KETIK, SURABAYA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kebakaran KMP Mutiara Sentosa II yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, Minggu, 2 Agustus 2026.
Insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia.
Investigator Keselamatan Pelayaran KNKT, Alaik Nurwahyudi, mengatakan proses investigasi dipastikan tidak mudah karena tim harus menemukan barang bukti yang dapat mendukung analisis penyebab kebakaran.
"Idealnya memang kami harus menemukan sampai ke evidence (barang bukti) yang akan mendukung analisis kami, terutama kondisi kapalnya," ujar Alaik dalam keterangan pers di Terminal Gapura Surya Nusantara (GSN), Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Menurutnya, informasi sementara dari Basarnas menyebut KMP Mutiara Sentosa II sudah tidak lagi berada di permukaan laut. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim investigasi dalam mengumpulkan bukti-bukti di lokasi kejadian.
Baca Juga:
Kisah Heroik Muhammad Saleh Gunakan Jeriken dan Celana Tolong Rekan, Selamatkan Diri dari KMP Mutiara Sentosa II"Kami harus memastikan di mana dulu posisi kapalnya, kemudian bagaimana kami melakukan pemeriksaan bawah air kalau kapalnya memang ketemu di bawah air, bukan permukaan," katanya.
Alaik menjelaskan penyelidikan KNKT tidak hanya berfokus pada pemeriksaan fisik bangkai kapal, tetapi juga akan mencakup berbagai aspek lain yang berkaitan dengan penyebab terjadinya kebakaran.
Ia mengakui proses investigasi membutuhkan sumber daya yang lebih besar karena lokasi kejadian berada di laut lepas dengan kedalaman sekitar 50 meter.
"Tentu tidak mudah dengan kondisi seperti ini, di laut terbuka, kedalaman sekitar 50 meter. Resource tentunya akan lebih besar kalau dibandingkan dengan kejadian tahun kemarin," ujarnya.
Baca Juga:
Pekan ASI Sedunia, Ning Lia Serukan: Menyusui Itu Teamwork, Bukan One Woman ShowAlaik merujuk pada peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa I yang terjadi di kawasan timur laut Kepulauan Masalembu, Kabupaten Sumenep, pada Mei 2017.
KNKT berharap proses investigasi dapat mengungkap penyebab pasti kebakaran sehingga hasilnya dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi keselamatan untuk mencegah kejadian serupa terulang pada masa mendatang.
Sementara itu, pencarian dan penanganan pascakebakaran oleh tim gabungan masih terus dilakukan sesuai perkembangan di lapangan.(*)