KETIK, KEDIRI – Mahasiswa Program Studi Agribisnis PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri yang mengikuti Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) turut mendampingi kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum di Desa Puhrubuh, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, pada 10 Februari 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan serta pemberdayaan perempuan di sektor pertanian.

Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Ary Indrastuti dan Audrei Ulinnaya Ingrid. Selama menjalani magang di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Semen, keduanya berkesempatan mendampingi berbagai aktivitas kelompok tani sekaligus memperoleh pengalaman langsung mengenai pemberdayaan masyarakat di bidang pertanian.

KWT Sekar Arum dikenal aktif memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidayakan berbagai komoditas hortikultura, seperti kangkung, tomat, kacang panjang, cabai, dan terong. Kegiatan tersebut sejalan dengan upaya penguatan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Desa Puhrubuh.

Pemanfaatan pekarangan sebagai lahan produktif dinilai mampu memperkuat cadangan pangan rumah tangga sekaligus menciptakan sumber pendapatan tambahan bagi keluarga. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, hasil panen yang diperoleh anggota kelompok juga memiliki nilai ekonomi apabila dipasarkan.

Baca Juga:
Mahasiswa MBKM UB Kediri Kenalkan Budidaya dan Olahan Lele kepada Siswa SMAN 1 Taman

Tidak hanya berfokus pada budidaya tanaman, anggota KWT Sekar Arum juga mengembangkan pembuatan pupuk organik cair (POC) sebagai alternatif pengganti pupuk kimia. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan pendampingan, mahasiswa turut berpartisipasi dalam persiapan lahan, penanaman, pemupukan, dokumentasi, hingga pencatatan informasi terkait proses pembuatan dan pemanfaatan POC. Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman praktis mengenai penerapan pertanian berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Selain membantu pelaksanaan kegiatan kelompok, mahasiswa juga melakukan observasi lapangan dan berinteraksi langsung dengan anggota KWT. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.

Persiapan pengaplikasian POC untuk tanaman di Lahan (Foto : Mahasiswa PSDKU UB Kediri)

Baca Juga:
Mahasiswa Sosial Ekonomi Perikanan UB Kediri Perkuat Layanan BBM Bersubsidi bagi Nelayan Pasuruan

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Semen berperan aktif memberikan pembinaan teknis, pendampingan, serta diseminasi informasi kepada anggota kelompok. Kolaborasi antara penyuluh dan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran yang efektif dalam memahami proses penyuluhan pertanian dan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa.

Program pendampingan ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger) melalui penguatan ketahanan pangan keluarga. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 5: Kesetaraan Gender (Gender Equality) dengan memperkuat peran perempuan melalui Kelompok Wanita Tani, serta SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production) melalui pemanfaatan pupuk organik cair sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, penyuluh pertanian, dan masyarakat, Program MBKM diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan kepedulian terhadap pembangunan pertanian. Pendampingan KWT Sekar Arum menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa PSDKU Universitas Brawijaya Kediri dalam mendukung ketahanan pangan dan pembangunan pertanian berkelanjutan di tingkat lokal.