LSM Harimau Desak PT GEI Transparan Soal Rekrutmen dan TKA

Jurnalis: Makroni
Editor: Rahmat Rifadin

11 Feb 2026 18:22

Thumbnail LSM Harimau Desak PT GEI Transparan Soal Rekrutmen dan TKA
Sejumlah anggota LSM Harimau sebelum masuk ke area PT GEI, 11 Februari 2026. (Foto: Makroni/ketik.com)

KETIK, BREBES – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Harimau gelar pertemuan audensi ke perusahaan PT Gold Emperor Indonesia (GEI), yang terletak di Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes Jawa Tengah.Rabu 11 Februari 2026.

‎Pertemuan ini dipicu keresahan masyarakat terkait sistem perekrutan karyawan yang dinilai tidak prosedural serta dugaan adanya Tenaga Kerja Asing (TKA) yang belum mengantongi dokumen lengkap.

‎Adi Sucipto, Koordinator LSM menyatakan bahwa proses rekrutmen yang berjalan selama ini dianggap tidak prosedural karena kurang memprioritaskan tenaga kerja lokal dari lingkungan sekitar.

Sistem penilaian rekrutmen juga diduga mengandung diskriminasi fisik, dimana yang dianggap berparas cantik  yang bisa diterima.

Baca Juga:
3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

‎"Kami meminta klarifikasi dan keterbukaan dari pihak perusahaan. Jangan sampai warga lokal hanya jadi penonton, dimana didapat informasi dalam perekrutan karyawan yang berparas cantik saja yang diterima, dan bahkan info didapat yang penilaian rekrutmen bukan HRD, namun melalui tenaga kerja ssing,  HRDnya tidak dilibatkan," kata Adi Sucipto usai audensi.

‎Selain itu menilai ada indikasi prosedur yang dilangkahi, termasuk soal legalitas pekerja asing 

‎"Ada juga didapat info, sejumlah tenaga pekerja asing belum memiliki administrasi lengkap," tambahnya.

Jawaban dari PT GEI

Baca Juga:
Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

‎Menanggapi tudingan tersebut, pihak manajemen perusahaan membantah adanya pelanggaran prosedur. Dalam keterangannya, perwakilan perusahaan menegaskan bahwa seluruh proses perekrutan karyawan telah dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan perusahaan yang berlaku.

‎"Teman-teman lembaga meminta agar penyerapan tenaga kerja di sekitar bisa terserap maksimal khususnya warga yang terdampak pada 2 dan 3 yang benar-benar terdampak dari perusahaan," terang HRD PT. GEI, Aris Juliyanto dikonfirmasi.

‎Terkait keberadaan pekerja asing, perusahaan mengeklaim bahwa semua TKA yang bekerja telah melalui proses verifikasi dan memiliki dokumen resmi. Namun diakui ada sejumlah TKA yang masih berproses administrasinya.

‎"Kemudian tentang penggunaan tenaga kerja asing yang ada di perusahaan agar mekanisme penggunaan tenaga kerja asing di sini, perlu kami tegaskan,  kami memiliki kepatuhan yang baik terhadap peraturan perundang-undangan tentang Bagaimana penggunaan tenaga kerja asing dan perusahaan kami tentu saja berkomitmen untuk tetap mengikuti peraturan," terangnya.

‎"Semua sudah sesuai prosedur. Kami berkomitmen untuk mengikuti regulasi pemerintah, baik dalam hal rekrutmen maupun penggunaan tenaga kerja asing. Dokumen yang dipersoalkan warga sebenarnya sudah lengkap dan bisa dipertanggungjawabkan," ungkapnya.

‎Meski demikian, audiensi berakhir dengan kesepakatan bahwa pihak perusahaan akan melakukan evaluasi internal dan lebih kooperatif dalam memberikan informasi kepada masyarakat guna menjaga kondusivitas di lingkungan sekitar pabrik.

‎Adensi berjalan tertib dan lancar, Polisi Polres Brebes, Polsek Tanjung diterjunkan mengamankan berjalanya audensi. (*)

Baca Sebelumnya

392 Jembatan di Kabupaten Lebak dalam Pengawasan DPUPR, Mayoritas Berkondisi Baik

Baca Selanjutnya

Sidang Penyerobotan Lahan di PN Pasuruan Masuk Tahap Pembuktian, Korban Ungkap Kronologi

Tags:

LSM Harimau Rekrutmen Karyawan PT GEI TKA Brebes

Berita lainnya oleh Makroni

Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

14 April 2026 09:40

Jawa Tengah Siapkan 3 Aglomerasi Pengolahan Sampah, Brebes Diantaranya

Bupati Brebes Tekankan Rotasi Jabatan Bukan Hukuman, Minta Jangan Ada Lagi Salah Surat-menyurat

13 April 2026 14:05

Bupati Brebes Tekankan Rotasi Jabatan Bukan Hukuman, Minta Jangan Ada Lagi Salah Surat-menyurat

3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

13 April 2026 11:28

3.966 Warga Brebes Terdiagnosis Gangguan Jiwa, 33 Pasien Terpaksa Dipasung

Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

12 April 2026 19:48

Herkusnadi Nakhodai FPTI Brebes 2026-2030, Terpilih Aklamasi dalam Muscab

Nyambi Jadi Mafia Gas Elpiji di Gudang Sekolah, Oknum Kepsek di Brebes Ditangkap

10 April 2026 16:08

Nyambi Jadi Mafia Gas Elpiji di Gudang Sekolah, Oknum Kepsek di Brebes Ditangkap

Perpisahan SMA 3 Brebes Digelar di Hotel, Panitia Berikan Penjelasan

9 April 2026 13:26

Perpisahan SMA 3 Brebes Digelar di Hotel, Panitia Berikan Penjelasan

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar