Lawan Stigma, PPDiS Situbondo Bangun Jejaring Inklusif bagi Anak Disabilitas dan Terdampak Kusta

Jurnalis: Heru Hartanto
Editor: Fisca Tanjung

13 Jan 2026 12:38

Thumbnail Lawan Stigma, PPDiS Situbondo Bangun Jejaring Inklusif bagi Anak Disabilitas dan Terdampak Kusta
Ketua Yayasan PPDiS, Luluk Ariyantiny ketika memaparkan Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN, Selasa 13 Januari 2026 (Foto : Heru Hartanto/Ketik.com)

KETIK, SITUBONDO – Anak dan remaja dengan disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWD), termasuk penyandang disabilitas terdampak kusta dan down syndrome, merupakan bagian penting dari populasi yang memiliki hak setara untuk memperoleh layanan dasar, perlindungan, serta kesempatan berkembang secara optimal.

"Stigma dan miskonsepsi yang melekat pada kusta kerap menimbulkan diskriminasi berlapis, sehingga menghambat mereka dalam memperoleh layanan kesehatan serta dukungan psikososial yang memadai," kata Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo, Luluk Ariyantiny saat memberikan materi di Room Jasmien Hotel Rosali Situbondo, Selasa, 13 Januari 2026.

Sementara itu, lanjut Luluk Ariyantiny, anak dan remaja dengan down syndrome masih menghadapi keterbatasan layanan pendidikan inklusif, minimnya tenaga pendidik terlatih, serta kurangnya fasilitas pendukung yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Luluk Ariyantiny selaku Ketua PPDiS menyebut Liliane Fonds dan NLR Indonesia menginisiasi program Building Effective Network (BEN) sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja disabilitas, termasuk yang terdampak kusta dan down syndrome.

Baca Juga:
Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

"Program ini bertujuan membangun jaringan kolaborasi yang efektif antara organisasi lokal, pemerintah daerah, penyedia layanan, dan komunitas, sehingga menciptakan sistem pendukung yang lebih responsif, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Sebagai mitra lokal, PPDiS mengajak seluruh pihak terkait untuk hadir pada kegiatan Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN ini," jelas Luluk Ariyantiny.

Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) dalam Program Building Effective Network (BEN) ini, lanjut Mbak Luluk—sapaan akrab Luluk Ariyantiny—dinilai sangat penting untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja disabilitas, termasuk yang terdampak kusta dan down syndrome.

Tak hanya itu, Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo, Luluk Ariyantiny, menegaskan pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) dalam Program Building Effective Network (BEN) ditujukan untuk menjalankan program utama bagi anak dan kaum muda disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta dan down syndrome yang tinggal di pedesaan atau wilayah termiskin.

Selain itu, perhatian juga diberikan kepada anak perempuan dan perempuan disabilitas, kaum muda dengan hambatan pendidikan serta kebutuhan kesehatan khusus terkait kesehatan seksual dan reproduksi (SRHR), anak disabilitas terdampak perubahan iklim dan bencana alam, dengan pendekatan program yang tidak hanya needs based (berbasis bantuan), tetapi juga rights-based (berbasis hak) guna memastikan inklusi, perlindungan, dan pemberdayaan yang lebih adil di masyarakat.

Baca Juga:
Perkuat Sinergi, Bupati dan Wabup Situbondo Gelar Halalbihalal Bersama Pengusaha

"Menggunakan kekuatan rehabilitas berbasis masyarakat (RBM) ini, sebuah gerakan kolaboratif untuk memperkuat jejaring inklusi bagi anak dan remaja disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta di berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Situbondo, maka Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program Building Effective Network (BEN) sangat penting," jelas Ketua PPDiS, Luluk Ariyantiny ketika menjelaskan Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program Building Effective Network (BEN) di hadapan peserta.

Sekadar diketahui, pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) dalam Program Building Effective Network (BEN) ini dihadiri perwakilan pers, TP PKK, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, Dinas Sosial, Bapperinda, DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, pihak kecamatan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya. (*)

Baca Sebelumnya

Bukan Sekolah Biasa! SDN 4 Panggungrejo Kepanjen Jadi Rujukan Moderasi Beragama di Kabupaten Malang

Baca Selanjutnya

Jamaah Waskitho Nusantara Boyolali Gembleng Karakter 50 Anak Yatim Piatu di Yogyakarta

Tags:

PPDiS Situbondo gelar Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN

Berita lainnya oleh Heru Hartanto

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

13 April 2026 23:45

Wacana Larangan Pelajar Naik Motor di Situbondo Dinilai Buru-buru, Ini Kata Pemerhati

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

13 April 2026 09:00

Tingkatkan Kemajuan UMKM, Forkopimcam Asembagus Dukung Penuh Kegiatan CFD

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

12 April 2026 13:00

Dikukuhkan, Pemuda Katolik Banyuwangi Siap Perkuat Toleransi dan Kebangsaan

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

12 April 2026 10:40

Kalapas Banyuwangi I Wayan Nurasta Wibawa Dimutasi ke Tenggarong, Siap Perkuat Kinerja Pemasyarakatan

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

10 April 2026 19:38

Pemkab Situbondo Gelar Sarasehan Bersama Kepala BKN RI

Kepala BKN Dorong Penguatan ASN di Situbondo, Dukung Program “Naik Kelas”

10 April 2026 14:02

Kepala BKN Dorong Penguatan ASN di Situbondo, Dukung Program “Naik Kelas”

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar