Logam Tanah Jarang Jadi Rebutan Dunia, Indonesia Siapkan Strategi Nasional dan Pilot Project di Mamuju

Editor: Muhammad Faizin

21 Feb 2026 11:00

Thumbnail Logam Tanah Jarang Jadi Rebutan Dunia, Indonesia Siapkan Strategi Nasional dan Pilot Project di Mamuju
Peta sebaran potensi, produksi dan konsumsi logam tanah jarang (LTJ) di dunia. Warna kuning menunjukkan cadangan, hijau menunjukkan produksi dan biru menunjukkan konsumsi Logam Tanah Jarang. (Kementerian ESDM)

KETIK, YOGYAKARTA – Indonesia mulai memperkuat langkah strategis dalam pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di tengah meningkatnya persaingan global atas mineral kritis. Komoditas ini menjadi komponen utama dalam industri pertahanan, teknologi tinggi, energi, hingga sistem komunikasi modern.

Logam tanah jarang digunakan untuk mesin jet pesawat tempur, pesawat komersial, sistem rudal, elektronik canggih, pendeteksi bawah laut, pertahanan antirudal, alat pelacak, pembangkit energi satelit, hingga perangkat komunikasi strategis. Kebutuhan global terhadap mineral ini terus meningkat seiring ketegangan geopolitik dan perlombaan teknologi antarnegara.

Pemerintah merespons dinamika tersebut dengan membentuk Badan Industri Mineral (BIM) untuk mengoordinasikan riset, kebijakan, serta hilirisasi mineral strategis nasional. Langkah ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam memperkuat posisi di rantai pasok global.

Sejumlah penelitian mengidentifikasi sedikitnya delapan lokasi potensial logam tanah jarang di Indonesia yang tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi. Temuan ini memperbesar peluang Indonesia masuk dalam peta produsen mineral kritis dunia.

Baca Juga:
UGM Teliti Logam Tanah Jarang Sejak 2008, Tantangan Terbesar Ada pada Teknologi Ekstraksi

Dosen Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM, Dr. Eng. Ir. Lucas Donny Setijadji, S.T., M.Sc., menjelaskan bahwa lonjakan perhatian global terhadap logam tanah jarang bermula saat Tiongkok membatasi ekspor komoditas tersebut.

“Sejak itulah eksplorasi logam tanah jarang digalakkan di seluruh dunia. Jepang menjadi salah satu promotor utama riset, termasuk di kawasan ASEAN dan Afrika, melalui pendanaan penelitian dan beasiswa,” jelasnya, Sabtu, 21 Februari 2026. 

Kebijakan Tiongkok saat itu mengguncang negara-negara industri, terutama Jepang, yang sangat bergantung pada pasokan logam tanah jarang untuk sektor manufaktur dan teknologi.

Meski memiliki potensi besar, Indonesia belum memasuki tahap produksi komersial. Pemerintah memilih pendekatan kehati-hatian karena komoditas ini tergolong kekayaan strategis negara yang pengelolaannya harus sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Indonesia memang relatif tertinggal, tetapi itu juga karena kehati-hatian kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Di tengah langkah agresif negara seperti Vietnam, Laos, dan Myanmar yang telah lebih dulu memproduksi LTJ, Indonesia berupaya menata strategi jangka panjang agar tidak sekadar menjadi penyuplai bahan mentah, melainkan mampu mengembangkan hilirisasi dan penguasaan teknologi.

Wilayah Mamuju, Sulawesi Barat, kini disebut sebagai kawasan paling prospektif dan direncanakan menjadi pilot project hilirisasi logam tanah jarang nasional. Pemerintah berharap proyek percontohan ini menjadi fondasi pengembangan industri berbasis mineral kritis di masa depan. (*)

Baca Sebelumnya

Resmi! Jadwal Jam Kerja ASN Pemprov Jatim Selama Ramadan 2026, Masuk Pukul 08.00 WIB

Baca Selanjutnya

RPH Surabaya Pastikan Stok Daging Aman Hingga Lebaran, Warga Tak Perlu Panic Buying

Tags:

logam tanah jarang indonesia mineral kritis indonesia badan industri mineral potensi logam tanah jarang mamuju hilirisasi mineral strategis geopolitik mineral dunia

Berita lainnya oleh Muhammad Faizin

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

15 April 2026 08:50

Kerusuhan di Polsek Panipahan imbas Kemarahan Warga Terkait Narkoba, Polda Riau Lakukan Evaluasi Besar

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

15 April 2026 08:07

So Sweet! Dari Paris, Presiden Prabowo Sampaikan Ucapan Ulang Tahun ke-67 untuk Titiek Soeharto

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

15 April 2026 05:41

Pemerintah Batasi Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun, Akademisi: Langkah Mendesak

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

15 April 2026 05:08

Bertemu Macron di Istana Élysée, Prabowo Perkuat Kerja Sama Indonesia–Prancis

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

14 April 2026 07:20

Takut Dibunuh Intel Iran, Anak Buah Netanyahu Minta PM Israel Boleh Tak Hadiri Sidang Korupsi

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

14 April 2026 06:20

Makan Sebelum Kenyang, Hara Hachi Bu: Rahasia Umur Panjang Warga Okinawa

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar