KETIK, BOGOR – Kasus perlemakan hati atau fatty liver terus meningkat seiring bertambahnya jumlah masyarakat yang mengalami obesitas dan gangguan metabolik. Kondisi tersebut mendorong pentingnya upaya pencegahan sejak dini melalui perubahan gaya hidup.

Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr Widya Khairunnisa Sarkowi, MSc, menegaskan bahwa hingga saat ini perubahan pola hidup tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah maupun mengendalikan fatty liver.

“Penggunaan obat-obatan saja tidak cukup tanpa diiringi perubahan pola hidup yang sehat. Bukti ilmiah menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup tetap menjadi cara paling efektif untuk mencegah dan mengatasi fatty liver,” ungkapnya, seperti dikutip dari laman resmi IPB University, Minggu, 21 Juni 2026. 

Ia pun membagikan lima langkah pencegahan yang sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Langkah pertama adalah menurunkan berat badan secara bertahap. Penurunan berat badan sekitar 5 hingga 10 persen diketahui dapat membantu mengurangi lemak di hati sekaligus menekan risiko peradangan dan fibrosis. (*)

Baca Juga:
Merinding di Tempat Tertentu Bukan Tanda Gaib, Ini Cara Otak Memproses Lingkungan

Kedua, membatasi konsumsi minuman manis seperti teh manis, kopi susu dengan tambahan gula tinggi, minuman boba, soda, sirup, serta berbagai minuman kemasan yang mengandung gula cair dalam jumlah besar.

“WHO menganjurkan konsumsi gula bebas kurang dari 10 persen dari total kebutuhan energi harian, bahkan idealnya di bawah 5 persen,” ujarnya.

Ketiga, menerapkan pola makan seimbang dengan memperbanyak sayur dan buah, mencukupi kebutuhan protein, serta mengontrol asupan karbohidrat. Masyarakat juga dianjurkan mengurangi makanan ultraproses, gorengan, camilan tinggi kalori, dan makanan manis.

Keempat, melakukan aktivitas fisik secara rutin. WHO merekomendasikan aktivitas fisik intensitas sedang selama 150 hingga 300 menit per minggu atau sekitar 30 menit per hari selama lima hari dalam seminggu. Latihan beban dua kali seminggu juga dianjurkan untuk meningkatkan sensitivitas insulin.

Baca Juga:
Fatty Liver Bisa Muncul Sejak Anak-anak, Pakar IPB Dorong Pencegahan Sejak Dini

Kelima, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, termasuk mengukur lingkar perut, indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, kadar gula darah, profil lipid, hingga pemeriksaan fungsi hati apabila diperlukan.

Menurut dr Widya, konsistensi menjalankan lima langkah tersebut jauh lebih efektif dibandingkan mengandalkan produk detoks, herbal, atau suplemen yang mengklaim mampu membersihkan hati secara instan. (*)