tahu! Paket Sangjit di Atria Hotel Malang Bikin Momen Lebih Berkelas

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

15 April 2026 09:40

Kesempatan Terbuka, Baznas Cari Calon Pimpinan Provinsi Jawa Timur 2026–2031

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

15 April 2026 09:23

PHRI Kota Malang Ungkap Kenaikan Harga Avtur Belum Berdampak Spesifik pada Hotel

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

14 April 2026 22:02

Tak Hanya Jago IT dan Desain Grafis, SMKN 4 Malang Juara 2 Hotel Reception LKS Jatim

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

14 April 2026 21:32

SMKN 4 Malang Borong 3 Juara LKS 2026 Tingkat Provinsi, Bukti Kualitas Siswa Makin Unggul

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar