KETIK, BATU – Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama periode 13 hingga 31 Mei hampir menyentuh angka 300 ribu orang, didorong tingginya minat masyarakat berwisata saat libur panjang Hari Raya Waisak, Iduladha, dan Hari Lahir Pancasila.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun Disparta Kota Batu, total kunjungan wisatawan mencapai 296.993 orang. Angka tersebut merupakan akumulasi wisatawan yang berkunjung ke berbagai destinasi wisata serta tamu yang menginap di sejumlah hotel di Kota Batu.
Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan periode libur akhir Mei menjadi puncak kunjungan wisatawan dibandingkan hari libur nasional lainnya pada bulan yang sama.
“Data yang kami terima masih bersifat sementara karena belum seluruh pelaku usaha pariwisata menyampaikan laporan kunjungan. Namun hingga saat ini jumlah wisatawan yang tercatat sudah mencapai 296.993 orang, baik yang berkunjung ke objek wisata maupun yang menginap di hotel,” ujarnya, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Onny, mayoritas wisatawan memilih mengunjungi destinasi wisata dibandingkan menginap. Dari total kunjungan yang tercatat, sebanyak 259.215 orang merupakan pengunjung daya tarik wisata yang tersebar di berbagai lokasi wisata unggulan Kota Batu.
Baca Juga:
DLH Kota Batu Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diajak Terapkan Batu GreenationSementara itu, sektor akomodasi juga menunjukkan tren positif. Selama periode libur panjang tersebut, jumlah wisatawan yang tercatat menginap di hotel mencapai 37.778 orang.
“Pada hari-hari puncak kunjungan, tingkat hunian hotel bahkan mencapai 95,94 persen. Ini menunjukkan aktivitas pariwisata di Kota Batu bergerak cukup baik selama masa libur panjang,” katanya.
Meski demikian, Disparta meyakini jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu sebenarnya lebih tinggi dibandingkan data yang telah masuk saat ini. Sebab, masih terdapat sejumlah sektor yang belum seluruhnya melaporkan data kunjungan.
“Data yang kami miliki belum mencakup seluruh pengunjung restoran, rumah makan, dan kafe. Selain itu, laporan dari homestay maupun vila juga belum seluruhnya masuk, sehingga kemungkinan jumlah wisatawan lebih besar dari angka yang tercatat saat ini,” jelas Onny.