LaNyalla Soroti Lemahnya Pemahaman Pancasila di Kalangan Generasi Muda

Jurnalis: Muhammad Fauzan
Editor: Rahmat Rifadin

10 Feb 2026 23:04

Thumbnail LaNyalla Soroti Lemahnya Pemahaman Pancasila di Kalangan Generasi Muda
LaNyalla Mahmud Mattalitti berfoto bersama peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bertema “Pancasila Sebagai Navigasi Generasi Muda” di Auditoriumq Hj. Roosniah Bakrie, Surabaya, Selasa 10 Februari 2026. (Foto: Tim LaNyalla)

KETIK, SURABAYA – Anggota MPR RI sekaligus anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menilai pemahaman generasi muda terhadap Pancasila kian melemah. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi sinyal serius bagi masa depan ideologi bangsa.

Hal itu disampaikan LaNyalla saat Sosialisasi Empat Pilar MPR bertema “Pancasila Sebagai Navigasi Generasi Muda”yang digelar di Surabaya, Selasa 10 Februari 2026.

LaNyalla menyoroti fenomena yang belakangan marak di media sosial, salah satunya tayangan wawancara acak dengan siswa sekolah yang tidak mampu menyebutkan sila-sila Pancasila secara lengkap dan berurutan. “Yang membuat miris adalah ada beberapa siswa yang tidak hafal Pancasila,” ujarnya.

Kondisi tersebut diperkuat hasil survei Setara Institute pada Mei 2023 terhadap siswa SMA di lima kota besar di Indonesia. Survei itu menunjukkan sebanyak 83,3 persen responden menganggap Pancasila bukan ideologi permanen dan bisa diganti.

Baca Juga:
Selamat Capt! Rizky Ridho Resmi Jadi Ayah, Bagikan Momen Gendong Sang Buah Hati

Menurut Ketua DPD RI periode 2019–2024 itu, temuan tersebut menandakan bahwa sebagian generasi muda tidak lagi memandang Pancasila sebagai sesuatu yang sakral. “Artinya, generasi muda mungkin tidak menganggap Pancasila sebagai karya final para pendiri bangsa, melainkan kesepakatan yang harus terus dibuktikan manfaatnya,” kata LaNyalla.

Ia menjelaskan, terdapat beberapa faktor yang memengaruhi persepsi tersebut. Salah satunya adalah kesenjangan antara nilai-nilai Pancasila dengan realitas yang dirasakan generasi muda. “Sila kelima bicara keadilan, tapi yang mereka lihat justru korupsi dan ketimpangan ekonomi,” ujarnya.

Faktor lain adalah metode penyampaian Pancasila yang dinilai kurang relevan. Pendekatan yang terlalu teoritis dan formal membuat Pancasila terasa jauh dari persoalan nyata yang dihadapi anak muda, seperti tantangan mencari pekerjaan dan membangun masa depan.

Selain itu, paparan ideologi global melalui media sosial juga turut membentuk cara pandang generasi muda. “Mereka terpapar liberalisme, hedonisme, hingga paham keagamaan ekstrem yang sering menawarkan solusi instan,” kata LaNyalla.

Baca Juga:
Tumbuh 16 Persen, KAI Daop 8 Surabaya Angkut 3.09 Penumpang Selama Triwulan I 2026

Ia menegaskan, melemahnya pemahaman terhadap Pancasila merupakan peringatan serius bagi bangsa. “Fenomena generasi muda yang tidak memahami, bahkan tidak hafal Pancasila, adalah alarm bagi bangsa,” tegasnya.

LaNyalla mengibaratkan Pancasila sebagai navigasi kehidupan berbangsa. “Dalam bahasa gaulnya, Pancasila itu Google Map untuk kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan dengan agama. Menurutnya, agama merupakan tuntunan universal, sedangkan Pancasila adalah panduan hidup berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, LaNyalla menjabarkan implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari generasi muda, mulai dari integritas dalam bekerja, empati dan adab di ruang digital, kolaborasi, keterbukaan berdiskusi, hingga etos kerja.

“Generasi muda tidak harus menjadi politisi untuk mengamalkan Pancasila. Cukup menjadi pelajar dan mahasiswa yang jujur, berprestasi tanpa menjatuhkan orang lain, serta pengguna media sosial yang berakal sehat,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya berpikir kritis dalam menyikapi informasi di media sosial yang belum tentu benar dan berpotensi menyesatkan.

Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Jenderal DPW Pemuda Pancasila Jawa Timur, M. Diah Agus Muslim. Menurutnya, media sosial kini menjadi referensi utama yang mudah diakses generasi muda, namun sering kali dikonsumsi tanpa proses verifikasi.

“Akibatnya, batas antara yang benar dan salah menjadi kabur. Semuanya seolah abu-abu,” ujarnya.

Ia menilai tantangan generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Karena itu, ia menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan berpikir kritis dan kembali menjadikan Pancasila sebagai navigasi kehidupan bangsa agar tidak mudah terpengaruh arus informasi yang menyesatkan.(*)

Baca Sebelumnya

TMMD Ke-127 di Kediri Resmi Dimulai, Percepat Pembangunan Desa dan Kesejahteraan Warga

Baca Selanjutnya

Antisipasi Banjir, Anggota TNI-Polri dan Satpol PP Kecamatan Kalitidu Gelar Kerja Bakti

Tags:

Pancasila Pebgetahuan generasi muda surabaya Jawa timur La Nyalla

Berita lainnya oleh Muhammad Fauzan

Dua Rumah di Sidoyoso Dilahap Si Jago Merah, Petugas Imbau Warga Surabaya Waspada Kebakaran

16 Maret 2026 11:19

Dua Rumah di Sidoyoso Dilahap Si Jago Merah, Petugas Imbau Warga Surabaya Waspada Kebakaran

Pengendara Motor Meninggal Usai Ditabrak Mobil Box di Manukan Wetan Surabaya

12 Maret 2026 17:05

Pengendara Motor Meninggal Usai Ditabrak Mobil Box di Manukan Wetan Surabaya

Warga Dikagetkan Musang Masuk Rumah di Jalan Mawar Surabaya

11 Maret 2026 14:17

Warga Dikagetkan Musang Masuk Rumah di Jalan Mawar Surabaya

Seorang Anak Dilaporkan Tenggelam di Waduk Sambikerep Surabaya, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

10 Maret 2026 16:26

Seorang Anak Dilaporkan Tenggelam di Waduk Sambikerep Surabaya, Tim Gabungan Lakukan Pencarian

99 GenZI Siap Sambut Jamaah Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

10 Maret 2026 11:45

99 GenZI Siap Sambut Jamaah Qiyamullail di Masjid Al-Akbar Surabaya

Perumda Air Minum Surya Sembada Siagakan Layanan 24 Jam Selama Libur Lebaran

9 Maret 2026 23:45

Perumda Air Minum Surya Sembada Siagakan Layanan 24 Jam Selama Libur Lebaran

Penawaran Iklan Ketik

Follow Us On:

Logo Tiktok Logo instagram Logo Facebook Logo X

Update terus kabar terbaru melalui sosial media ketik, dijamin ga akan bosen!

Sedang Ramai:

Thumbnail Berita - Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Bukan WFH, Pemkot Malang Instruksikan ASN Berangkat Kerja dengan Bersepeda Demi Hemat BBM

Thumbnail Berita - Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Dinkes: Hasil Lab Keracunan MBG Siswa Tegalombo Pacitan Ditunggu 4–5 Hari

Thumbnail Berita - Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Cegah Penyimpangan, BGN dan Kejagung RI Luncurkan 'Jaga Dapur MBG' di Tuban

Thumbnail Berita - [FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

[FOTO] Ribuan Jemaah Muhammadiyah Padati Stadion Gajayana Kota Malang untuk Salat Idulfitri 1447 H

Thumbnail Berita - Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar

Jadwal Final Piala AFF Futsal 2026 Thailand vs Indonesia, Misi Merah Putih Pertahankan Gelar