KETIK, MALANG – Pesan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tema besar yang diangkat dalam koleksi terbaru desainer Migi Rihasalay di hari kedua Malang Fashion Runway yang digelar di Malang Town Square (Matos), Minggu, 12 Juli 2026 malam. Dengan mengusung tema Mother Earth atau Bumi Menangis, ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian alam dan planet Bumi.
Ada sebanyak delapan busana ditampilkan di atas panggung sebagai representasi hubungan manusia dengan bumi. Mulai dari proses terciptanya kehidupan, kerusakan lingkungan akibat ulah manusia, hingga ajakan untuk kembali melakukan penghijauan.
Migi Rihasalay menuturkan, konsep busananya tersebut terinspirasi dari kondisi bumi yang terus mengalami kerusakan akibat eksploitasi manusia. Menurutnya, manusia sering kali menyalahkan alam saat bencana terjadi, padahal kerusakan tersebut berasal dari ulah manusia sendiri.
"Bumi yang kita jejaki saat ini, kita makan dan menumpang di atasnya. Ketika terjadi bencana, kita justru menyalahkan bumi, padahal kita sendiri yang tidak menjaganya dan itu pesan yang ingin saya sampaikan lewat koleksi ini," jelasnya.
Ia mengungkapkan, pemilihan warna dominan coklat dalam koleksinya tersebut menggambarkan fase awal terbentuknya bumi sebelum tumbuhnya pepohonan dan kehidupan. Pada penutup pertunjukan, juga ditampilkan adegan menanam pohon sebagai simbol harapan agar masyarakat mulai melakukan penghijauan.
Baca Juga:
Koleksi Terbaru Kinikita Kids Wear Resmi Dirilis, Usung Logo Clover Sarat MaknaTidak hanya dari sisi warna, detail busana juga dibuat penuh filosofi. Migi menggunakan teknik payet yang dibentuk menyerupai akar tanaman sebagai simbol awal kehidupan sebelum tumbuh menjadi pohon.
"Semua kehidupan dimulai dari akar dan bibit. Ada juga detail yang menggambarkan gurun pasir sebagai representasi kondisi alam yang mulai mengalami kerusakan," ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Migi sebenarnya telah menyiapkan 12 rancangan. Namun, hanya delapan busana yang bisa ditampilkan pada panggung Malang Fashion Runway 2026.
Baca Juga:
Didedikasikan untuk Sang Guru Dynand Fariz, Desainer Migi Rihasalay Tampil Pertama Kalinya di JFC 2024Diketahui, koleksi bertajuk Mother Earth tersebut menjadi karya ke-15 yang pernah dibuatnya dengan berbagai konsep berbeda. Dan bagi Migi, Malang memiliki arti tersendiri dalam perjalanan kariernya sebagai desainer.
Ia mengaku mulai mendapatkan ruang berekspresi di Kota Malang sejak masih duduk di bangku sekolah pada 2018 silam.
"Malang adalah jantung hati saya. Kota ini yang menerima saya berkarya sejak masih sekolah. Karena itu, tampil lagi di Malang Fashion Runway menjadi momen yang sangat menyentuh," terangnya.
Ia juga menambahkan, menyampaikan pesan sosial lewat rancangan busana bukan perkara mudah. Berbeda dengan lukisan atau musik yang dapat menggunakan kata-kata, fesyen harus mampu berbicara melalui bentuk, warna, hingga detail rancangan.
"Menuangkan pesan melalui pakaian, tantangannya luar biasa. Tetapi saya bersyukur, bisa menyampaikan apa yang ada di pikiran saya terealisasi lewat karya ini," pungkasnya. (*)