KETIK, ACEH SINGKIL – Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kabupaten (EK) Aceh Singkil mendorong Dinas Komunikasi dan Informatika setempat untuk memperkuat sistem perlindungan digital, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang dinilai semakin rentan terhadap ancaman di ruang siber.

Dorongan tersebut muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap maraknya paparan konten negatif di internet, termasuk judi online yang kini mulai menyasar kelompok usia anak-anak.

Berdasarkan data terbaru Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), hampir 200 ribu anak di Indonesia telah terpapar judi online. Dari jumlah tersebut, sekitar 80 ribu anak diketahui masih berusia di bawah 10 tahun.

Ketua EK LMND Aceh Singkil, Surya Padli, mengatakan kondisi itu menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Menurutnya, paparan konten berbahaya di ruang digital tidak hanya berdampak pada kesehatan mental anak, tetapi juga dapat mengganggu pembangunan kualitas sumber daya manusia secara nasional.

Surya menilai pemerintah daerah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika memiliki peran penting dalam memperkuat literasi digital, meningkatkan pengawasan konten, serta membangun sistem perlindungan digital yang lebih efektif di tingkat daerah.

Baca Juga:
Era Agentic AI Dimulai, Pemerintah Genjot Pengembangan Talenta Digital

“Perlindungan digital harus menjadi prioritas. Anak-anak kita tidak boleh dibiarkan menghadapi ancaman ruang siber tanpa pendampingan dan sistem pengamanan yang kuat,” ujarnya, Ahad (17/5/2026).

EK LMND Aceh Singkil juga mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan orang tua dalam meningkatkan kesadaran serta pengawasan terhadap aktivitas digital anak-anak.

Menurut Surya, langkah preventif seperti edukasi literasi digital sejak dini, penggunaan teknologi penyaring konten, hingga penguatan regulasi daerah menjadi upaya penting untuk menekan paparan konten negatif di kalangan anak dan remaja.

Ia berharap sinergi berbagai pihak dapat menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi generasi muda di Aceh Singkil.

Baca Juga:
Siapkan Generasi "Melek" AI, Polres Kendal Luncurkan Pilot Project AI Ready ASEAN

Dengan langkah konkret dan pengawasan yang berkelanjutan, Aceh Singkil diharapkan mampu menjadi daerah yang lebih siap menghadapi tantangan ruang digital sekaligus melindungi anak-anak dari ancaman konten berbahaya di internet. (*)