Mahasiswa Sumsel Aksi "September Hitam"! Bakar Lilin dan Tabur Bunga Simbol Kekecewaan

Jurnalis: Nanda Apriadi
Editor: Fiqih Arfani

29 Sep 2025 23:43

Thumbnail Mahasiswa Sumsel Aksi "September Hitam"! Bakar Lilin dan Tabur Bunga Simbol Kekecewaan
Massa aksi September Hitam dari BEM Nusantara Sumsel menyalakan lilin di tengah malam, menyerukan tuntutan agar pemerintah segera menuntaskan persoalan HAM, pendidikan, dan evaluasi program MBG. Senin 29 September 2025 (Foto: BEM Nusantara)

KETIK, PALEMBANG – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumatera Selatan kembali turun ke jalan dalam aksi bertajuk September Hitam, Senin 29 September 2025 malam. Aksi ini diikuti sekitar 100 massa dari sejumlah kampus, di antaranya UIN Raden Fatah Palembang, Universitas IBA, dan Universitas Sanz Magnatya.

Dengan membakar lilin dan melakukan tabur bunga, massa menyuarakan kekecewaan sekaligus simbol duka atas berbagai persoalan bangsa yang belum terselesaikan.

“Lilin ini kami bakar adalah bentuk kekecewaan kami. Sementara tabur bunga menjadi simbol bahwa masalah di negeri ini, khususnya di Sumsel, belum kunjung terselesaikan,” ujar Ilham, Koordinator BEM Nusantara Sumsel.

Dalam aksinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah poin tuntutan yang mereka nilai harus segera ditindaklanjuti pemerintah, di antaranya:

Baca Juga:
Lahan Pemkab Muba 'Dikapling' Pihak Swasta, Kejari Naikkan Kasus ke Penyidikan

1. Menegakkan supremasi sipil atas seluruh kebijakan penting negara.

2. Mendesak Presiden RI membuktikan pernyataannya soal keterlibatan asing dan indikasi makar dalam aksi Agustus lalu dengan membentuk tim investigasi independen.

3. Mengusut tuntas kasus pelanggaran HAM masa lalu maupun masa kini.

4. Menghentikan segala bentuk pelanggaran HAM di Indonesia.

Baca Juga:
Kejati Sumsel Pastikan Laporan Dugaan di Pagar Alam Tak Terbukti

5. Pemerataan infrastruktur pendidikan, khususnya di wilayah 3T.

6. Peningkatan kesejahteraan guru dan tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

7. Mendesak Gubernur Sumsel untuk mengevaluasi program Makan Siang Bergizi Gratis (MBG) pasca kasus keracunan yang terjadi pada sejumlah pelajar. 

Massa aksi berharap agar pemerintah, terutama Presiden dan Wakil Presiden, segera menindaklanjuti aspirasi.

“Kami berharap poin tuntutan ini bisa segera terealisasi. Jangan sampai ada lagi kejadian keracunan akibat program MBG. Presiden dan wakil presiden harus segera mengevaluasi,” tegas Ilham.

Senada, Faris, Demisioner Presiden Mahasiswa Universitas Sanz Magnatya, menuturkan, “Selepas kegiatan September Hitam ini, harapan kami agar bulan-bulan berikutnya bisa lebih cerah. Tidak ada lagi kabut gelap dari masalah bangsa yang tak terselesaikan.”

Sementara itu, Rizki, Wakil Presiden Mahasiswa Universitas IBA, menambahkan, “Pemerintah harus segera merealisasikan tuntutan September Hitam ini. Kami tidak ingin aksi ini hanya sekadar seremonial tanpa hasil.”

 

Aksi ini merupakan simbolis dan juga kelanjutan dari rangkaian demonstrasi yang digelar mahasiswa sejak 25 Agustus – 1 September 2025. Namun, hingga kini, tuntutan yang pernah mereka suarakan masih belum sepenuhnya direspons pemerintah.(*) 

Baca Sebelumnya

Pimpin Proses Evakuasi, Wagub Jatim Minta Pencarian Korban Terus Dilakukan

Baca Selanjutnya

LBH Mitra Santri Minta Jaksa KPK Tuntut Tinggi Mantan Bupati Situbondo KS

Tags:

Aksi damai mahasiswa Simbol kekecewaan September Hitam BEM Nusantara Sumatera Selatan

Berita lainnya oleh Nanda Apriadi

Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

13 April 2026 22:03

Praktik Kesehatan Ilegal di Ogan Ilir Diduga Makan Korban, Pengamat Minta Kemenkes Turun Tangan

Sidang Kasus 4 Kg Sabu Berkedok Teh Cina, Kurir Ungkap Jaringan Edar di PN Palembang

13 April 2026 21:54

Sidang Kasus 4 Kg Sabu Berkedok Teh Cina, Kurir Ungkap Jaringan Edar di PN Palembang

Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

13 April 2026 21:52

Sidang Pembunuhan di PN Palembang, Istri Korban Ungkap Detik-Detik Joko Samara Ditemukan Tak Bernyawa

ASN Palembang Divonis 2 Tahun dalam Kasus Proyek Rumah Limas, Kuasa Hukum Novran: Masih Pikir-Pikir, Ini Seharusnya Perkara Perdata

13 April 2026 20:23

ASN Palembang Divonis 2 Tahun dalam Kasus Proyek Rumah Limas, Kuasa Hukum Novran: Masih Pikir-Pikir, Ini Seharusnya Perkara Perdata

Simpan Sabu 58 Gram, Erwin Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

13 April 2026 18:20

Simpan Sabu 58 Gram, Erwin Dituntut 9 Tahun Penjara dan Denda Rp1 Miliar

Eksepsi Mentah, Sidang Kasus Kredit BRI Rp92 Miliar Berlanjut ke Fakta Persidangan

13 April 2026 14:07

Eksepsi Mentah, Sidang Kasus Kredit BRI Rp92 Miliar Berlanjut ke Fakta Persidangan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar