Makanan Cepat Saji dan Tanpa Sayur Jadi Pemicu Tingginya Obesitas Remaja Indonesia dan Malaysia

Jurnalis: Moch Khaesar
Editor: Muhammad Faizin

21 Jun 2024 23:30

Thumbnail Makanan Cepat Saji dan Tanpa Sayur Jadi Pemicu Tingginya Obesitas Remaja Indonesia dan Malaysia
Prof. Dr. Norhasmah binti Sulaiman dari Universiti Putra Malaysia yang mengisi materi Guest Lecture bertema 'Managing WorkLife Balance Among Youth Adults' di Prodi S1 Gizi dan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Unusa. (Foto: Khaesar/Ketik.co.id)

KETIK, SURABAYA – Angka obesitas pada remaja di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 37,8 persen. Hal ini disebabkan karena banyaknya remaja Indonesia yang lebih memilih makanan cepat saji dan makanan tidak sehat yang membuat kondisi obesitas semakin tinggi.

Jumlah ini lebih rendah jika dibandingkan dengan negara Malaysia yang mencapai 50 persen remajanya yang mengalami obesitas. Jumlah 37,8 persen itu diperoleh pada tahun 2023, dimana pada tahun 2018, hanya 35,4 persen remaja Indonesia yang alami obesitas.

"Kondisi ini karena remaja di Indonesia sudah mulai mandiri untuk menentukan pilihan makanan yang mereka konsumsi, sehingga tidak adanya gizi seimbang yang mereka konsumsi," ucap Ketua Panitia Guest Lecture Farah Nuriannisa, S.Gz., M.P.H., Jumat (21/6/2024).

Kondisi tersebut dibenarkan oleh Prof. Dr. Norhasmah binti Sulaiman dari Universiti Putra Malaysia yang menilai remaja di Malaysia dan Indonesia memiliki kesamaan. Dimana remaja atau mahasiswa di dia negeri serumpun ini banyak yang mengalami masalah asupan makanan kurang.

"Mahasiswa di Malaysia dan Indonesia lebih memilih makanan tidak sehat sehingga gizi tersebut tidak terpenuhi, apalagi remaja saat ini tidak suka untuk konsumsi sayur," ucapnya saat menjadi pemateri Guest Lecture dengan tema Managing WorkLife Balance Among Youth Adults yang diadakan Prodi S1 Gizi dan D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Unusa.

Prof Norhasmah menjelaskan banyak mahasiswa memilih untuk makan hanya sekali. Hal ini dikarenakan banyak faktor seperti tidak memiliki uang cukup. "Mahasiswa saya di Malaysia banyak yang mereka memilih makan sekali, itu pun hanya menggunakan kuah saja tanpa ada protein yang masuk sehingga angka obesitas itu sering terjadi," bebernya.

Guru besar di Universiti Putra Malaysia ini menilai jika mahasiswa tidak sarapan atau kekurangan gizi akan kesulitan untuk fokus belajar. "Karena memang gizi seimbang membuat fokus mahasiswa untuk belajar akan semakin baik," jelasnya.

Sedangkan, dr Hafid Algristian, SpKJ, M.H dari Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menilai kekurangan gizi memberikan dampak buruk seperti kurang fokus saat belajar. "Sehingga membuat tingkat stres akan semakin tinggi," ucapnya.

Dosen Fakultas Kedokteran Unusa sekaligus Psikiater RSI Jemursari Surabaya ini menilai jika stres yang terlalu lama akan merubah pola pikir. "Hal ini akan merubah semuanya," bebernya. (*)

Baca Juga:
Tak Sekadar Makan, Zulhas Sebut Gizi Kunci Masa Depan Indonesia
Baca Juga:
Seorang Anak Dilaporkan Tenggelam di Waduk Sambikerep Surabaya, Tim Gabungan Lakukan Pencarian
Baca Sebelumnya

Verifikasi Data, Pemkab Pacitan Siap Coret Penerima BLT DBHCHT Fiktif

Baca Selanjutnya

Tunggu Kedatangan Menkominfo, Peresmian Kota Lama Surabaya Kembali Mundur

Tags:

Obesitas pada remaja remaja Unusa Prodi Gizi Unusa Prodi K3 Unusa gizi

Berita lainnya oleh Moch Khaesar

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

24 Oktober 2025 20:01

Bantu Pembangunan Sumber Daya, UWKS Kerja Sama dengan Dua Daerah

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

22 Oktober 2025 19:30

Banyak Lansia Alami Osteoartritis Lutut, Ini yang dilakukan Dosen FK Unusa

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

22 Oktober 2025 19:04

Kasus Pesta Seks di Hotel Ngagel Surabaya, Polisi: Bukan Motif Uang tapi Sensasi dan Kesenangan

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

20 Oktober 2025 06:05

Restoran Indonesia Ini Jadi Solusi Mencari Makanan Halal di Sydney Australia

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

19 Oktober 2025 12:38

GEGER! 34 Pria Digerebek Pesta Gay di Hotel Surabaya, Siapa Dalangnya?

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

18 Oktober 2025 22:41

[FOTO] Momen Persija Berpesta di Markas Persebaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar