Lima Tahun Jalan Rusak, Satu Nyawa Jadi Harga Diamnya Pemkab Sampang

Jurnalis: Mat Jusi
Editor: Rahmat Rifadin

15 Jun 2025 09:26

Thumbnail Lima Tahun Jalan Rusak, Satu Nyawa Jadi Harga Diamnya Pemkab Sampang
Mobil pick-up terperosok ke jurang di kawasan Jembatan Somber, Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang, Madura, pada Sabtu, 14 Juni 2025. sekitar pukul 04.30 WIB. (Foto: Agus Junaidi for Ketik)

KETIK, SAMPANG – Sabtu sore, 14 Juni 2025, menjadi mimpi buruk bagi warga Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Sebuah mobil pick-up yang mengangkut rombongan warga terguling dan terperosok ke jurang di kawasan Jembatan Somber, Desa Somber, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Kecelakaan tunggal ini menelan satu korban jiwa dan dua lainnya luka-luka. Namun, tragedi ini bukan sekadar musibah lalu lintas, ini adalah potret kelalaian yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Jembatan yang menjadi lokasi kecelakaan diketahui sudah dalam kondisi rusak parah selama lima tahun terakhir. Lubang menganga, badan jalan yang bergelombang, serta minimnya penerangan menjadi “jebakan maut” bagi para pengguna jalan.

Warga setempat menyebut, insiden ini bukan kejadian pertama, melainkan puncak dari akumulasi pembiaran yang terlalu lama dilakukan Pemerintah Kabupaten Sampang.

Baca Juga:
Yai Mim Meninggal Saat Hendak Diperiksa, Polresta Malang Kota Beberkan Kronologi

Jeritan Warga, Tangisan Nyawa

Suara lantang terdengar dalam video amatir yang viral di media sosial sesaat setelah kejadian. "Ayo pemerintah bangun jalannya. Ini ada korban, pick-up terguling. Ayo bangun, segera bangun!" teriak seorang warga dengan nada emosional.

Jeritan itu bukan sekadar seruan spontan, tetapi akumulasi kemarahan yang tertahan oleh waktu dan pengabaian.

Mobil pick-up bernomor polisi W 8794 QC yang dikemudikan Holil (53), warga Desa Nyeloh, melaju dari arah utara menuju selatan. Saat melintasi jembatan yang menanjak, kendaraan kehilangan kendali akibat permukaan jalan yang licin dan rusak, lalu tergelincir dan terjun bebas ke jurang di sisi kanan jalan.

Baca Juga:
Proyek Fisik Pemkab Sampang Belum Dilelang hingga Triwulan II 2026, Ini Alasannya

Kasi Humas Polres Sampang, Ipda Gama Rizaldi, membenarkan kejadian tersebut. "Akibat insiden itu, satu penumpang bernama Halimah (53) mengalami luka berat dan meninggal dunia di Puskesmas Tambelangan. Dua lainnya, Irodatul Masruroh dan Zizah, mengalami luka ringan," jelasnya.

Infrastruktur atau Jerat Nyawa?

Jalan penghubung antara Kecamatan Tambelangan dan Banyuates telah lama dikeluhkan warga. Tidak hanya rusak berat, tetapi juga seolah luput dari prioritas pembangunan. Padahal, jalan ini menjadi nadi penghubung masyarakat pedesaan dengan pusat-pusat aktivitas ekonomi.

“Jembatan itu sudah lima tahun lebih dibiarkan tanpa perbaikan. Bukan hanya rusak, tapi benar-benar runtuh,” ujar Mahdi, warga setempat. Ia menyayangkan lambannya respons Pemkab Sampang, bahkan dalam kondisi darurat sekalipun.

Kritik terhadap pemerintah pun menguat di media sosial. Beberapa warganet bahkan menyarankan perbaikan jalan dilakukan secara swadaya masyarakat. “Jangan nunggu Pemkab Sampang, kalau swadaya pasti bisa selesai,” tulis salah satu pengguna.

Pelanggaran Hak Konsumen dan Gagal Lindungi Nyawa

Rofi, seorang aktivis dari Lembaga Perlindungan Konsumen Jawa Timur menilai bahwa kondisi ini tak hanya persoalan infrastruktur, melainkan sudah menyentuh aspek hukum. Ia mengutip Undang-Undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

"Pasal 4 huruf a dan c menyatakan bahwa konsumen berhak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam menggunakan layanan publik. Pemerintah sebagai penyedia layanan wajib melindungi hak tersebut," jelasnya.

Jika infrastruktur jalan yang rusak ini menyebabkan kematian, maka Pemkab Sampang bisa dinilai telah melakukan pelanggaran hukum.

Menurutnya, pemerintah tidak hanya abai, tetapi juga melanggar prinsip-prinsip pelayanan dasar kepada rakyatnya. Jalan bukan sekadar sarana, tapi urat nadi kehidupan masyarakat.

Retorika vs Aksi Nyata

Desakan terhadap Bupati Sampang, Slamet Junaidi, bukanlah kali pertama. Namun hingga pertengahan 2025, tanda-tanda konkret perbaikan jalan belum juga terlihat. Di balik kabar duka ini, terdapat kritik tajam terhadap sistem birokrasi yang lamban dan tak peka. Warga tidak butuh janji manis atau sekadar survei lokasi. Mereka menuntut tindakan nyata.(*)

Baca Sebelumnya

Cari Atlet Berbakat, Disparpora Situbondo Gelar Run Speed

Baca Selanjutnya

Plt. Gubernur Jatim Sebut WUACD Garda Terdepan Inovasi dan Agen Transformasi Inklusif Berkelanjutan

Tags:

Mobil Pick up Terperosok Jurang Jalan rusak Pemkab Sampang Meninggal dunia Jalan Rusak di Tambelangan Diam Pick up Terperosok ke Jurang

Berita lainnya oleh Mat Jusi

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

15 April 2026 19:22

Gedung Baru Puskesmas Karang Penang Sampang Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Ditingkatkan

Ketua DPD NasDem Sampang Kecam Cover Tempo soal Isu Merger: Partai Politik Bukan Perusahaan

15 April 2026 19:11

Ketua DPD NasDem Sampang Kecam Cover Tempo soal Isu Merger: Partai Politik Bukan Perusahaan

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

14 April 2026 09:00

Distribusi MBG Terhenti Lama, Publik Pertanyakan Kinerja SPPG Polres Sampang

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

14 April 2026 06:00

Bank Sampang Raih TOP BUMD Awards 2026 Bintang 5 dan Golden Trophy

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

13 April 2026 11:44

Rumah Pendidikan Gelar Try Out UTBK SNBT se-Madura di Sampang, Asah Mental dan Akademik Siswa

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

12 April 2026 23:06

Keterbatasan Biaya Tak Surutkan Semangat Belajar Kakak Beradik Yatim Piatu di Sampang

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar