Lomba Panjat Pinang, Tradisi Era Kolonial yang Punya Makna Filosofis

Jurnalis: Mursal Bahtiar
Editor: Muhammad Faizin

3 Agt 2023 07:00

Headline

Thumbnail Lomba Panjat Pinang, Tradisi Era Kolonial yang Punya Makna Filosofis
Ilustrasi Panjat Pinang (Foto Anggiarr/Ketik.co.id)

KETIK, LABUHA – Lomba Panjat Pinang kini menjadi salah satu tradisi masyarakat Indonesia setiap tanggal 17 Agustus. Namun, sejarah dibalik lomba panjat pinang itu mulai diadakan ketika Belanda masih berdiam di Indonesia.

Belanda pernah mewajibkan wilayah koloninya untuk memperingati Koninginnedag setiap tanggal 31 Agustus. Hari itu dimaksudkan untuk menghormati kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Helena Pauline Marie van Orange-Nassau.

Maka, semua masyarakat diminta untuk melakukan berbagai perayaan seperti festival, karnaval, hiburan, pasar kaget, wayang, termasuk salah satunya lomba panjat pinang.

Lomba panjat pinang di era kolonial disebut dengan de Klimmast oleh orang Belanda yang artinya memanjat tiang. Dengan hadiah bahan makanan seperti beras, tepung, roti, keju, gula dan pakaian menjadi barang yang diperebutkan di puncak panjat pinang. Hadiah tersebut masih dinilai mewah oleh orang-orang pribumi.

Baca Juga:
Justin Hubner Minta Maaf ke Lewis Holtby Usai Insiden Kaki Sobek di Liga Belanda

Saat itu, peserta lomba panjat pinang terbagi di dalam beberapa regu untuk memanjat batang pinang setinggi 5-9 meter. Pinang tersebut sudah dilumuri minyak pelumas (oli atau gemuk). Mereka yang menjadi peserta dalam panjat pinang tersebut berasal dari kalangan pribumi.

Sementara itu, para meneer Belanda sebagai penonton hanya tertawa melihat orang pribumi yang tengah memanjat batang pinang. Artinya lomba panjat pinang mulanya adalah sebuah sarana hiburan orang Belanda di Batavia.

“Sebelum Indonesia merdeka, sekitar tahun 1930-an, permainan ini kerap digelar orang-orang Belanda saat mereka mengadakan hajatan, seperti pernikahan, kenaikan jabatan dan pesta ulang tahun,” tulis Fandy Hutari dalam bukunya Hiburan Masa Lalu dan Tradisi Lokal terbitan tahun 2017.

Sejarah ini membuat Pemkot Kota Langsa, Aceh sempat melarang lomba panjat pinang pada perayaan HUT ke-74 Republik Indonesia yang lalu. Larangan tersebut tertuang dalam surat Instruksi Wali Kota Langsa bernomor 450/2381/2019 tentang peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2019.

Baca Juga:
Menelusuri Jejak Keberadaan Kuil Jepang di Kota Malang, Sempat Ditakuti Masyarakat

Namun, Fandy berpendapat, terlepas dari sejarahnya, panjat pinang mempunyai makna filosofis tersendiri.

“Jika hadiah diibaratkan sebuah ‘kemerdekaan’, maka panjat pinang punya filosofi yang mendalam,” tulis dia.

Menurutnya, panjat pinang mengajarkan untuk berjuang mencapai kemerdekaan. Kemudian, kegiatan beregu ini dapat melatih kerjasama, kecerdikan, dan saling menopang antar pemain.

Selain itu, tradisi panjat pinang juga menyingkirkan ego pribadi untuk mencapai kemerdekaan dan mengajarkan bahwa hasil kemerdekaan dibagi rata dalam masyarakat.

“Tapi yang namanya juga hiburan, kontroversi tak lagi penting, yang penting bisa menghibur. Dan yang paling penting lagi adalah memaknai hari kemerdekaan kita bukan saja dengan perlombaan, tapi dengan wujud nyata kepada bangsa,” imbuh Fandy. (*)

Baca Sebelumnya

Bappeda DKI Jakarta Buka Lowongan untuk Lulusan S1, Simak Persyaratannya

Baca Selanjutnya

Sekda Kabupaten Malang Diusulkan Jadi Kandidat PJ Wali Kota Malang

Tags:

Panjat pinang masa kolonial dirgahayu RI Penjajahan Belanda

Berita lainnya oleh Mursal Bahtiar

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

14 April 2026 09:50

Nasyir Koda Ingin Bangunan Warga Halmahera Selatan Cepat Legal

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

14 April 2026 06:53

Sianida di Halmahera Selatan Hanya Lewat Satu Tangan

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

13 April 2026 19:02

Total 361 Koperasi Tercatat di Halmahera Selatan

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

12 April 2026 17:06

Bassam ke KNPI Halsel: Kritis Saja Tak Cukup, Pemuda Harus Bawa Solusi

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

12 April 2026 16:36

Taslim Abdurrahman Resmi Pimpin KNPI Halmahera Selatan

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

12 April 2026 10:24

Pelabuhan Kupal Jadi Jagoan PAD Dishub Halsel, Ramli Manui Mulai Waswas Tahun Ini

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar