KETIK, GRESIK – Mahasiswa Program Studi Sosiologi Universitas Airlangga (Unair), Fajar Izzul Muslimin, menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Duta Muda Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah 2026. Mahasiswa angkatan 2025 asal Kabupaten Gresik itu berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur.
Prestasi tersebut diraih Izzul setelah mengikuti Bootcamp Championship Duta Guru dan Duta Muda CBP Rupiah yang berlangsung di Kota Batu pada 10–12 Juli 2026. Kemenangan itu sekaligus mengantarkannya sebagai wakil Jawa Timur pada Festival Rupiah Berdaulat (FERBI) 2026 tingkat nasional di Jakarta yang akan digelar pada Agustus mendatang.
Bagi Izzul, penghargaan tersebut menjadi pencapaian penting dalam perjalanan akademik sekaligus pengembangan dirinya. Selama ini, pemuda berusia 19 tahun itu aktif mengembangkan kapasitas di bidang kepemimpinan, public speaking, penelitian, hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.
"Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa meraih Juara 1 Duta Muda CBP Rupiah 2026. Pengalaman ini memberikan banyak pelajaran berharga, mulai dari meningkatkan kemampuan public speaking, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga memperluas relasi dengan Duta Muda dari berbagai daerah di Jawa Timur," ungkap Izzul.
Baca Juga:
HLM Aceh 2026 Bahas Inflasi dan Digitalisasi, Ini Komitmen Bupati Aceh SingkilKeberhasilan tersebut menambah daftar prestasi yang telah ia kumpulkan dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, Izzul pernah menjadi Juara 1 Duta Genre Putra Kabupaten Gresik 2024, masuk dalam 100 Ketua OSIS Terbaik Indonesia pada Indonesia Student Leadership Camp Universitas Indonesia 2023, serta meraih Juara 1 Videografi Gebyar Start Up Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur 2025.
Selain itu, ia juga berhasil menjadi Juara 1 Lomba Videografi HIMAGROFEST UMG 2024, Juara 2 Videografi Universitas Sunan Gresik 2025, serta mengoleksi sejumlah penghargaan di bidang karya tulis ilmiah, konten kreator, podcast, public speaking, dan pidato bahasa Arab.
Tak hanya aktif mengikuti kompetisi, Izzul juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Musyawarah OSIS (HIMO) SMA Kabupaten Gresik periode 2023–2024 dan menjadi bagian dari Forum OSIS Nasional pada Divisi Aksi Kemasyarakatan tahun 2024.
Menurut Izzul, semangat mengikuti berbagai kompetisi telah tumbuh sejak kecil. Baginya, perlombaan bukan sekadar ajang mengejar gelar juara, tetapi menjadi sarana mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Baca Juga:
ICMI Jatim Agendakan Muswil di Unair, Ini Tema yang Diangkat"Motivasi utama saya adalah mengetahui sejauh mana kemampuan yang saya miliki dan terus melatih diri agar menjadi pribadi yang lebih baik," ujarnya.
Untuk menyeimbangkan aktivitas kuliah, organisasi, dan berbagai ajang kompetisi, Izzul mengandalkan manajemen waktu dengan menyusun skala prioritas. Ia membagi waktu secara disiplin antara kewajiban akademik, pengembangan diri, kegiatan organisasi, dan kebersamaan dengan keluarga.
Dukungan terbesar, kata Izzul, selalu datang dari kedua orang tuanya, Purnomo dan Nuriati, yang bekerja sebagai petani. Doa serta perjuangan orang tua menjadi motivasi utama baginya untuk terus memberikan hasil terbaik dalam setiap kesempatan.
"Tantangan terbesar adalah ketika harus menghadapi persoalan pribadi, tetapi di saat yang sama tetap dituntut menyelesaikan kewajiban akademik maupun kompetisi. Dengan manajemen konflik dan pengendalian diri, Alhamdulillah semuanya bisa dilewati secara bertahap," katanya.
Dari berbagai penghargaan yang diraih, Izzul mengaku pengalaman sebagai Duta Genre Putra Kabupaten Gresik menjadi salah satu yang paling membekas. Menurutnya, peran tersebut memberikan ruang untuk terjun langsung mengedukasi dan memberdayakan masyarakat, bukan sekadar mengikuti kompetisi.
Dalam setiap perlombaan, ia selalu menerapkan tiga langkah utama sebagai persiapan. Pertama, mempelajari karakter penyelenggara dan sistem penilaian. Kedua, menyusun strategi sesuai kebutuhan kompetisi. Ketiga, memohon doa restu kepada orang tua serta berdoa agar seluruh ikhtiar membuahkan hasil terbaik.
Di luar kesibukannya sebagai mahasiswa, Izzul gemar menjelajah alam dan berpetualang. Aktivitas tersebut menjadi cara baginya untuk belajar dari pengalaman, menumbuhkan rasa syukur, sekaligus mencari inspirasi baru.
Ia pun memegang teguh prinsip hidup, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya. Jika belum bisa memberi manfaat, setidaknya jangan sampai merugikan orang lain."
Ke depan, Izzul bercita-cita berkarier di bidang yang dekat dengan masyarakat, seperti human resources (HR), corporate social responsibility (CSR), maupun hubungan masyarakat (humas). Ia meyakini pengalaman organisasi dan berbagai prestasi yang diraih menjadi bekal penting untuk mewujudkan cita-cita tersebut.
Menutup pesannya, Izzul mengajak generasi muda agar berani mengembangkan potensi diri dan tidak takut mencoba berbagai kesempatan.
"Setiap orang diciptakan dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jangan fokus pada kekurangan yang membuat kita takut melangkah. Fokuslah pada kelebihan yang bisa membawa kita berkembang. Tidak perlu membandingkan diri dengan orang lain, karena hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai, tetapi siapa yang mampu bertahan dan terus bertumbuh dalam setiap proses," pungkasnya.