“Madya: The Unfixed Center”, Ruang Baru Seni Kontemporer di Surabaya

Jurnalis: Adinda Trisaeni Nur Sabrina
Editor: Rahmat Rifadin

18 Okt 2025 06:05

Thumbnail “Madya: The Unfixed Center”, Ruang Baru Seni Kontemporer di Surabaya
Pembukaan Pameran Seni "Madya: The Unfixed Center" diawali dengan dialog kurator bersama para seniman di ARTOTEL ARTSPACE pada 17 Oktober 2025 (Foto: Adinda Trisaeni Nur Sabrina/Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Dunia seni rupa kontemporer menciptakan ruang baru untuk berekspresi lewat pameran bertajuk “Madya: The Unfixed Center” yang digelar di ARTSPACE, ARTOTEL Jl. Hayam Wuruk No.6, Sawunggaling, Surabaya.

Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Indonesia Contemporary Art New Wave (ICANW) dan ARTOTEL Group, dan resmi dibuka pada Jumat (17/10/2025) pukul 16.00 WIB. Pameran ini berlangsung hingga 17 Januari 2026.

Dengan menghadirkan 40 karya dari 15 seniman lintas daerah—mulai dari Surabaya, Lamongan, Blitar, Pasuruan, Malang, hingga Gresik—Madya berupaya menghadirkan keberagaman wacana dan praktik artistik yang berkembang di berbagai wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Karya-karya yang dipamerkan meliputi medium beragam, dari lukisan, kolase, dan keramik, hingga material eksperimental berbasis alam seperti ekstrak tumbuhan.

Menurut Dwiki Nugroho Mukti, salah satu kurator, pameran ini tidak diselenggarakan untuk memperingati momen tertentu, melainkan sebagai ruang representatif bagi seniman muda untuk menampilkan gagasannya.

Baca Juga:
Reyog Diakui UNESCO, Khofifah Perkuat Ekosistem dan Regenerasi Seniman Menuju Panggung Dunia

“Kami memang ingin membuat satu ruang yang representatif untuk seniman-seniman muda. Karena penyampaian artistik mereka hari ini luar biasa, dan oke oke banget,” ujar Dwiki.

 “Total ada 15 seniman dengan sekitar 40 karya. Mereka datang dari berbagai daerah, tidak terbatas Surabaya saja, tapi juga Lamongan, Gresik, Malang, Blitar, hingga Pasuruan,” tambahnya.

Dwiki menjelaskan bahwa pemilihan jumlah 15 seniman dilakukan dengan pertimbangan ruang dan kualitas karya, bukan sekadar kuantitas.

“Jumlah itu kami anggap cukup representatif untuk berbicara tentang praktik seni kontemporer hari ini. Kami berpikir, 15 seniman ini bisa menjadi partner kami untuk melangkah ke kegiatan awal ini,” tuturnya.

Baca Juga:
Penemuan Jenazah di Bawah Jembatan Tol Wonocolo Surabaya, Tim 112 Segera Evakuasi

Sementara itu, Dimas Tri Pamungkas, kurator lainnya, menambahkan bahwa tema “The Unfixed Center” diangkat untuk menegosiasikan kembali makna “pusat” dalam peta seni rupa Indonesia.

“Kami ingin mengajak publik melihat bahwa ‘tengah’ atau ‘pusat’ itu tidak selalu tetap. Dalam konteks seni kontemporer, pusat bisa berpindah, dan bisa dinegosiasikan. Madya adalah ruang di mana pinggiran juga bisa menjadi pusat,” jelas Dimas.

 “Riset kami mengarah ke sana, bagaimana seniman dari berbagai daerah mengambil konteks lokal di mana mereka berada, Bisa direpresentasikan melalui dirinya sendiri, atau soal lingkungan, dan seterusnya,” lanjutnya.

Selain menghadirkan eksplorasi bentuk dan medium, Madya juga membawa pesan sosial yang kuat. Beberapa karya mengangkat isu-isu personal seperti kesehatan mental dan sejarah, sementara lainnya membahas persoalan lingkungan dengan pendekatan artistik yang ramah terhadap material.

“Para seniman hari ini enggak cuma fokus pada medium yang bagus atau mahal dan sebagainya. Mereka hari ini juga sangat memperhatikan hal-hal yang cukup ramah lingkungan, karena itu sangat berkaitan dengan kontek-kontek karyanya, “ ujar Dwiki.

Pameran ini digelar di ARTOTEL ARTSPACE, ruang seni yang sudah dikenal sebagai wadah kreatif bagi seniman lintas generasi. Pemilihan lokasi ini, kata Dwiki, bukan tanpa alasan.

“Saat membuat pameran, kita memang mencari partner yang memiliki ruang yang representatif, bisa digunakan, dan bisa saling support untuk bisa kami gunakan sebagai pameran. Dan muncullah akhirnya opsinya ARTOTEL. Karena ARTOTEL cukup akumulatif, sangat menyambut dengan ide-ide kami,” ujarnya.

Dimas menambahkan, pameran ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.

“Masyarakat wajib datang, karena gratis dan bisa jadi pengalaman yang memperkaya. Selain menikmati karya, mereka juga bisa memahami cerita dan konteks dari tiap daerah seniman yang berpartisipasi,” katanya.

Pameran Madya – The Unfixed Center menjadi bukti bahwa seni kontemporer Indonesia tidak lagi terpusat pada satu kota atau institusi, melainkan tumbuh dari berbagai wilayah dengan keragaman gagasan dan narasi yang saling berdialog. Dwiki menutup dengan ajakan sederhana,

“Pamerannya berlangsung cukup lama, sampai bulan Januari. Jadi masih banyak waktu untuk mampir dan main. Kami ingin masyarakat datang, melihat, dan terlibat dalam pameran seni kontemporer yang memiliki banyak konteks,” jelasnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bangkitkan Ekonomi Rakyat, Pemkab Bondowoso Mulai Bangun 800 Gerai KMP di Desa

Baca Selanjutnya

[Foto] Dua Kartu Merah dan Kehilangan Tiga Poin Sriwijaya FC di Kandang Sendiri

Tags:

PameranSeni #Madya:TheUnfixedCenter surabaya #SeniKontemporer Seniman #ARTSPACE artotel

Berita lainnya oleh Adinda Trisaeni Nur Sabrina

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

23 November 2025 21:27

Kawal Kualitas Pengabdian, LPPM Unesa Gelar Monev Program Mahasiswa Berdampak 2025

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

23 November 2025 10:21

Wayang Orang “Duta Pancawati” Hadir di Surabaya, Kolaborasi Klasik-Modern untuk Generasi Muda

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

14 November 2025 16:32

Sengkuni 7 Resmi Dibuka, Pameran Seni Internasional Angkat Tema Harmony sebagai Ruang Kontemplasi Seni

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

10 November 2025 15:44

Veteran Surabaya Ajak Generasi Muda Teruskan Perjuangan dengan Kejujuran dan Ilmu

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

9 November 2025 18:41

"Mata Ruang Lama Kini”, Pameran Keramik yang Menghidupkan Ruang dan Waktu di Kota Batu

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

8 November 2025 19:43

Veteran dan Keluarga Meriahkan Fun Aerobic di ARTOTEL TS Suites Surabaya

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar