Mahasiswa Ilkom dan Fashion UC Surabaya Optimalkan Pemanfaatan Limbah Pakaian

Jurnalis: Shinta Miranda
Editor: M. Rifat

23 Okt 2023 08:10

Thumbnail Mahasiswa Ilkom dan Fashion UC Surabaya Optimalkan Pemanfaatan Limbah Pakaian
Pelatihan untuk warga Desa Bungurasih dalam Program Sandang Terpandang, (23/10/2023). (Foto: Humas UC)

KETIK, SURABAYA – Lima belas mahasiswa ilmu komunikasi dan fashion product design dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya menyelenggarakan program Sandang Terpandang di Balai Desa Desa Bungurasih, Waru Sidoarjo.

Produk yang dihasilkan antara lain aksesoris maupun baju untuk hewan peliharaan yang tetap estetik dan lucu saat dipakai anjing dan kucing.

Program ini merupakan program penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan yang berhasil mendapatkan pendaaan dari DIKTI.

Ketua Pelaksana PPK Ormawa Dr. Jony E. Yulianto menjelaskan bahwa ada 10 orang penjahit dari Desa Bungurasih yang mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah pakaian untuk diubah menjadi produk inovatif berupa baju untuk hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

Baca Juga:
Sapa Mojokerto! Ciputra Film Festival Gandeng Studio Cerita Bawa Semangat 'See The Unseen'

“Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fashion Product Design berkolaborasi dalam melaksanakan pelatihan ini. Sudah 4 bulan mendampingi ibu-ibu penjahit di Desa Bungurasih dalam membuat pakaian hewan dan kemudian telah menjualnya di bazaar-bazaar di Galaxy Mall,” terang Jony, Senin (23/10/2023).

Foto Pemanfaatan limbah pakaian oleh 15 mahasiswa Universitas Ciputra prodi Ilmu Komunikasi dan Fashion Produk Desain. (Foto: Humas UC)Pemanfaatan limbah pakaian oleh 15 mahasiswa Universitas Ciputra prodi Ilmu Komunikasi dan Fashion Produk Desain. (Foto: Humas UC)

Menurut Jony, dalam kesempatan ini, kelompok mahasiswa melakukan evaluasi kegiatan bazar yang berhasil menjual 130 produk pakaian hewan tersebut.

"Evaluasi dan sekaligus membagi hasil penjualan kepada ibu-ibu penjahit," jelasnya.

Baca Juga:
Dies Natalis Ke-19, Unirow Tuban Mantap Menuju Internasionalisasi Kampus

Jony memaparkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi Desa Bungurasih sebagai desa kreatif melalui brand Bungurasih Handmade.

Ia memaparkan mahasiswa melakukan survey untuk mengenali potensi besar warga desa, dan ternyata sebagaian besar pintar menjahit.

"Lalu, kelompok mahasiswa mulai menyusun program untuk membantu kelompok penjahit lokal dapat menghasilkan produk inovatif dengan nilai ekonomis tinggi berbahan limbah pakaian, sampai  membuat branding desa," paparnya.

Foto Pakaian untuk anabul yang dihasilkan dari limbah pakaian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (Foto: Humas UC)Pakaian untuk anabul yang dihasilkan dari limbah pakaian yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi. (Foto: Humas UC)

Kegiatan ini telah terbukti meningkatkan penghasilan warga lokal. Jony berharap brand Desa Bungurasih sebagai desa kreatif semakin kuat.

"Selain itu, agar di masa depan, ada kolaborasi lain antara mahasiswa dan warga desa untuk mengoptimalkan potensi desa dan pendapatan warga melalui program inovatif lainnya,” ucapnya.

Fiorella, mahasiswa yang menjadi Ketua Program Sandang Terpandang menjelaskan bahwa program ini memberikan suatu kesempatan yang besar untuk bisa berkontribusi bagi warga Bungurasih.

"Saya bangga bisa membuat ibu-ibu jadi bisa menjahit dan menjual baju hewan. Semoga Bungurasih Handmade bisa berlanjut dan menjadi salah satu pendapatan bagi masyarakat," pungkasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Ratusan Ribu Warga Ikuti Parade Selawat di Peringatan HSN 2023

Baca Selanjutnya

Jalur Feeder Mojokerto-Batu Masih dalam Tahap Survei

Tags:

Universitas Ciputra DIKTI pelatihan warga Desa Bungurasih pakaian hewan

Berita lainnya oleh Shinta Miranda

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

30 Oktober 2025 15:28

Banyaknya Keluhan Masyarakat Soal Motor Brebet, DPRD Surabaya Dorong Pertamina Tak Hanya Minta Maaf

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

29 Oktober 2025 05:15

Pendidikan untuk Siapa? Petani Kedung Cowek Terancam Tergusur Demi Sekolah Rakyat

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

28 Oktober 2025 21:11

Makna Baru Sumpah Pemuda Menurut Yona Bagus: Gen Z Hadapi Perang Pikiran dan Inovasi

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

28 Oktober 2025 19:05

Marak Konten Mihol, Pemkot Surabaya Minta Influencer Tak Jadi Corong Iklan

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

28 Oktober 2025 18:57

Benang Emas, Saat Mesin Jahit Mengubah Nasib Ratusan Warga MBR Surabaya

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

27 Oktober 2025 16:00

[FOTO] Ketika Spesialis Mall Bangun Rumah Sakit, Begini Tampilan Istimewa Siloam Hospitals Surabaya, Gak Ada Bau Obat!

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar