KETIK, LAMONGAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berkolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Somosari, Kecamatan Kalitengah, Kabupaten Lamongan, menggelar Wisata Edukasi Petik Melon Hidroponik pada tanggal 3 hingga 4 Juli 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pendampingan BUMDes yang berfokus pada penguatan promosi dan branding unit usaha desa. Melalui wisata edukasi, mahasiswa KKN turut memperkenalkan potensi budidaya melon hidroponik kepada masyarakat.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Desa Somosari, Mashuri. Setelah itu, dilakukan prosesi pemotongan pita sebagai simbol peresmian papan Greenhouse Melon Hidroponik.
Usai prosesi tersebut, pengunjung mulai berdatangan untuk mengikuti Wisata Edukasi Petik Melon Hidroponik yang dibuka untuk umum selama dua hari.
Baca Juga:
BPJS Ketenagakerjaan Gandeng UNEJ, Mahasiswa Magang dan KKN Kini Dapat Perlindungan JKK dan JKMSebelum memasuki area greenhouse, pengunjung terlebih dahulu mencicipi tester tiga varietas melon, yakni *The Blues*, *Inthanon*, dan *Sunny*. Setelah itu, mereka dipersilakan memetik langsung melon sesuai pilihan masing-masing.
Koordinator Desa KKN UINSA Surabaya, Muhammad Fazza Wardoyo, mengatakan wisata petik melon merupakan implementasi tema KKN yang berfokus pada pendampingan BUMDes.
Menurutnya, budidaya melon hidroponik merupakan program ketahanan pangan Desa Somosari yang dikelola melalui BUMDes. Karena itu, mahasiswa KKN memilih wisata petik melon sebagai media promosi dan branding greenhouse kepada masyarakat.
"Tema KKN kami adalah pendampingan BUMDes. Greenhouse melon merupakan salah satu unit usaha BUMDes Desa Somosari di bidang ketahanan pangan. Karena itu, wisata petik melon kami jadikan sebagai sarana promosi agar greenhouse melon Desa Somosari semakin dikenal masyarakat," ujar Fazza.
Baca Juga:
STIMI Meulaboh Lepas 23 Mahasiswa KKN-KPM, Siap Mengabdi di Kaway XVIIa berharap pendampingan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat melalui pengembangan BUMDes. Selain itu, kawasan greenhouse diharapkan terus diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan warga.
"Harapan kami ke depan, zona greenhouse bisa semakin diperluas sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih besar dari wisata petik melon ini. Dengan potensi yang dimiliki Desa Somosari, kami berharap keberadaan BUMDes dapat terus berkembang dan ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Kepala Desa Somosari, Mashuri, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa KKN UINSA dalam mendampingi pengembangan BUMDes. Menurutnya, mahasiswa membantu administrasi sekaligus promosi budidaya melon melalui media sosial.
"Pendampingan dari teman-teman KKN sudah berjalan dengan baik. Mereka membantu administrasi BUMDes sekaligus mendukung promosi budidaya melon. Promosi melalui Instagram dan TikTok sangat berpengaruh karena budidaya melon ini merupakan program jangka panjang. Harapannya, saat masa panen berikutnya tiba, masyarakat sudah semakin mengenal wisata petik melon di Desa Somosari," kata Mashuri.
Ia berharap mahasiswa dapat terus mendampingi BUMDes hingga akhir masa KKN. Dengan begitu, penguatan administrasi dan promosi dapat memberikan manfaat bagi pengelolaan BUMDes ke depan.
Salah seorang pengunjung, Lia, mengaku mengetahui informasi wisata petik melon melalui TikTok dan Instagram. Ia menilai konsep kegiatan tersebut menarik karena pengunjung dapat mencicipi melon sebelum memetiknya.
"Saya tahu dari TikTok sama Instagram, terus saya juga warga Somosari jadi tahu kalau ada wisata petik melon ini. Menarik sih, soalnya jenis melonnya banyak, terus ada testernya juga. Jadi bisa coba dulu sebelum petik sendiri," ungkapnya.
Pengunjung lainnya, Naila, berharap Wisata Edukasi Petik Melon Hidroponik dapat terus diselenggarakan pada setiap musim panen. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi daya tarik sekaligus memperkenalkan potensi Desa Somosari.
"Semoga di panen selanjutnya tetap ada wisata petik melon seperti ini dan terus berkembang," ujarnya. (*)