Lewat Proklim, DLH Kota Malang Bantu Wujudkan Kota Meteopolis yang Sejuk

Jurnalis: Lutfia Indah
Editor: Mustopa

26 Nov 2025 20:58

Thumbnail Lewat Proklim, DLH Kota Malang Bantu Wujudkan Kota Meteopolis yang Sejuk
Pemberian insentif kepada salah satu RW di Kota Malang untuk menjalankan Program Kampung Proklim. (Foto: Lutfia/Ketik.com)

KETIK, MALANG – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang turut mendorong terciptanya lingkungan yang sejuk dan berkelanjutan melalui program Kampung Proklim. Hal tersebut seiring dengan Kota Malang menuju Kota Metropolitan. 

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang menjelaskan melalui Kampung Proklim, kawasan permukiman padat penduduk di tingkat RW mampu memiliki kesadaran kolektif dalam menjaga kualitas lingkungan.

"Kota Malang sudah ditentukan sebagai Kota Meteopolis. Biasanya kan penuh bangunan tinggi, kepadatan penduduk, arus kendaraan padat. Tapi ketika kita masuk di wilayah Kampung Proklim akan mendapat kesejukan," ujar Raymond, Rabu 26 November 2025. 

Kampung Proklim memiliki penataan lingkungan yang rapi dan terawat. Banyak ditemukan tanaman hijau dan inovasi masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan terawat sehingga menyisakan kesan sejuk. 

Baca Juga:
UAS: Keteladanan Orang Tua, Kunci Anak Cintai Allah

"Di wilayah itu ditata dengan rapi, dirawat, dan harapannya Kota Malang kembali ke tempo dulu dengan suasana kembali sejuk. Sejuknya kembali ke tempo dulu, tapi kotanya tetap meteopolis," lanjutnya. 

Setiap tahun, DLH Kota Malang terus menggencarkan kegiatan Kampung Proklim di tiap RW. Pada tahun 2025 dari 68, terdapat 5 kelurahan yang dinyatakan layak mendapatkan penghargaan sebagai Kampung Proklim dan 1 di antaranya mendapat Proklim Tropi Utama dari Kementerian LH. 

KelimaRW yang mendapatkan penghargaan dari Wali Kota Malang, yaitu RW 02 Kelurahan Arjosari yang juga mendapatkan penghargaan dari Kementerian LH kategori utama tropi, yang akan diterima tgl 1 Desember 2025 di Jakarta. Kemudian, RW 03 Kelurahan Kotalama kategori utama, RW 13 Kelurahan Madyopuro kategori utama, RW 02 Kelurahan Arjowinangun kategori utama dan RW 09 Kategori utama. 

"Tujuan dari Proklim ini adalah contoh yang kemarin kami kunjungi salah satunya di RW 09 Arjowinangun. Masyarakat melakukan penanaman pohon yang sudah dilakukan sebelumnya, dan menghasilkan buah dan produksi seperti minuman telang," sebutnya. 

Baca Juga:
Resmi Jabat Kalapas Malang, Christo Victor Nixon Siap Lanjutkan Program Strategis Teguh Pamuji

Selain itu masyarakat juga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Bahkan hasil dari pengelolaan tersebut memberikan pendapatan sebanyak Rp1 juta per bulan untuk dimanfaatkan oleh komunitas masyarakat di RW tersebut. 

"Jadi penghargaan tertinggi, untuk kampung Proklim ini lestari. Untuk tahun 2026 pembinaannya dilaksanakan tahun 2025, dari 5 ini kami usulkan, dengan harapan 2026 mendapatkan proklim lestari," ujarnya. 

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menjelaskan turut mengapresiasi RW yang melaksanakan Program Kampung Proklim dengan baik. Bahkan ia juga memberikan insentif Rp15 juta per RW untuk semakin bersemangat menjaga lingkungan.

"Jadi ini perlu ada kesadaran masyarakat terutama yang berbasis peran serta masyarakat di tingkat RW dalam menjaga lingkungan. Apresiasi ini bukan hanya sekadar cermony terapi bentuk nyata yang sudah diberikan masyarakat," sebut Wahyu. 

Ia berpesan agar masyarakat menjaga Kota Malang dengan melestarikan lingkungan. Dalam menciptakan lingku yang asri, dibutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat termasuk pemerintah daerah. 

"Agar apabila nanti kita menjadi kota metropolitan tetap menjadi kota yang ramah lingkungan. Kami berharap nanti ini akan masif apabila memang Kota Malang akan menjadi metropolitan," tandasnya.(*)

Baca Sebelumnya

Pemkot Probolinggo Segera Miliki Perseroda Baru, Begini Kesepakatan Eksekutif dan DPRD

Baca Selanjutnya

Meski Listrik Padam, Pelayanan Kesehatan di RSUD-TP Abdya Tetap Berjalan Aman

Tags:

DLH Kota Malang #Kota Malang Kampung Proklim Proklim Kota Metropolitan

Berita lainnya oleh Lutfia Indah

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

19 April 2026 11:12

Selaraskan Adab Anak dan Orang Tua, Jamiyyah SD Islam Al Azhar 56 Malang Kajian Bareng Ustaz Abdul Somad

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

18 April 2026 18:16

Hemat Energi, Pemkot Malang Kombinasikan Bersepeda dan WFH 30 Persen

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

18 April 2026 17:12

Tak Hanya Berprestasi, Wisuda Ke-51 Unitri Cetak Lulusan Penuh Inspirasi

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

18 April 2026 15:52

Stok Sapi Menipis, DPRD Kota Malang Desak Pemkot Stabilkan Harga Daging

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

17 April 2026 20:48

Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Terima Hadiah di Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

17 April 2026 20:30

Berikan Hak Kesehatan dan Rekreasi, 211 Warga Binaan Lapas Perempuan Malang Semangat Ikuti Senam Pagi

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda

Mantan Kepala SMAN 1 Situbondo Dilantik Jadi Kepsek Garuda