LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik

Editor: Al Ahmadi

20 Apr 2026 00:52

Thumbnail LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik
Ketua LBH PKC PMII Jawa Timur, Roy Wakhid Ilham, saat menyampaikan sikap terkait kasus dugaan peluru nyasar yang melukai pelajar di Gresik, Minggu, 19 April 2026. (Foto: PMII for Ketik.com)

KETIK, SURABAYA – Kasus peluru nyasar yang melukai seorang pelajar di Gresik hingga kini belum menemui kejelasan. 

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) PKC PMII Jawa Timur menyatakan bahwa negara wajib bertanggungjawab atas peristiwa itu.

Insiden tersebut terjadi pada 17 Desember 2025. Korban, DFH (14), siswa SMPN 33 Gresik, mengalami luka robek di bagian punggung tangan kiri saat tengah mengikuti kegiatan sosialisasi di musholla sekolah. 

Proyektil yang diduga peluru nyasar itu disebut berasal dari aktivitas latihan menembak di Lapangan Tembak Bumi Marinir Karangpilang.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Beberkan Kunci Sukses Jatim Jadi Lumbung Pangan Nasional di Hadapan Peserta SESPIMTI Polri

Ketua LBH PKC PMII Jawa Timur, Roy Wakhid Ilham, mengungkapkan bahwa hingga kini belum ada kejelasan maupun pertanggungjawaban terbuka dari institusi terkait, termasuk Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Sejak kami merilis sikap pada 4 Maret 2026, belum ada kejelasan. Kalau kondisi ini terus dibiarkan, kami siap menempuh jalur hukum demi keadilan bagi korban,” ujar Wakhid.

Ia menilai, lambannya respons berpotensi memunculkan tekanan baru terhadap korban dan keluarga. 

Terlebih, keluarga korban sempat mengaku mendapat tekanan psikologis, termasuk permintaan agar tidak mempublikasikan kejadian tersebut.

Baca Juga:
DPRD Jatim Soroti Ledakan Petasan, Minta Pengawasan dan Edukasi Diperkuat

“Keselamatan warga sipil adalah prioritas utama yang wajib dijamin negara. Jika benar peluru itu berasal dari latihan resmi, maka ini bentuk kelalaian serius yang harus diproses secara hukum,” katanya.

Menurut Roy, negara tidak boleh berlindung di balik prosedur administratif.

Satu proyektil yang keluar jalur hingga melukai warga sipil disebutnya sebagai bukti adanya kelemahan dalam sistem pengamanan yang harus dievaluasi total.

LBH PMII Jatim juga menegaskan akan mengawal kasus ini tidak hanya secara moral, tetapi juga melalui langkah hukum konkret. 

Mereka mendorong investigasi independen agar fakta peristiwa dapat dibuka secara transparan ke publik.

Selain itu, pihaknya menuntut adanya proses hukum terhadap oknum yang lalai, jaminan pemulihan medis dan psikologis bagi korban, serta permintaan maaf terbuka kepada keluarga korban di ruang publik.

Kasus ini juga telah mendapat perhatian dari DPRD Jawa Timur.

Komisi C dikabarkan akan segera menjadwalkan pemanggilan pihak Marinir bersama keluarga korban guna meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban.

Di sisi lain, Dewi Murniati, ibu korban, sebelumnya menyampaikan langsung keluhannya di hadapan anggota dewan.

Dengan suara bergetar, ia berharap negara hadir memberikan perlindungan dan keadilan bagi anaknya.

“Kami hanya ingin kejelasan dan tanggung jawab. Anak kami yang menjadi korban,” ucapnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai hasil investigasi maupun langkah konkret penyelesaian kasus tersebut.

LBH PMII Jawa Timur memastikan tidak akan berhenti mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum dan keadilan bagi korban.

“Kelalaian yang menyebabkan korban sipil harus diproses secara terbuka dan akuntabel. Kami akan terus mengawal sampai tuntas,” pungkas Roy.(*)

Baca Sebelumnya

Kapolsek Kartoharjo Kota Madiun terkait Kebakaran Gudang Kosong: Penyebabnya Masih Kita Dalami

Baca Selanjutnya

[FOTO] Jatuh Bangun Timnas Indonesia Hadapi Vietnam di ASEAN U-17 2026

Tags:

Peluru Nyasar Gresik LBH PMII Jatim Kasus Gresik DPRD Jawa Timur info Gresik Berita Jawa Timur Roy Wakhid Ilham

Berita lainnya oleh Al Ahmadi

LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik

20 April 2026 00:52

LBH PMII Jatim: Negara Wajib Tanggungjawab atas Insiden Peluru Nyasar di Gresik

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

19 April 2026 18:43

32 Tahun Lahan Dipakai Pemkab Pacitan untuk Wisata Goa Gong, Ahli Waris Tuntut Rp20 Miliar

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

19 April 2026 12:21

Yonif TP 934 SBY Gelar Cek Kesehatan Gratis di GOR Pacitan, Ajak Warga Peduli Kesehatan

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

18 April 2026 23:01

Iseng Jualan Es di Syawalan Fest Pacitan 2026, Penjual Ayam Ini Malah Cuan Jutaan Rupiah

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

17 April 2026 23:32

Sejumlah Mantan Ketum PKC Jatim Hadiri Kick Off Harlah PMII ke-66 di Surabaya

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

17 April 2026 12:47

Hasil Uji Lab MBG di Pacitan Positif Tercemar Bakteri, Ini Langkah Dinkes

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Resmi! Pesona Gondanglegi 2026 di Kabupaten Malang Ditiadakan

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Penyegelan Pabrik Ayam di Jombang, Aktivis: Penindakan Harus Berlaku Sama, Jangan Ada Kepentingan Bisnis

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend

Begini Nasib Relawan SPPG Kebondalem Pacitan Usai Program MBG Disuspend