KETIK, SIDOARJO – Langkah M. Rafi Wibisono untuk maju sebagai calon ketua umum KONI Sidoarjo mendapat sambutan antusias. Ketua-ketua cabor mendukung figur muda yang diyakini mampu mencarikan solusi anggaran, sarana dan prasarana, serta bisa diajak ngopi maupun berdiskusi. Rafi Wibisono memastikan akan mendengarkan pendapat dari cabor-cabor. 

Antusiasme dukungan itu terlihat saat Rafi Wibisono bertemu pimpinan dan pengurus cabor yang bernaung di bawah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo. Salah satunya dari Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Sidoarjo Puji Daryo.

Di hadapan hadirin, Puji Daryo secara terbuka menyatakan siap mendukung Rafi menjadi ketua umum KONI Sidoarjo periode mendatang. Sosok Rafi dinilai memiliki kepedulian terhadap olahraga dan siap mengayomi cabor. Kehadiran figur muda diyakini mampu membawa perubahan sekaligus mengangkat posisi Sidoarjo dalam persaingan olahraga.

Rafi Wibisono punya niat, peduli, dan siap mengayomi seluruh cabor yang di KONI Sidoarjo. Dia optimistis Sidoarjo bahkan bisa melompat lebih tinggi jika Rafi Wibisono dipercaya menjadi nakhoda KONI. 

"Insya Allah nanti ke depan, di bawah kepemimpinan Mas Kaji Rafi, Sidoarjo bisa naik," kata Puji Daryo yang langsung disambut seruan hadirin, "Aamiin."

Baca Juga:
Maju Calon Ketua Umum KONI Sidoarjo, Rafi Wibisono Didukung 36 Cabor

Puji Daryo juga berterus terang bahwa prestasi olahraga tidak bisa hanya mengandalkan semangat. Dukungan anggaran tetap menjadi salah satu kunci. Ibaratnya, bondhone kudu cukup dan ada kepuasan dengan prestasi olahraga.

Saat ini, lanjut Puji Daryo, Rafi Wibisono menjadi anggota DPRD Sidoarjo. Bisa berkomunikasi dengan anggota DPRD Sidoarjo lainnya untuk menguatkan anggaran bagi KONI Sidoarjo. Pasti akan berjuang agar KONI Sidoarjo dapat anggaran cukup. Apalagi Rafi Wibisono putra Bupati Subandi. Dia yakin dapat dukungan penuh untuk kemajuan KONI Sidoarjo. 

"Anggaran Sampeyan tambahi, Mas Kaji Rafi. Kan ngono gampang toh, asal bisa prestasi. Volinya, bal-balane, termasuk olahraga lainnya," katanya

Dengan usia yang masih muda, Rafi Wibisono akan selalu siap jika dibutukan oleh cabor-cabor. Siap ngopi, siap rapat mendadak. Itu yang dibutuhkan cabor-cabor. 

Baca Juga:
Musorkablub KONI Sidoarjo Sesuai AD/ART, KONI Jatim Dukung Penuh

Sebagai Ketua Askab PSSI Sidoarjo, Puji Daryo menegaskan dukungannya. Dia menyatakan Askab PSSI Sidoarjo siap mengawal proses tersebut dan mendukung Rafi Wibisono untuk memimpin KONI Sidoarjo.

Rafi Wibisono main sepak bola persahabatan di Lapangan Jenggolo. (Foto: Istimewa)

Bagaimana tanggapan Rafi Wibisono? Sebagai generasi muda, Rafi Wibisono mengatakan ingin minta izin atau "nuwun sewu" kepada para senior di KONI Sidoarjo. Pengusaha muda itu menyatakan ingin mendedikasikan diri bagi kemajuan olahraga di Kabupaten Sidoarjo.

Tentang anggaran KONI Sidoarjo, Rafi Wibisono siap untuk melihat kebutuhan riil setiap cabor. Jika mendapat kepercayaan memimpin KONI Sidoarjo, dia akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan seluruh cabor. Forum tersebut untuk mengetahui secara langsung persoalan pembinaan, kebutuhan fasilitas, hingga target prestasi masing-masing cabor. Termasuk, tentang berapa kebutuhan riil cabor-cabor.

"Kalau memang saya diridai, insya Allah saya akan menggelar RDP. Dari situ baru kita bisa menyesuaikan dengan anggarannya," katanya.

Rafi Wibisono mencontohkan kebutuhan sarana dan prasarana. Dia mengaku mendapat masukan mengenai sejumlah fasilitas latihan yang belum sepenuhnya mendukung kebutuhan cabor.

Ada sejumlah solusi. Rafi Wibisono membuka peluang menggandeng perusahaan-perusahaan di Sidoarjo melalui skema kerja sama maupun kucuran dana CSR (corporate social responsibility). Kolaborasi dengan dunia usaha bisa menjadi salah satu solusi untuk memperkuat fasilitas olahraga dan mendukung kebutuhan latihan atlet.

"Beberapa sarana dan prasarana memang kurang mendukung. Ini nanti mungkin kita kerjasamakan dengan beberapa perusahaan yang ada di Sidoarjo. Kita menggunakan sistem kerja sama, entah CSR atau apa, yang bisa mendukung atlet agar latihan dengan layak," jelas Rafi Wibisono. 

Nah, penyediaan anggaran ini harus berkorelasi dengan prestasi. Cabor yang mampu menghasilkan medali harus mendapat apresiasi dan dukungan pembinaan yang memadai.

Dia juga memasang target prestasi tinggi. Sidoarjo selama ini berada di peringkat atas di antara 38 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Ke depan, Kabupaten Sidoarjo bisa saja berhasil mencapai peringkat tertinggi di Jatim. Tidak hanya peringkat ke-3 dan runner up. Sidoarjo bisa menjadi juara umum Pekan Olahragar Provinsi (Porprov) Jatim.

 "Sidoarjo ini sebenarnya sudah besar, nomor dua dari Surabaya. Target kita semoga bisa juara," tegas Rafi Wibisono. (*)