Mahasiswa Unej Kenalkan Masyarakat Desa Suci Olah Limbah Biji Karet Jadi Keripik

Jurnalis: Fenna Nurul
Editor: M. Rifat

24 Agt 2024 08:17

Thumbnail Mahasiswa Unej Kenalkan Masyarakat Desa Suci Olah Limbah Biji Karet Jadi Keripik
Tim PPK Ormawa UKMO Bulutangkis Unej demonstrasikan pembuatan keripik biji karet kepada masyarakat Desa Suci, Kecamatan Panti, 24 Agustus 2024 (Foto: dok. UKMO Bulutangkis Unej)

KETIK, JEMBER – Berbatasan langsung dengan hutan, membuat Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember memiliki hasil perkebunan yang melimpah, seperti kopi dan karet.

Berangkat dari potensi sumber daya alam Desa Suci yang belum dieksplorasi secara optimal, sejumlah mahasiswa Universitas Jember (Unej) memanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) UKMO Bulutangkis Unej, limbah hasil perkebunan yang sebelumnya hanya dibuang disulap menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa UKMO Bulutangkis, Elen Bethania Pasaribu menyampaikan ada dua produk yang berbahan baku limbah. Yaitu keripik biji karet dan teh kulit kopi.

Baca Juga:
Target Nol Kemiskinan Ekstrem 2029, Bupati Jember Dorong Optimalisasi Hutan Sosial

“Biji karet di Desa Suci ini melimpah, dan sifatnya musiman pada pertengahan tahun saja. Solusi dari kami mengolah itu menjadi keripik yang masa tahannya sampai satu tahun,” tutur Elen, Sabtu (24/8/2024).

Elen mengaku sempat ragu untuk mengolah biji karet untuk dikonsumsi. Mengingat ada kandungan racun sianida yang cukup tinggi dan melampaui batas aman konsumsi manusia.

“Cukup menantang ya, proses pengolahannya cukup lama sekitar 3 hari untuk menghilangkan kandungan sianida itu. Ternyata ketika uji laboratorium senyawa racun itu tidak ada,” sambung perempuan asal Batak itu.

Foto Kepala LP2M Yuli Witono (berbaju merah muda) dan Warek Unej Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fendi Setyawan tinjau pameran produk herbal bahan baku kulit kopi (23/8/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)Kepala LP2M Yuli Witono (berbaju merah muda) dan Warek Unej Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fendi Setyawan tinjau pameran produk herbal bahan baku kulit kopi (23/8/2024) (Foto: Fenna/Ketik.co.id)

Baca Juga:
Viral Kasus Bullying Siswa di Jember, Akademisi Soroti Bahaya Normalisasi Kekerasan Remaja

Sedangkan kulit kopi dicampur dengan rempah-rempah lainnya untuk dibuat menjadi minuman herbal.

Tidak hanya fokus pada pengolahan limbah saja, Tim PPK Ormawa UKMO Bulutangkis juga mengatasi masalah pada bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pencegahan pernikahan dini.

Apresiasi dilontarkan dari Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof. Yuli Witono. Menurutnya program yang diterapkan kepada masyarakat sekitar sangat realistis, konkrit, dan solutif.

“Kegiatan dengan multiplier efek. Meningkatkan kapasitas keorganisasian mahasiswa sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Khususnya menyelesaikan permasalahan yang kompleks,” tuturnya.

Sementara, masyarakat sekitar yang telah diedukasi pemanfaatan limbah biji karet setidaknya juga perlu diberikan pemahaman soal cara pengolahan yang baik dan benar. Agar program peningkatan perekonomian bisa berkelanjutan.

Dia berharap mahasiswa bisa mengembangkan dengan pendekatan saintifik dan atas dasar referensi. Juga perlu dilakukan pengujian kandungan gizi dan nutrisinya.

“Yang kita harapkan nanti ada pengujian-pengujian lebih lanjut agar makanan ini layak sebagai produk makanan yang benar-benar food grade,” tutupnya.(*)

Baca Sebelumnya

AJI Kediri Kecam Kekerasan Aparat pada Demonstrasi Tolak Revisi UU Pilkada

Baca Selanjutnya

Diduga Kongkalikong, Pj Bupati Simeulue Diminta Batalkan Tender Rp 8 Miliar

Tags:

Pemanfaatan limbah Keripik biji karet Teh kulit kopi Jember Desa Suci PPK Ormawa UKMO Bulutangkis Unej Universitas Jember

Berita lainnya oleh Fenna Nurul

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

17 Desember 2024 08:46

Polije Raih Tiga Penghargaan di Ajang Bergengsi Vokasi Berinovasi

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

2 Desember 2024 15:34

Kembangkan Ekosistem Halal, KPwBI Jember dan Pemkab Luncurkan Zona KHAS di Unej

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

13 November 2024 14:56

Polije Fokus Cetak Agripreneur Muda Melalui Project Based Learning Exhibition and Talkshow

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

10 November 2024 06:30

Utus Rahayu Saraswati ke Jember, Prabowo Pastikan Dukung Gus Fawait-Djoko

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

9 November 2024 18:04

Ketum PP Tidar Rahayu Saraswati Tanam Pohon Bersama Arum Sabil di City Forest Jember

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

30 Oktober 2024 08:02

Cabup Hendy Siap Tingkatkan Program Layak Anak dengan Bangun Fasilitas Ibu dan Anak di Pusat Perbelanjaan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda