KETIK, SLEMAN – Rekam jejak panjang, kedisiplinan, dan loyalitas di bidang tata ruang kota akhirnya mengantarkan Junaidi, SST, ke puncak baru karier birokrasinya. Birokrat karier yang meniti pengabdian dari bawah ini Selasa siang, 2 Juni 2026 dilantik oleh Bupati Sleman, Harda Kiswaya menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman.

Pelantikan tersebut dipadati oleh jajaran pejabat penting yang menyaksikan jalannya peralihan tugas tersebut. Mulai dari Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Ketua DPRD Sleman Y Gustan Ganda, hingga KPH Yudanegara hadir langsung di lokasi.

Selain itu, tampak pula perwakilan instansi vertikal serta jajaran terkait seperti Kepala Kanreg I BKN DIY Sri Widayanti, Kepala BKD DIY Ag Hary Setiawan, Plh Kapolresta Sleman Kombes Pol Bambang Purwanto, serta Dandim 0732/Sleman Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho.

Bupati Sleman Harda Kiswaya resmi melantik Junaidi sebagai Kepala DLH Sleman. Lebih dari tiga dekade mengabdi dari bawah sejak era 1990-an, kini ia mengemban tongkat komando tertinggi untuk mengawal kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Sleman. (Foto: Fajar R/Ketik.com)

 

Baca Juga:
Tangkis Lonjakan Gagal Ginjal Usia Muda, BPJS Kesehatan Sleman Optimalkan Tupoksi Penjaminan dan Skrining Dini

Junaidi bukanlah orang baru di sektor kebersihan dan kelestarian Bumi Sembada. ASN asli kelahiran Sleman, 55 tahun lalu ini telah mendedikasikan lebih dari 30 tahun masa baktinya untuk mengawal wajah tata ruang dan lingkungan di Pemkab Sleman.
 

Merangkak dari Bawah

Perjalanan profesional suami dari Nasirah dan ayah dari Sabrina Aulia Afifah ini menjadi bukti nyata dari sebuah proses yang matang.

Mengawali pengabdian sebagai pegawai negeri sipil daerah dengan pangkat golongan Pengatur Muda (II/a) pada awal era 1990-an, tugas pertama Junaidi diuji sebagai staf subseksi kendaraan, bengkel, dan penerangan jalan pada Dinas Cipta Karya Kabupaten Sleman.

Alumnus D-III Teknik Sipil (2002) dan D-IV Teknik Perencanaan (2004) Universitas Diponegoro ini kemudian terus digembleng di lini lapangan. Mulai dari menjadi staf urusan kebersihan dan pertamanan sejak 1996, hingga dipercaya menjabat Kepala Seksi Pertamanan pada Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan pada 2009.

Pengalamannya di sektor pengelolaan ruang hijau kian matang saat ditunjuk menjadi Kepala Seksi Pengelolaan Taman dan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman pada 2017.

Kompetensinya di sektor penting ini kian kokoh setelah ia dipercaya menduduki kursi Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau DLH Sleman sejak tahun 2018 hingga awal 2024 dengan pangkat Pembina golongan ruang IV/a.

Atas loyalitas tanpa putus selama lebih dari tiga dekade tersebut, Junaidi bahkan telah dianugerahi tanda kehormatan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2017 dan XXX Tahun pada 2024 yang disematkan langsung oleh Presiden Republik Indonesia.
 

Baca Juga:
Lantik 26 Pejabat Baru, Bupati Sleman Ingatkan Filosofi Sepi ing Pamrih, Rame ing Gawe

Solusi Darurat Sampah

Kini, setelah resmi memegang tongkat komando tertinggi di DLH Sleman, tantangan besar dalam mengatasi kedaruratan sampah aglomerasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah menantinya di meja kerja.

Jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) ini sangat strategis karena membantu Bupati dalam memimpin langsung perumusan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan berkelanjutan, pengelolaan persampahan, serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan di wilayah Sleman.

Menanggapi tugas berat ini, Junaidi tegas menyatakan kesiapannya untuk langsung bergerak cepat mengimplementasikan berbagai gagasan inovatif yang telah dipersiapkan.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, kami harus langsung bergerak cepat dan melahirkan terobosan baru demi pelayanan publik yang prima. Isu lingkungan dan pengelolaan sampah akan menjadi prioritas utama akselerasi kami ke depan," tegas Junaidi mantap di sela prosesi pelantikan.

Komitmen tersebut dibuktikannya dengan keterlibatan aktif Junaidi dalam menyusun dokumen perencanaan teknis Detail Engineering Design (DED) pembangunan tempat pengolahan sampah terpadu yang ia selesaikan pada 2025 lalu.

Ia juga siap mengakselerasi penerapan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF) untuk mengolah sampah padat menjadi bahan bakar alternatif, serta mengoptimalkan sistem Black Soldier Fly (BSF) melalui konversi sampah organik menggunakan maggot lalat tentara hitam guna menekan volume sampah harian.

Pengalaman matang sang pimpinan baru ini diharapkan mampu membawa DLH Sleman bertindak lebih adaptif dan responsif dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kesejahteraan warga masyarakat. (*)